
Keanu membawa istrinya menggunakan mobil ke rumah sakit. Ia mengendarai mobil itu dengan pelan, tak ingin terjadi hal buruk pada sang istri dan janin yang sedang ada di dalam perut Kezra. Setelah beberapa menit berkendara keduanya sampai di parkiran rumah sakit terbaik yang ada di kota itu.
Kezra melihat ke luar, membaca nama rumah sakit yang terpampang sangat besar di depan gedung. "Amarilys Hospital" salah satu rumah sakit elit dengan fasilitas lengkap di kota yang mereka tinggali.
"Kamu nggak salah Ke? Kita ke rumah sakit lain aja."
"Memangnya kenapa sayang?"
"Rumah sakit ini sangat mahal Ke. Sebaiknya Kita ke rumah sakit lain aja ya."
"No! Aku nggak mau rumah sakit lain. Aku cuma mau memberikan yang terbaik untuk istri dan calon anak kita. Untuk istri kok coba-coba." Keanu menggeleng.
"Astaga. Bukannya itu iklan ya?"
"Emang iya?"
"Iya. Iklan apa ya aku lupa."
"Iklan biskuit." celetuk Keanu asal. Ia melepaskan sabuk pengaman.
"Kok biskuit sih Ke? Bukan biskuit ah." protes Kezra. Ia tidak setuju dengan ucapan suaminya.
"Terus iklan apa? Obat nyamuk kali."
Kezra memutar bola matanya. Suaminya itu malah semakin ngawur. Ia mencoba melepaskan sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya, tapi pengaitnya macet dan sangat susah di lepaskan. Keanu yang sedari tadi memperhatikan wanita itu segera mendekatkan tubuhnya dan mencoba membantu. Wajah mereka sangat dekat, aroma maskulin merebak ke indera penciuman Kezra membuat detak jantungnya berdetak lebih cepat.
"Udah selesai." ucap Keanu dengan senyum lebar.
"Terima kasih, Ke."
"Sama-sama sayangku cintaku." balas Keanu dengan manis. Saat Kezra hendak membuka pintu mobil, Keanu menahannya.
"Jangan di buka dulu!" teriak Keanu sehingga membuat Kezra berjengkit kaget.
"Loh memangnya kenapa?" tanya Kezra bingung.
"Bentar! Tunggu sebentar." pria itu turun terlebih dulu, lalu berlari kecil memutari mobil sport yang ia bawa. Tak lama pintu di samping kiri Kezra terbuka.
"Silahkan tuan putri," Keanu membuka pintu mobil dan mempersilahkan istrinya untuk turun. Mendapatkan perlakuan manis membuat Kezra bersemu.
"Ke, aku malu. Nggak perlu begini juga kali." Kezra mengedarkan pandangannya, tak sedikit orang-orang yang kebetulan ada di sana memperhatikan mereka. Menatap pasangan itu dengan iri.
"Memangnya kenapa? Kenapa harus malu. Harusnya kamu bangga karena punya suami tampan, kaya dan romantis kayak aku." ucapnya dengan senyum lebar. Kezra cemberut.
__ADS_1
"Mulai deh kumat." ujarnya seraya turun dari mobil.
"Kok kumat sih? Emang aku sakit?"
"Iya, sakit narsis!"
"Astaga. Dasar istri durhakim! Masak suami sendiri di bilang sakit narsis."
"Terus apa?"
"Suami tampan, kaya dan romantis."
"Terserah kamu aja deh. Yang waras ngalah." Kezra mempercepat langkahnya menuju gedung rumah sakit. Sementara Keanu mengejar Kezra dan meraih tangan wanita itu. Ia membungkus jemari mungil sang istri dengan jemarinya.
"Nah begini baru pas! Suami istri itu harus berjalan bergandengan tangan dengan mesra." ia mengembangkan senyum. Kezra hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang suami berondongnya.
Keduanya segera mendaftar dan menunggu di ruang tunggu yang telah tersedia. Keanu terus menggenggam tangan istrinya tanpa mau melepaskannya. Sesekali mengecup punggung tangan Kezra dengan begitu romantis sehingga membuat para pasien lainnya melihat mereka dengan tatapan iri. Kezra merasa tak nyaman dengan pandangan mereka.
"Ke, udah dong. Lepasin dulu tangannya."
"Kenapa memangnya? Kamu nggak suka?"
"Bukan. Aku hanya malu di liatin sama mereka." Keanu mengikuti arah pandangan sang istri, lalu ia hanya bersikap acuh tak acuh.
"Astaga Ke." Kezra menepuk jidatnya. Tak lama nama Kezra di panggil dan mereka berdua segera memasuki ruangan bagian obgyn. Sesampainya di dalam, Kezra dan Keanu duduk di kursi yang telah tersedia. Ia mengutarakan semua keluh kesahnya pada dokter bertubuh tambun di depannya.
"Mana suaminya? Kenapa adiknya yang datang untuk menemani Ibu?" tanya dokter wanita itu dengan ramah. Kezra dan Keanu saling tatap.
"Saya suaminya, Dok." jawab Keanu dengan percaya diri. Tampak kening dokter itu berkerut. Ia menurunkan kacamata untuk meyakinkan penglihatannya.
"Ah adek ini suka bercanda. Suaminya lagi sibuk ya? Makanya minta di temani adiknya. Adiknya juga sepertinya sangat sayang sama kakaknya." ujar dokter itu lagi.
"I-ini suami saya, dok." cicit Kezra seraya tersenyum kikuk. Sontak saja wanita yang memakai jas bewarna putih itu mendelik.
"Anda bercanda?"
"Apa maksud dokter? Ini sama saja seperti menghina saya." ucap Keanu tersinggung.
"Maaf, saya pikir anda masih sangat muda dan saya pikir anda adalah adik dari Nyonya Kezra."
"Saya suaminya. Bukan adiknya. Memangnya kenapa kalau saya suaminya?"
"Ah tidak. Tidak apa-apa, maafkan ketidak sopanan saya."
__ADS_1
"Saya bisa saja menuntut rumah sakit ini jika saya mau." Kezra melirik Keanu mengingatkan.
"Kenapa? Abisnya dia tidak sopan. Memangnya aku nggak bisa menuntut rumah sakit ini? Bahkan sahamnya pun sanggup aku beli."
"Udah Ke. Kamu kok emosian banget sih?"
"Dia yang mulai!"
"Maafkan saya, Pak."
Keanu menatap kesal pada dokter Gina.
"Maafkan juga suami saya, dok."
"Anda tidak perlu meminta maaf, saya yang salah. Kalau begitu apa pemeriksaan bisa di lakukan sekarang?"
"Bisa dok, bisa."
Kezra melakukan serangkaian pemeriksaan mengenai kandungannya. Keanu tak melepaskan genggaman tangannya pada istrinya. Membuat Kezra tidak enak pada dokter dan perawat yang bertugas.
"Sebaiknya anda tidak mengonsumsi makanan yang memicu mual. Dan pesan saya jangan melakukan hubungan suami istri selama trimester pertama kehamilan." sontak saja hal itu membuat Keanu mendelik tak percaya.
"Demi apa dok? Kenapa anda melarang saya melakukannya?" tanya pria itu dengan terkejut. Dokter Gina tersenyum, ia mencoba mencari tatanan bahasa yang tidak menimbulkan kemarahan pria muda yang ada di hadapannya.
"Karena hal itu bisa saja membahayakan janin yang ada di dalam perut nyonya Kezra. Sebaiknya anda dan Nyonya Kezra menghindarinya terlebih dulu hingga trimester ketiga."
"Apa? Saya di larang menyentuh istri saya sendiri? Memangnya anda siapa bisa melarang saya hah?" Keanu tampak emosi sementara Kezra berusaha menenangkan suaminya.
"Keanu dengerin dokternya dulu. Ini demi kebaikan aku dan anak kita juga."
"Dokter ini abal-abal sayang. Kenapa suami di larang menyentuh istri sendiri? Ini gila namanya." Keanu tak terima.
"Dia dokter, dia pasti lebih tahu untuk aku dan bayi kita Ke. Apa kamu mau terjadi sesuatu hal yang buruk pada kami?"
Keanu menggeleng. Membayangkannya saja ia tidak akan sanggup.
"Yang di katakan oleh istri anda benar, Pak. Ini semua demi kebaikan istri dan calon bayi anda. Karena kehamilan pertama itu sangat rentan dan kandungan Nyonya Kezra sangat lemah. Saya harap anda lebih mengerti."
Keanu tampak berpikir dengan keras. Bagaimana bisa dirinya tidak menyentuh istrinya? Bisa gila jika hal itu terjadi.
"Tapi jika di lakukan dengan lembut tidak apa-apa 'kan dok?" Keanu tak menyerah.
"Sebaiknya di hindari Pak."
__ADS_1
"Arggh ... Kenapa begitu?" Keanu mengacak rambutnya. Kezra tampak menggelengkan kepalanya. Mengapa Keanu membuatnya malu? Astaga rasanya ingin sekali dirinya menenggelamkan wajahnya ke dasar laut yang terdalam.