
"Masih mual, nggak?" tanya Keanu khawatir. Pasalnya Hari ini Kezra terus mual dan muntah. Wanita itu akan berhenti mual saat Keanu menjauh darinya.
"Mending kamu jauh-jauh deh Ke! Kamu itu bau, setiap mencium bau kamu aku ingin muntah!" ujar Kezra dengan menahan gejolak dari perutnya. Ada rasa ingin muntah yang terus mengaduk perutnya.
"Siapa yang bau sih, sayang? Aku udah mandi, udah pakai parfum juga. Kok masih di bilang bau?" Keanu mencium bajunya, bahkan ketiaknya. Tapi ia merasa bahwa dirinya tidak bau dan masih wangi.
"Pokoknya kamu itu bau! Jangan dekat-dekat. Dan malam ini kamu tidur di luar. Jangan tidur sama aku!" sontak saja ucapan istrinya membuat Keanu mendelik.
"Loh, kok gitu? Kamu ngusir aku yang?"
"Iya! Pokoknya aku nggak mau tidur sama kamu sebelum kamu wangi! Aku nggak mau tidur sama kamu karena kamu itu bau!"
"Astaga Bu Kezra sayang. Aku itu wangi, nggak bau. Lagian nanti gimana kalau aku kedinginan? Siapa yang peluk aku kalau kita tidur terpisah?"
"Peluk aja guling! Pokoknya malam ini kamu harus tidur di luar. Aku nggak mau tidur sama kamu!" tegas Kezra yang membuat Keanu melongo. Sepertinya keputusan istrinya sudah bulat, membuatnya hanya bisa menggaruk kepala.
Saat keduanya adu mulut, terdengar suara ketukan di pintu.
"Buka sana! Aku mau muntah lagi!" Kezra berlari ke belakang, sementara Keanu segera berjalan ke depan.
"Siapa sih malam-malam begini datang? Nggak mungkin kan dua kecebong itu lagi?" pria itu bersungut-sungut. Rasa kesalnya belum hilang, di tambah lagi dengan kedatangan tamu yang tak di undang.
Pria itu membuka pintu, melihat dari atas sampai bawah pada tamu yang berdiri di hadapannya. Wajahnya berubah semakin kesal.
"Ada apa kesini?" tanya Keanu dengan tak ramah.
"Saya mau cari Kezra." jawab pria yang ternyata adalah Lukas.
"Mau apa mencarinya malam-malam begini?" tanya Keanu lagi. Ia menatap pria yang ada di hadapannya dengan tatapan tidak suka.
"Apa urusannya dengan kamu?"
"Eh Lo bertamu ke rumah orang yang sopan, ya! Kalau nggak ada urusan yang penting lebih baik Lo pergi dari sini!" usir Keanu.
"Berani banget bocah kayak Lo ngusir gue. Emangnya Lo siapa, hah?" tantang Lukas dengan angkuh.
__ADS_1
"Ini rumah gue, jadi gue berhak ngusir siapa aja yang menggangu ketenangan gue. Dan elo, udah ganggu ketenangan gue. Sebaiknya Lo pergi sekarang juga atau Lo akan menyesal!" Keanu menunjuk wajah Lukas dengan marah.
"Mana Kezra?" Lukas tak mengindahkan ancaman Keanu. Bahkan pria itu hendak melangkah masuk mencari keberadaan Kezra. Melihat hal itu membuat Keanu semakin marah. Ia mendorong tubuh Lukas dengan keras.
"Dasar brengsek! Lo nggak denger apa yang gue bilang, hah?" teriak Keanu dengan amarah yang memuncak. Pria di depannya itu benar-benar membuatnya muak dan marah.
"Gue cuma mau ketemu sama Kezra!"
"Gue nggak mengizinkan Lo buat ketemu Kezra! Sebaiknya Lo pulang sekarang!"
"Lo itu siapa sih sebenernya? Bukannya Lo cuma sepupu Kezra ya? Kenapa Lo terus-terusan menghalangi gue buat ketemu sama Kezra, hah?"
"Karena gue ...."
"Lukas?" suara Kezra membuat Keanu tidak melanjutkan ucapannya. Kedua pria yang sedang bersitegang itu menoleh ke sumber suara. Tampak Kezra berdiri dengan wajah pucat menatap bingung pada keduanya.
"Kezra, akhirnya aku bisa melihat kamu lagi." Lukas menarik sudut bibirnya, kakinya melangkah menghampiri sang mantan.
"Lukas, kenapa kamu ada di sini?"
"Aku ingin menemui kamu, Kezra. Bukankah kemarin aku bilang, aku ingin kembali padamu?"
"Aku kesini hanya ingin memastikan, Kezra."
"Memastikan apa?" kening wanita itu berkerut sangat dalam.
"Memastikan kamu baik-baik saja. Oh ya, kenapa wajahmu terlihat sangat pucat? Apakah kamu sakit?"
"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing dan mual."
"Mual?" Lukas menatap Kezra dengan curiga.
Kezra mengangguk ragu,
"Sudah bertemu, kan? Sekarang pulanglah dan jangan pernah kembali lagi kesini!" ucap Keanu dengan marah. Ia menatap Lukas dengan amarah luar biasa. Lukas menarik sudut bibirnya, ia mendekati Keanu dengan senyum licik.
__ADS_1
"Apa yang telah kamu lakukan pada Kezra?"
Kening Keanu berkerut, ia menatap Lukas dengan bingung.
"Apa maksud kamu, hah?"
Lukas tersenyum kecil, tatapannya beralih pada Kezra. Mengamati tubuh dan wajah wanita itu, lalu kembali menatap Keanu dengan tatapan mengintimidasi.
"Aku curiga, bahwa Kezra sedang hamil. Dan yang menghamili Kezra adalah kamu!" Lukas menunjuk wajah Keanu dengan sengit.
"A-apa? Ha-hamil?" sahut keduanya berbarengan. Mereka saling tatap, lalu kembali pada Lukas.
"Kenapa kalian terkejut? Dua orang berbeda jenis kelamin tinggal di bawah atap yang sama. Keduanya berpeluang besar untuk melakukan hal itu. Apakah benar, begitu?"
Sepasang suami istri itu terdiam. Apa yang di katakan oleh Lukas ada benarnya. Kezra memang sudah terlambat datang bulan.
"Bagaimana ya jika kabar ini sampai di telinga pihak sekolah? Seorang murid dari sekolah mereka menghamili seorang guru yang mengajar di sekolah yang sama. Wah wah ...
Semuanya pasti akan sangat seru."
"Apa mau kamu sebenarnya Lukas?" tanya Kezra dengan tatapan dingin. Lukas balik menatap Kezra dengan dendam yang amat besar.
"Aku hanya ingin melihat kalian hancur! Aku ingin melihat kalian sama-sama di keluarkan dari sekolah! Aku tidak akan membiarkan hidup kalian tenang! Dasar wanita murahan! Selalu menolak saat aku sentuh, tapi pasrah saat di sentuh bocah sialan ini! Cih ... murahan!"
"Jaga bicara Lo! Jangan sembarangan bilang Kezra wanita murahan!" teriak Keanu tidak terima.
"Kalau bukan murahan, lalu apa hah? Seorang gadis tinggal satu rumah dengan pria yang bukan siapa-siapanya. Yang tidak punya ikatan darah apapun dengannya! Memalukan! Sok alim dan wanita sok baik!"
"Sudah gue bilang jaga bicara Lo!"
Bughh ....
Satu pukulan keras mendarat di wajah Lukas, membuat pria itu mundur ke belakang beberapa langkah.
"Brengsek Lo! Kenapa Lo mukul gue, hah?" Lukas menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Ia tidak terima di perlakukan seperti itu oleh bocah tengil itu.
__ADS_1
"Masih nanya, Lo? Gue udah bilang jaga bicara Lo! Kezra bukan wanita seperti itu!" teriak Keanu dengan marah. Wajahnya telah memerah, urat-urat di kepala dan lehernya tampak menonjol keluar.
"Lihat aja besok! Gue bakal buat semua orang tahu dan membuat kalian berdua Malu! tunggu aja besok!" ancam Lukas seraya pergi.