
"Apa yang kamu lakukan?"
Deg ....
Jantung Keanu seakan berhenti seketika. Netranya terbuka, keduanya saling tatap untuk beberapa saat.
Sungguh ia tak menyangka jika dirinya akan ketahuan. Ketahuan hendak mencuri sebuah ciuman!
Bola mata Keanu tak kuasa untuk tidak melebar, begitu pun dengan Kezra. Wanita itu mendelik karena kaget. Segala pikiran buruk melintas dalam pikirannya.
"Mau apa kamu?" tanya Kezra sekali lagi. Sungguh jantungnya berdetak lebih cepat ketika wajah mereka berjarak sangat dekat. Aroma mint menyerbu masuk ke indera penciumannya. Wajah mereka sangat dekat, bahkan tidak berjarak!
"Sa-saya ...." Keanu gugup seraya menarik dengan cepat wajahnya ketika kesadaran mulai menguasainya. Ia menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal. Kezra pun segera duduk tanpa memutuskan pandangannya pada pria yang ada di hadapannya.
"Kau mau apa, hah?"
"Saya mau cium Ibu!" ujar Keanu yang pastinya hanya bisa ia katakan dalam hati.
"Saya hanya mau mengusir nyamuk. Tadi ada nyamuk dk wajah Ibu," ujarnya beralasan. Kezra mengerutkan keningnya, tapi detik berikutnya wanita itu menyipitkan mata menatap wajah suaminya yang terlihat sangat gugup.
"Kamu berbohong! Ayo jujur! Kamu mau berbuat mesum kan?!" tuding Kezra seraya menunjuk Keanu dan menatap tajam pria itu tanpa ampun!
Netra pria muda itu melebar, tubuhnya mundur. Dengan cepat ia mengelak dan membantah tuduhan istrinya yang sialnya tuduhan itu benar adanya.
"Nggak ... Jangan asal nuduh, Bu. Sa-saya nggak ngelakuin apa-apa. Mana berani saya berbuat mesum pada Ibu? Bisa-bisa nilai saya jelek ntar. Saya beneran mau ngusir nyamuk. Nanti kalau wajah Ibu merah-merah karena di gigit nyamuk gimana?"
Kezra tak langsung percaya begitu saja dengan apa yang di ucapkan oleh murid sekaligus suaminya itu. Ia menatap pria yang ada di hadapannya itu dengan penuh kecurigaan.
"Saya nggak percaya dengan apa yang kamu katakan! Modelan kayak kamu ini biasanya tukang mesum! Pasti kamu mencuri kesempatan dalam kesempitan, kan?"
"Astaga naga Bu Kezra guru paling menyebalkan sejagat raya. Kenapa Ibu nggak percaya dengan apa yang saya katakan, sih? Ibu nih agak lain kayaknya yah. Cewek-cewek lain pada percaya dengan apa yang saya katakan, Bu. Bahkan saya bilang mau lamar hari ini juga mereka percaya. Lah Ibu, udah susah amat percaya sama saya. Gantung diri juga nih!" Keanu sengaja memanyunkan bibirnya pura-pura merajuk. Bisa turun harga dirinya jika ketahuan dirinya benar akan berbuat mesum. Membayangkannya saja membuatnya bergidik. Ia harus punya harga diri di depan guru cantik yang kini resmi menjadi istrinya itu.
"Apa kamu bilang? Saya menyebalkan?! Bisa kualat kamu ngatain guru kamu sendiri menyebalkan! Dan apa kamu tadi bilang? Kamu nyamain saya sama cewek-cewek manja di luar sana? Yang tergila-gila dan sangat terpesona dengan kamu? Hei jangan mimpi kamu. Jangan samakan saya dengan mereka! Saya nggak akan pernah terpesona sama kamu. Bocah pecicilan super duper jahil dan menyebalkan kayak kamu itu bukan tipe saya. Mana doyan saya sama kamu."
__ADS_1
"Yah ... Ibu ngeremehin saya. Saya jamin Ibu bakal tergila-gila sama saya suatu hari nanti. Ibu bakal bucin parah sama saya. Liat aja ntar! Saya bakalan bikin Ibu nggak bisa jauh dari saya sedikitpun dan bakal bilang gini "I love you so much, Keanu. Please don't leave me." Keanu memperagakan dengan lemah lembut seolah dirinya ialah Kezra.
"Hoek ... mau muntah saya dengernya. Itu nggak akan terjadi dan nggak akan pernah terjadi. Bangun woy! Kamu tidurnya terlalu miring!"
"Halah ... Sekarang aja bilang gini. Liat aja ntar! Ibu pasti bucin parah!"
"Dih pede sekali anda. Jangan mimpi kamu! Pernikahan ini nggak akan bertahan lama. Percaya deh ucapan saya."
"Ibu pasti bucin parah sama saya. Percaya deh!"
Kezra menatap Keanu kesal.
"Mimpi teruuusss! Udah ah saya mau ke kamar. Bisa gila saya lama-lama debat sama kamu." Kezra segera berdiri.
"Kan suami istri debat itu udah bisa, Bu. Malah bikin makin mesra abis debat."
"Dih bocah tau apa tentang suami istri?"
"Tau banget dong. Apalagi tentang ... Ekhem ...." Keanu berdehem seraya menaik turunkan alisnya.
"Yaa Ela Ibu mah kura-kura dalam perahu!"
"Saya manusia bukan kura-kura!"
"Terserah deh, Bu ... Terserah."
"Dasar bocah. Ngambekan!"
"Iya, nanti kita bikin bocah."
"Astaga! Udah ah saya mau ke kamar." Kezra buru-buru meninggalkan Keanu yang terkikik geli melihat gurunya yang akan kabur.
"Tidur sana! urusan kita belum selesai."
__ADS_1
"Iyalah gimana mau selesai kalau Ibu udah kabur duluan. Nah atau jangan-jangan Ibu maunya saya nyusulin ke kamar ya?"
Kezra mendelik.
"Dasar bocah gila! Awas aja kalau kamu berani masuk kamar saya. Tamat riwayat kamu!" ancam Kezra.
"Uhh takut," ejek Keanu dengan tawa yang semakin menjadi.
Kezra tidak mempedulikan tawa bocah tengil itu. Ia segera melangkah meninggalkan Keanu, tapi baru beberapa langkah wanita itu sebelum sampai ke kamarnya Keanu memanggil Kezra sehingga wanita itu menoleh dan menghentikan langkahnya.
"Bu Kezra!"
"Kenapa lagi?!"
"Ada yang ketinggalan."
Kezra mengerutkan keningnya.
"Apa?"
Keanu mengeluarkan jarinya dari dalam saku celana, lalu mengarahkan pada gurunya yang terlihat kebingungan. Jarinya membentuk Finger heart.
"Saranghae ...." ucap Keanu dengan senyum teramat manis.
Bola mata Kezra mendelik dengan sempurna.
"Astaga naga bocah stres!" ia segera membalikkan tubuhnya.
"Saranghae Bu Kezra." teriak Keanu. Wanita itu segera menutup telinganya dengan kedua tangan. Terus berjalan ingin segera sampai ke kamar agar tidak lagi mendengar suara Keanu yang terus-menerus mengatakan kata ajaib berbahasa Korea itu.
"Dia benar-benar sudah tidak waras!" umpatnya kesal seraya menggelengkan kepala.
Sementara itu Keanu terkikik geli. Ia menurunkan tangannya lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa yang tadi di pakai oleh Kezra. Aroma vanila tercium.
__ADS_1
"Bahkan meski Ibu udah ke kamar pun baunya masih tercium di sini. Ah sangat menenangkan." ujarnya seraya menutup kedua matanya. Menghirup lamat-lamat aroma vanila yang di tinggalkan oleh Kezra.
"Bu Kezra, saranghae." ucapnya dengan netra yang terpejam. Senyum masih terbingkai indah di wajah tampannya. Entahlah, ia merasa sangat suka menjahili gurunya itu. Mungkin ia benar-benar sudah jatuh. Ya, jatuh cinta!