
Keanu bersiap untuk pergi saat Kezra sedang menonton televisi. Melihat suaminya yang telah rapi dengan memakai celana jeans bewarna hitam dan Jaket kulit bewarna senada. Kezra mengernyitkan keningnya, lalu menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Setelah pulang sekolah Keanu hanya berdiam diri di kamar, lalu tiba-tiba sekarang pria itu bersiap untuk pergi.
"Mau kemana?" tanya Kezra. Keanu berhenti, menatap istrinya tidak enak. Ia berjalan perlahan mendekati Kezra lalu duduk di sebelah wanita itu. Tatapan Kezra tak lepas dari pria yang kini tengah menunduk mencari alasan.
"Mau balapan?" tebak Kezra. Keanu menoleh, menatap Kezra sebentar. Ia tidak berani menatap istri cantiknya itu.
"Tidak." ia menggeleng.
"Lalu? Mau kemana malam-malam begini?"
"Saya ada perlu sebentar."
"Sama siapa? Mau ngapain?"
"Sendirian. Ada yang perlu di beli." jawab Keanu asal.
"Bohong! Pasti udah janjian sama cewek 'kan?" tuding Kezra penuh rasa curiga.
"Haha ... Jangan mengada-ada deh. Mana mungkin saya janjian sama cewek?" Keanu mengelak, ia tertawa canggung.
"Lalu mau kemana? Saya ikut ya?"
"A-apa? ikut?" Keanu mendelik. Wanita yang ada di sebelahnya hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ini sudah larut malam. Sebaiknya Ibu di rumah aja. Oh ya, jangan tunggu saya pulang. Ibu langsung aja pergi ke kamar."
"Kenapa saya tidak boleh ikut? Sudah tahu larut malam, tapi kenapa malah nekat keluar?" protes Kezra. Keanu di Landa kebingungan, ia menoleh pada jarum jam dinding yang terus berputar.
"Sebentar aja. Ibu langsung tidur, dan jangan nungguin saya. Oke?" Keanu mencium kening istrinya sebentar lalu berdiri dan pergi dengan terburu-buru. Kezra yang melihat Keanu tetap pergi pun kesal. Bibirnya maju beberapa senti karena di abaikan oleh pria itu.
"Mau kemana sih malam-malam begini? Ada apa sebenarnya?" Kezra yang penasaran pun segera menelpon seseorang.
__ADS_1
"Tolong ikuti Keanu sekarang juga. Sesampainya di tempat yang di tuju, segera kabari saya." kata Kezra kepada seseorang yang ada di seberang telepon. Wanita itu segera menyimpan ponselnya, lalu pergi ke kamar.
Keanu segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Ia melesat di sepanjang jalanan yang ramai. Menyalip mobil satu dan mobil lainnya agar ia tidak terlambat. Sesampainya di tempat yang di tuju, Keanu segera masuk. Suara hingar-bingar dan lampu club' malam membuatnya pening.
"Kenapa Lisa memintaku bertemu di tempat seperti ini?" rutuknya sembari menghindari para pengunjung yang sedang berjoget ria di bawah lampu yang gemerlap. Pria itu terus menerobos kerumunan manusia untuk menemukan keberadaan Lisa. Ia sesekali menyipitkan mata mencari gadis yang memintanya datang. Hingga akhirnya ia menemukan gadis itu duduk seorang diri di salah satu kursi yang tak jauh darinya. Setelah melihatnya Keanu pun mempercepat langkahnya.
"Kenapa mengajakku bertemu di tempat seperti ini?" tanya Keanu setelah dekat dengan Lisa. Melihat kedatangan pria yang di sukainya Lisa pun tersenyum penuh arti.
"Hai, Ke. Akhirnya kamu datang juga. Aku udah yakin kamu pasti akan datang." kata gadis itu dengan nada ceria dan bahagia.
"Jika tidak karena Bu Kezra, gue nggak akan datang ke tempat seperti ini!"
Lisa tertawa getir.
"Apakah segitu besarnya cinta Lo sama Bu Kezra?" tanya Lisa penuh sakit hati.
"Nggak usah di tanya lagi. Yang pasti gue cinta banget sama Bu Kezra. Jadi, jangan macam-macam deh Lo."
"Gila Lo. Kayak nggak ada cewek lain aja. Bu Kezra itu umurnya jauh di atas kita. Lagi pula dia itu guru kita."
"Terserah gue mau cinta sama siapa. Bukan urusan Lo! Sekarang bilang Lo mau apa?" geram Keanu. Ia mulai tidak nyaman berada di tempat seperti itu. Padahal ia juga nakal, tapi ia bersama teman-temannya tidak pernah menginjakkan kaki ke club'.
"Duduk dulu. Kita bicarakan gimana nantinya nasib Bu Kezra di tangan gue."
"Lo bilang nggak akan nyebarin semuanya kalau gue datang."
"Ya makanya duduk dulu, Ke. Kita bicara baik-baik."
"Emangnya nggak ada cafe lagi ya?"
"Ya enggak gitu juga. Kebetulan teman-teman aku ngajakin."
__ADS_1
"Mana teman-teman Lo?"
"Itu, di sana!" Lisa menunjuk pada kerumunan manusia yang sedang berjoget. Pakaian mereka sangat minim, sehingga membuat Keanu malas untuk sekedar melihatnya.
"Lalu apa yang Lo inginkan dari gue?"
"Gue cuma mau Lo temenin gue minum. Abis itu, Lo boleh pulang dan lanjutin hubungan Lo sama Gue."
"Gila Lo! ngancem gue cuma buat beginian?"
"Ya kalau nggak gini Lo nggak akan mau, Ke. Padahal gue cuma minta di temenin minum sama Lo." Rajuk Lisa.
"Astaga. Terserah." akhirnya Keanu menenggak minuman yang telah di sediakan di atas meja tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun. Diam-diam Lisa mengulas senyum licik. Ia terus menenggak minumannya begitu pun dengan Keanu. Beberapa menit setelahnya Keanu merasa kepalanya sangat berat.
"Kenapa kepala gue berat banget?" Keanu memijit pelipisnya yang terasa sakit. Lisa mendekati, lalu mencoba untuk membantu Keanu. Ia merapatkan tubuhnya pada lengan Keanu, lalu membantu Keanu memijit pelipisnya.
"Apakah bagian sini?" tanya Lisa dengan suara lembut.
"Menjauh lah Lisa." Keanu menepis tangan Lisa yang terlanjur menempel. Pria itu merasakan panas dan ada yang aneh di tubuhnya. Sementara Lisa terus merapatkan tubuhnya ke tubuh Keanu sehingga membuat pria itu semakin merasakan panas dan bergairah.
"Lo kasih apa dalam minuman gue" tuding Keanu setengah sadar. Ia berusaha tetap sadar meski jemari Lisa semakin berani menelusuri wajahnya hingga ke leher pria itu.
"Gue cuma pengen dekat sama Lo. Gue pengen kita ngabisin malam ini berdua." bisik Lisa dengan mendayu.
"Gila lu ya. Lo pikir gue cowok apaan?"
"Malam ini aja Ke. Gue yakin pasti Lo menginginkan hal yang sama kayak gue." Tubuh Keanu semakin terasa panas, apalagi Lisa terus memancing hasrat pria itu. Sesekali ia mencium pipi dan bibir Keanu.
"Menjauh lah, Lisa." Keanu menggeram. Lisa tidak mengindahkan ucapan Keanu. Ia terus menelusuri tubuh pria itu dengan tidak tahu malu. Tiba-tiba Lisa menemukan Bibir Keduanya. Mati-matian Keanu ingin melepaskan diri, tapi sialnya tubuh pria itu malah menikmati segala sentuhan yang Lisa berikan. Sehingga ia hanya diam dan tidak bisa menolak. Dan ketika Lisa sedang asyik menelusuri setiap jengkal tubuh Keanu, tiba-tiba Kezra sudah ada di hadapan mereka.
"Lisa! Keanu! apa yang kalian lakukan?" keduanya tampak ketakutan dan terkejut.
__ADS_1