
Setelah makan malam, Kezra dan Keanu duduk di teras rumah bersama kedua orang tuanya. Duduk di kursi kayu sederhana yang ada sana. Tak lama terdengar suara Kiki yang merengek ingin pergi ke pasar malam.
"Bu, Kiki udah lama pengen ke pasar malam. Ayo kita pergi, Bu." Ibu Kezra saling melemparkan pandangan dengan sang ayah.
"Dimana ada pasar malam?" tanya Keanu dan Kezra hampir berbarengan. Keduanya saling lirik, selanjutnya terdengar tawa dari semua yang ada di sana.
"Cie ... barengan. Kak Keanu dan Kak Kezra emang jodoh. Dari nama aja udah kelihatan kalau jodoh. Sama-sama Ke, terus kompakan." celetuk Kiki adik Kezra.
"Apaan sih, dek? anak kecil tahu aja jodoh-jodohan." kata Kezra seraya menoel pipi gembul sang adik.
"Tahu dong, masak nggak tahu." kata Kiki sok tahu.
"Astaga anak Ibu dan Ayah, kecil-kecil udah pinter banget." kata Kezra dengan menggeleng.
Kedua orangtuanya hanya tertawa.
"Eh, bocil. Dimana ada pasar malam?" tanya Keanu penasaran.
"Ada di kampung sebelah, kak. Kakak mau kesana?" tanya Kiki antusias.
"Emang pasar malam itu apa?"
Keempat orang di sana saling pandang.
"Kamu seriusan nggak tahu apa itu pasar malam?" tanya Kezra dan di balas dengan gelengan kepala oleh Keanu.
"Astaga. Udah Segede ini nggak tahu pasar malam?" Keanu kembali menggeleng.
"Pasar malam itu, banyak yang jual sayuran sama ikan tapi malam-malam ya?" tebak Keanu dan di sambut gelak tawa. Keanu menggaruk kepalanya yang terasa gatal, ia cukup malu karena di tertawakan oleh keluarga Keanu.
"Ya sudah, ajak Nak Keanu ke pasar malam biar dia tahu apa itu pasar malam. Namanya juga orang kota baru masuk kampung." celetuk sang ayah.
"Iya, Ke. Ajak Nak Keanu ke pasar malam. Kasihan dia nggak tahu pasar malam."
"Iya deh iya. Kita pergi ke pasar malam bertiga." kata Kezra akhirnya. Terdengar teriakan kegirangan dari Kiki, bocah itu melompat kegirangan.
"Nanti di sana Kiki mau ke rumah hantu, yah kak. Terus mau naik kincir angin, terus mau naik apalagi yah." Kiki meletakkan jari telunjuknya di dagu. Memikirkan ingin menaiki wahana apa lagi yang ada di sana.
__ADS_1
"Lah kok ada kayak begituan?" tanya Keanu kaget.
"Iya ada lah. Namanya juga pasar malam." kata Kezra.
"Bukannya kalo pasar itu banyak yang jualan sayuran sama ikan, ya?"
"Itu mah beda lagi." Keanu semakin menggaruk kepalanya yang gatal. Ia benar-benar tidak mengerti mengapa di pasar ada wahana seperti itu.
"Ya udah, buruan gih pergi. Nanti keburu malam." kata Ibu mengingatkan.
"Kezra ambil tas dulu, ya." gadis itu segera masuk ke dalam rumah, meraih ponsel dan tas kecil miliknya. Menguncir rambutnya tinggi-tinggi ke atas menyerupai ekor kuda. Memoleskan sedikit lip-tin ke bibirnya yang mungil. Tak lupa menyemprotkan parfum ke tubuhnya agar lebih fresh. Setelah selesai, ia segera keluar.
"Ayok. Kakak udah siap."
"Wah kakak cantik sekali. Kayak mau pergi sama pacarnya aja." kata Kiki seraya menatap Kakaknya dengan takjub.
"Baru tahu kakak cantik? Kemana aja?" canda Kezra seraya tertawa.
"Idih. Di puji dikit langsung terbang." cibir Kiki.
"Emang burung, pake terbang segala. Ayo ah, udah malam." Keduanya langsung menyalami kedua orang tua mereka.
"Nggeh, Bu " sahut keduanya bersamaan. Sementara Keanu masih terpaku dengan kecantikan gurunya itu. Hingga Kakak beradik itu sudah melangkah keluar, Keanu masih terpaku melihat Kezra sehingga wanita itu berbalik menghampiri sang murid.
"Woy! Melamun aja sih. Ayo berangkat! Udah malam ini." kata Kezra sehingga membuat Keanu tersadar.
"Astaga, ngagetin aja sih."
"Ya abisnya kamu melamun."
"Hehe ... ayo berangkat." Keanu pun menyalami kedua mertuanya, meminta izin untuk pergi bersama kedua anaknya.
"Hati-hati ya Nak, pulangnya jangan terlalu malam."
"Baik, Yah. Bu. Keanu pergi dulu," Kedua orang tua itu mengangguk. Keanu akan memakai helm dan Kezra mencegahnya.
"Ngapain pake helm sih?"
__ADS_1
"Lah, ntar di tilang polisi."
Kezra hampir tertawa karena mendengarnya.
"Ya ampun Ke, di kampung nggak bakalan ada yang nilang. Ayo ah buruan. Jangan pakai helm!"
"Oh, gitu ya?"
"Iya dudul!"
Keanu meletakkan helmnya, lalu menghidupkan mesin motornya. Menyuruh Kiki untuk naik di depan sementara Kezra di belakang.
"Eh, Bu. Kita kayak keluarga bahagia yang mau jalan-jalan sama anaknya ya." kata Keanu seraya tertawa.
"Astaga ini anak mikirnya udah kejauhan." Kezra menoyor kepala pria yang ada di depannya.
"Boleh dong, ngayal dikit untuk masa depan."
"Terserah!" kata Kezra.
"Haha ... Bikin yok, Bu. Biar khayalan saya jadi kenyataan." Sontak saja pria itu mendapatkan pukulan di bahunya.
"Bikin pake apa? Bikin pake tepung? Terus di adon, kalo selesai masukin ke oven?"
"Ya elah, itu mah kue."
"Lah iya, enak aja ngajakin bikin. Di kira bikinnya gampang apa?"
"Gampang, Bu. Gampang banget. Ayo kita bikin."
"Dasar cowok gila! Ayo buruan berangkat."
Kiki hanya tertawa melihat kedua orang yang ada di belakangnya ribut.
"Kakak kayak tom and Jerry." celetuknya.
Ketiganya pun kembali tertawa bersama dan setelah reda, Keanu melajukan motornya menuju pasar malam.
__ADS_1
"Semoga Kezra mau menerima Nak Keanu, ya Pak." kata Ibu Kezra setelah ketiganya pergi.
"Semoga saja, Bu. Semoga mereka berdua bahagia dan mau menerima pernikahan mereka."