Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
di Lampu merah


__ADS_3

"Orang jaman sekarang, nggak liat situasi lagi ya. Kapan pengen, langsung aja tancap gas. Gak peduli dengan sekitar." celetuk Keanu ketika berhenti di lampu merah. Ia melihat sepasang kekasih di seberang jalan yang ada di depan pintu masuk hotel bintang lima. Sepasang kekasih itu berciuman dengan mesra, seperti terburu-buru dan sudah tidak bisa lagi membendung hasrat keduanya.


"Apa sih, kamu Ke? Biarin aja, sih."


"Ya, abisnya mereka nggak liat situasi. Kan saya jadi pengen ...." ujar Keanu berkelakar.


"Astaga ini anak. Sekolah aja belum tamat, udah pengen yang enggak - enggak!" Kezra memukul bahu pria yang ada di hadapannya itu.


"Aduh ... Sakit, Bu." Keanu mengelus bahunya yang tak seberapa perih. Keduanya tertawa kecil sembari melihat sepasang kekasih yang sedang bercumbu itu. Hingga Kezra tiba-tiba menghentikan tawanya, menyipitkan mata demi menangkap dengan jelas sosok pria yang bersama wanita berpakaian seksi itu.


"Sepertinya itu cowok nggak asing, deh." ujarnya seraya terus memperhatikan pria itu. Keanu pun ikut mempertajam penglihatannya, mengamati dengan seksama sepasang kekasih yang baru saja melepaskan tautan bibirnya.

__ADS_1


Deg ....


Jantung Kezra seakan berhenti. Kedua netranya refleks melebar dengan sendirinya, tubuhnya gemetar dan badannya panas dingin. Tubuhnya begitu lemas bagai tak bertulang. Keanu yang menyadari siapa pria itu pun ikut gemetar.


"Mas ... Lukas ...." lirih wanita cantik itu di iringi buliran bening yang tak sabar untuk turun. Keanu mengepalkan tangannya, melirik wajah Kezra dari kaca spion. Melihat wajah pucat penuh air mata dari istrinya itu membuat Keanu menggertakkan gigi.


"Dasar pria brengsek!" umpatnya di dalam hati.


"Ah ... sial!" Keanu memukul motor bagian depannya dengan kesal. Ia pun melajukan motornya dengan pelan, meninggalkan rasa penasaran, kesal serta amarah menjadi satu.


Ia menepikan motornya di trotoar, terdengar isakan tangis di belakangnya.

__ADS_1


"Bu, kenapa menangis?" tanya Keanu tanpa menoleh. Ia memejamkan mata dan kedua tangannya terkepal dengan kuat. Tak ada sahutan, yang ada hanya isakan demi isakan kesedihan. Keanu menghela napas panjang, sungguh dirinya ingin menghajar Lukas hingga babak belur.


"Bu, jangan menangis. Bisa saja kita hanya salah lihat." Ujar Keanu mencoba untuk menepis kenyataan yang sebenarnya ia pun tahu.


"Jangan mencoba untuk mengelabuhi saya. Saya sangat mengenali mas Lukas, caranya tertawa, tubuhnya, cara berjalannya. Saya sangat yakin jika itu Mas Lukas. Tapi, apa iya jika itu mas Lukas? Apa iya, dirinya tega mengkhianati saya?" lirihnya seraya menatap kosong ke arah jalan yang ramai. Netranya berkeliaran, mencoba menembus ke dalam hotel yang berada tak jauh darinya. Hatinya terasa amatlah sakit, bagai tertusuk ribuan jarum beracun. Perlahan racun itu mengalir di seluruh urat nadi, menyebarkan racun mematikan yang membuat seluruh tubuhnya lumpuh hingga mati.


"Bu, mungkin kita salah lihat. Sudahlah, ayo kita pulang aja. Bukankah Lukas mengatakan jika dirinya lembur malam ini?" Keanu mencoba meyakinkan Kezra bahwa yang ada di hotel tadi bukankah Lukas. Sungguh, dirinya tidak ingin jika istrinya merasakan sakit luar biasa di karenakan oleh ulah kekasihnya.


"Saya yakin, itu tadi Mas Lukas." Tanpa aba-aba, Kezra segera turun dari motor Keanu. Mencoba untuk memastikan apakah benar yang diring lihat tadi.


"Ibu mau kemana?" tanya Keanu. Tak ada sahutan, Kezra terus berjalan menuju hotel yang tidak jauh dari keberadaan mereka. Tanpa membuang waktu, Keanu segera menyusul wanita itu.

__ADS_1


"Bu, tunggu saya."


__ADS_2