
Kezra sedang menikmati semilir angin yang menyapa lembut wajahnya. Ia memejamkan mata menikmati kesejukan yang telah lama tak ia rasakan. Di Jakarta, tidak akan ia temui keasrian yang masih terjaga seperti di desa. Kesejukan dan udara segar yang belum tercemar asap pabrik dan asap kendaraan. Gemericik air sungai terdengar lembut di telinganya, menambah keindahan alami yang tercipta.
"Ah, seger banget. Kota dan Desa itu emang benar-benar beda." katanya masih dengan terpejam.
"Ya beda, lah. Mana mungkin sama." sahut seorang pria dari arah belakang. Wanita yang awalnya terpejam itu membuka matanya dengan cepat, keningnya berkerut sangat dalam.
"Kenapa kayak denger suara bocah tengil itu, ya? Apa aku begitu merindukannya, sehingga aku merasa dia ada di sini? Ah, benar-benar nggak waras nih. Ya kali sampe segitunya." bantahnya seraya menepuk kepalanya.
"Masak sih, aku berhalusinasi dia ada di sini? Jangan macem-macem deh, Ke. Masak kamu kangen sama bocah tengil dan menyebalkan kayak si Keanu? Ya kali dia nyamperin kesini. Yang ada dia malah seneng nggak ada aku, bisa bolos dan balapan seenak dia." ia mengoceh sendiri, sementara pria yang ada di belakangnya mati-matian menahan tawa yang akan meledak.
"Tau ah, mending merem lagi." katanya seraya kembali memejamkan mata.
"Cie, yang diam-diam kangen sama saya. Pantesan bulu mata saya jatuh terus, ternyata ada yang kangen toh." Kali ini tak hanya matanya yang terbuka dengan cepat, bahkan kepalanya ikut memutar mencari sumber suara. Betapa terkejutnya Kezra setelah mendapati pria yang kini berdiri di depannya. Tubuhnya kaku, bola matanya membulat sempurna. Terpaku pada sosok tengil menggunakan seragam sekolah dengan jaket denim yang di kenakan. Ia mengucek matanya untuk memastikan penglihatannya yang salah.
"Ah gila! Abis makan kecubung apa ya? Kok halusinasi gini? Apa beneran kangen ya, sampe segininya." ujarnya tak percaya. Ia merasa dirinya sedang berhalusinasi melihat Keanu ada di hadapannya.
"Ibu nggak halusinasi! Ini beneran saya, saya ada di sini." kata Keanu seraya menahan tawa karena melihat kekonyolan gurunya.
"Ini beneran kamu?" Kezra menatap Keanu tak percaya.
"Iyalah, masak hantu?"
"Kok kamu ada di sini?"
"Iya dong. Saya bisa ada di mana aja sesuai kemauan. Lagian, di namakan istri apa yang pulang ke rumahnya nggak bilang sama suaminya? Apa tanggapan ayah dan Ibu mertua mengenai menantunya yang tampan ini? Membiarkan istrinya pulang kampung sendirian. Atau jangan-jangan istrinya takut suaminya laku keras kalau di bawa pulang kampung? Secara, suaminya kayak bintang Korea, gini. Cewek mana yang menolak pesonanya?" pria muda itu menaik turunkan alisnya menggoda sang guru yang bibirnya sudah mengerucut.
"Dasar! Tengilnya nggak ilang-ilang. Makin narsis dan sombong nggak ketulungan!" Kezra mencebik.
"Haha ... Tapi bener, kan. Saya itu tampan dan mempesona."
"Mimpi kamu! Ngapain sih nyusul segala?"
__ADS_1
"Haish ... nggak mimpi, emang kenyataan kok. Jangan tanya kenapa nyusul! Udah di bilang kan tadi, ntar ayah sama Ibu mikir yang enggak-enggak tentang menantunya ini. Makanya aku ke sini."
"Ayah dan Ibu nggak bakal mikir aneh-aneh tentang kamu! Yang ada aku di ceramahin terus gegara nggak ngajakin kamu ke sini dan pergi nggak pamitan sama suami tengil kayak kamu."
"Wah, ayah dan ibu mertua emang baik banget. Wajib sungkem ini, sama mereka."
"Dih, lebay."
"Hahaha ... meski pun saya lebay, tapi ngangenin kan?"
"Dih, ge-er. Siapa yang kangen? nggak ada tuh." bantah Kezra sehingga membuat Keanu terbahak.
"Jangan ngelak lagi. Jelas-jelas tadi bilangnya kangen. Udah, kita sama-sama kangen. Jadian yok."
"Dasar bocah tengil nggak waras! Beraninya ngajakin gurunya jadian."
"Eh jangan kan jadian, ngajakin nikah aja berani!"
"Aduh ... baru beberapa hari balik kampung udah amnesia aja."
"Kamu kok tahu saya di sini, sih?"
"Tahu lah, Keanu gitu loh. Nggak akan ada yang saya nggak tahu."
Kezra mencebik, memutar bola mata jengah.
"Kita itu sama-sama kangen, sini peluk. Biar ilang kangen nya."
"Dih! Apaan sih peluk - peluk? Bukan muhrim!"
"Heh nona. Apakah kamu lupa bahwa kita sudah halal?"
__ADS_1
"Di kira sapi, halal?"
"Ya beda dong. Eh, tau nggak cerita si babi sama Sapi?"
"Apaan?"
"Gini nih, si Babi 'kan lagi jalan tuh sama sapi. Terus dia ngomong gini, Pi kok gue haram ya buat manusia?"
"Terus?" Kezra mendengarkan.
"Ya terus kata Sapi, ya emang Lo haram. Beda sama gue, yang halal dari Sononya."
"Kalo gitu, buruan halalin gue. Biar gue nggak haram lagi! kata si Babi. langsung deh si Sapi kebingungan. Lucu kan?" ia tertawa, sementara Kezra hanya menatap Keanu dengan aneh.
"Apaan sih? nggak ada lucu-lucunya!"
"Ish, ketawa dikit aja Napa? Udah usaha buat lawak nih. Eh malah nggak lucu."
"Garing tau nggak. Kriuk,"
"Astaga. Yang penting, kita sama-sama kangen kan?"
Kezra hanya menghela napas kesal. Ia tidak mau mengakui bahwa ia juga rindu dengan bocah tengil yang sering membuatnya kesal itu.
"Bener, 'kan Ibu kangen sama saya?"
"Enggak!"
❤️❤️
Jangan lupa like, komentar dan giftnya yah. Ohya, sambil nunggu Kezra dan Keanu up, bisa mampir ke karya baru author yang berjudul "Setelah malam pertama" Tapi siapin tisu banyak-banyak, yah. Dan siapin hati yang bakalan kesel dan dongkol banget sama suami dan adiknya tiri si Aisyah. Hihihi, wajib mampir yak. Author tunggu loh 🤭
__ADS_1
Salam sayang untuk kalian semua 😘😘