
Keanu masih mencari keberadaan Kezra, bahkan ia sudah mencari ke seluruh penjuru sekolah tapi tetap tak di temui sang guru kesayangan. Bahkan Kedua temannya juga ikut mencari keberadaan Guru mereka tersebut. Dugaan keduanya tentang sesuatu di antara Kezra dan Keanu semakin kuat, sehingga membuat Dion memberanikan diri untuk bertanya demi memuaskan rasa penasaran yang selalu menghantui keduanya.
"Ke, sebenarnya Lo punya hubungan apa sih sama Bu Kezra? Kok sampe segininya Lo nyariin doi?" tanya Dion pada Keanu yang terlihat sangat khawatir.
"Hubungan apa sih? Gue sama Bu Kezra nggak ada hubungan apa-apa selain murid dan guru. Jangan aneh-aneh kalian!" sanggah pria muda itu seraya mendelik.
"Tapi, kemarin ... Kita liat Lo sama Bu Kezra jalan berdua. Terus kalian makan suap-suapan." celetuk Rifky dan langsung di sikut oleh Dion. Sadar bahwa dirinya keceplosan, Rifky refleks menutup mulut. Mendengar hal itu pun membuat Keanu melotot lebih lebar.
"Kalian melihatnya?"
Keduanya mengangguk serempak.
"Tutup mulut kalian rapat-rapat. Anggap saja kalian tidak melihat atau mendengar apapun jika kalian ingin selamat!" ancam Keanu sehingga membuat kedua pria muda itu bungkam seraya ketakutan. Bagaimana pun mereka masih sayang dengan nyawa sendiri.
"Sekarang, cari lagi Bu Kezra sampai dapat. Awas kalau nggak ketemu! Ohya, jangan katakan apa yang kalian lihat malam itu pada siapa pun!"
Keduanya mengangguk takut, lalu sedetik kemudian Keanu melesat pergi untuk mencari keberadaan Kezra yang belum juga ia ketahui.
"Lo sih, sampe keceplosan! Harusnya rem tuh mulut. Lagian mulut cowok kok lemes banget sih!" Gerutu Dion seraya menoyor kepala sahabatnya.
"Ish gue kan penasaran. Hubungan mereka kayak nggak wajar. Nggak kayak murid sama guru." Rifky bermonolog.
"Bener sih, Gue juga dari kemarin curiga sebenarnya."
"Iya sih, tapi ya udah lah. Inget apa kata Keanu tadi. Jangan sampe ada yang tahu! Bisa tamat riwayat kita." kata Rifky seraya bergidik. Biar bagaimanapun aura Keanu sangat mengerikan jika sedang marah. Keduanya memutuskan untuk kembali mencari guru mereka yang hilang.
Tanpa keduanya sadari, ada seorang murid perempuan yang mendengar percakapan mereka. Gadis berambut panjang itu pun tersenyum penuh arti.
"Wah, ada gosip baru nih. Gue penasaran, gimana ya reaksi Lisa kalau tahu gosip ini? Gue jamin si Lisa bakal ngamuk gede nih." ia terkikik geli, lalu pergi meninggalkan koridor sepi yang menjadi saksi bisu.
__ADS_1
🌷🌷
Keanu baru saja sampai ke parkiran ketika pamannya memanggil dirinya. Ia menoleh dengan malas, berdiri tegak sembari menunggu pamannya mendekat.
"Mau kemana kamu?"
"Bukan urusan paman!" jawabnya acuh.
"Jaga bicara kamu, Keanu! Saya ini paman kamu!" sergah pria itu dengan marah. Keanu hanya diam, malas menanggapi.
"Saya tanya kamu mau kemana? Mau bolos lagi?"
"Mau keluar,"
"Kamu ini sebentar lagi akan ujian kelulusan. Coba belajar dengan benar! Semakin hari semakin ngelunjak saja. Semakin hari semakin parah saja kelakuan kamu. Paman berharap kamu lebih baik setelah menikah dengan Bu Kezra. Tapi ternyata kelakuan kamu malah lebih parah."
Keanu menatap pamannya tidak suka.
"Lalu? Kalau bukan dia yang membuat kamu seperti ini, lalu siapa? saya menaruh harapan lebih sama dia untuk merubah kamu menjadi lebih baik. Tapi dia malah membuat kamu lebih nakal dari kemarin. Lebih baik saya bebas tugaskan saja dia sekalian." ujarnya dengan kesal.
"Apa maksud paman? Paman tidak bisa seenaknya memecat Bu Kezra hanya karena Keanu! Jangan mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan!"
"Anak kecil seperti kamu itu tahu apa?"
"Jangan panggil saya anak kecil! Saya sudah dewasa, Paman!"
"Dewasa kamu bilang? Orang dewasa tidak akan bertingkah seperti kamu! Yang suka keluyuran tidak jelas. Bahkan selalu bolos dan tidak ikut pelajaran! Mau jadi apa kamu, hah?"
"Itu urusan saya! Dan semua ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bu Kezra! Jangan melibatkan dia dengan hal apapun!"
__ADS_1
"Terserah! Yang pasti dia sudah saya beri tanggung jawab sebelumnya. Jika dia tidak bisa menyelesaikan tugasnya, maka waktu dia di sekolah ini juga tidak akan lama!"
"Apa maksud paman? Keanu itu masih tanggung jawab paman! Bukan tanggung jawab Bu Kezra! Bahkan seharusnya Keanu yang menjaganya, bukan dia yang menjaga Keanu karena dia istri Keanu!"
"Wah wah, bocah ingusan sudah tahu tanggung jawab dan menjaga istri rupanya. Tapi apa bisa di katakan sebagai suami, jika keberadaan istrinya saja ia tidak tahu?" sindir paman Keanu seraya tersenyum miring. Keanu menatap pamannya curiga, rasa penasaran dan marah semakin menyerangnya kala melihat wajah sang paman. Pria itu mendekat, mencoba bertanya lebih jauh tentang Kezra. Mungkin saja pamannya tahu keberadaan Kezra.
"Katakan, dimana Bu Kezra?!"
"Sudah berlagak sebagai seorang suami? Keberadaan istri sendiri saja tidak tahu!"
"Katakan, dimana Bu Kezra?!" ulang Keanu dengan geram.
"Paman akan memberi tahu keberadaan Kezra, tapi kamu harus menuruti kemauan paman."
Keanu menatap pamannya semakin curiga.
"Apa maksud paman?"
Pria setengah Baya yang ada di hadapannya itu semakin tersenyum lebar. Ia berhasil menggiring ikan masuk ke dalam perangkap.
"Tanda tangani surat penjualan lahan di daerah Jakarta Utara. Maka dengan begitu, paman akan memberi tahu dimana keberadaan Bu Kezra."
"Tidak akan!" tolak Keanu dengan tegas.
"Oh, kalau begitu silahkan cari dia sampai dapat. Paman pun tidak akan memberi tahu keberadaan Bu Kezra."
"Paman mengancam saya?"
"Paman tidak mengancam, hanya saja paman memberikan penawaran. Kamu bisa dapatkan Bu Kezra, dan paman bisa menjual lahan itu. Cukup adil, bukan?" Keanu mengepalkan kedua tangannya dengan geram. Pria yang ada di hadapannya ini begitu licik. Ia menatap penuh kebencian pada adik tiri almarhum mamanya. Jika bisa, ia ingin sekali melenyapkan pria ini.
__ADS_1
"Bagaimana? tanda tangani sekarang juga. Maka kamu akan menemui guru cantik itu secepatnya. Atau jika tidak, maka kamu akan kehilangan wanita itu selamanya!"