Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
pengalaman pertama


__ADS_3

Keanu dan kedua temannya sampai di depan rumah saat Kezra baru saja memarkirkan motornya. Wanita itu menoleh, melihat Keanu yang turun dari motor dan mengejarnya membuat Kezra berlari menghindar.


"Bu, tunggu saya! Ini salah paham!" teriak Keanu seraya mencekal lengan istrinya yang baru saja akan membuka pintu. Kezra menghempaskan tangan pria itu dari lengannya.


"Jangan sentuh saya! Saya tidak mau mendengar penjelasan apapun!"


"Ibu salah paham. Tolong dengarkan saya dulu, Bu." Keanu meminta dengan putus asa.


Kezra menoleh, menatap marah pada suami berondongnya itu.


"Salah paham kamu bilang? Kalian bermesraan dengan sadar masih bilang itu salah paham?" Kezra menggeleng dan menaikkan sudut bibirnya.


"Saya ingin menolak, tapi saya tidak tahu mengapa tubuh saya begitu panas dan malah menikmati sentuhan Lisa."


"Dasar kadal buntung! Jelas saja tubuh kamu menikmati karena kamu juga mau di sentuh oleh dia!" teriak Lisa kesal. Ia mendorong tubuh Keanu ke belakang, hingga pria itu mundur beberapa langkah ke belakang.


Kezra masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Keanu dengan marah. Tidak mau jika Kezra terus marah padanya, Keanu segera menyusul istrinya ke dalam rumah seraya terus memanggilnya.


"Bu Kezra tunggu saya." teriaknya berlari kecil.


Sementara Kedua temannya yang sedari tadi menjadi penonton saling lempar pandang sebentar.


"Itulah mengapa gue nggak mau punya pacar." kata Rifky seraya menatap rumah Keanu dengan menggelengkan kepala.


"Bukan itu alasannya!" sahut Dion menatap kesal pada sahabatnya itu.


"Terus apa?"


"Karena Lo jelek!" Dion menjulurkan lidahnya mengejek.


"Sialan Lo!" ia menjitak kepala Dion dengan kesal. Lalu keduanya saling tertawa dan tak lama pergi meninggalkan sepasang suami istri yang masih melanjutkan pertengkaran mereka.


Di dalam rumah, sepasang suami istri itu terus bertengkar.

__ADS_1


"Kalau kamu memang suka sama Lisa dan ada hubungan dengan dia, kenapa kita nggak cerai aja? Aku nggak bisa punya suami yang ternyata punya perempuan lain!" teriak Kezra dengan terisak. Ntahlah, saat ini ia sangat emosional. Saat hatinya telah jatuh sejatuh-jatuhnya pada Keanu, kenyataan pahit harus ia telan dengan paksa.


"Ibu ngomong apa sih, Bu? saya tidak seperti itu! Saya tidak pernah sedikitpun punya perasaan dengan Lisa! Jangan menuduh saya yang bukan-bukan!" Keanu terbawa emosi. Dia benar-benar mencintai Kezra, jadi tidak mungkin mempunyai perasaan pada wanita lain. Niatnya menemui Lisa untuk melindungi istrinya dari Lisa. Ia tidak ingin jika karir Kezra hancur begitu saja karena pernikahan rahasia mereka. Tapi entah kenapa setelah menghabiskan minuman yang di sodorkan oleh Lisa, tubuhnya menjadi terasa panas bahkan miliknya terasa begitu keras dan ingin melampiaskannya. Ia ingin menolak semua sentuhan Lisa, tapi tubuhnya seolah menikmati dan meminta lebih.


"Lalu tadi apa? Masih bisa mengelak? Jelas-jelas kamu bermesraan di tempat seperti itu dengan Lisa. Bahkan aku tidak pernah menyangka jika kamu bisa melakukan hal seperti itu!"


"Tolong dengarkan penjelasan saya dulu, Bu. Saya tidak mengerti dengan semuanya. Mengapa semua bisa terjadi secepat itu. Tubuh saya terasa panas setelah menghabiskan minuman yang di berikan oleh Lisa. Tubuh saya menginginkan hal lebih. Saya juga tidak mengerti dengan semua yang terjadi." lirihnya putus asa.


"Jangan mencoba untuk berbohong lagi, Keanu! Saya kecewa dengan kamu. Ketika saya mulai mencintai kamu, tapi kamu malah mematahkan hati saya. Kamu benar-benar keterlaluan!" Kezra beranjak pergi, tapi tubuhnya di dorong oleh Keanu hingga punggungnya menabrak dinding.


"Aww ...." Kezra merintih, merasa sakit di bagian punggung belakangnya. Ia melotot menatap pria yang kini mengungkungnya.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Tolong bantu saya, Bu. Bantu saya untuk lepas dari perasaan gila ini. Cuma Ibu yang bisa membantu saya." rintih pria itu. Tubuh Keanu menegang, tampak gemetar dengan mata yang sesekali terpejam. Melihat hal itu membuat Kezra menjadi khawatir. Emosinya menguar begitu saja di kalahkan oleh rasa khawatir yang mendominasi.


"Ke, apa kamu baik-baik saja?" Kezra memegang dahi Keanu yang terasa panas. Pria muda itu tak menyahut, sentuhan Kezra yang berada di dahinya dan kini beralih menyentuh lehernya membuat Keanu mengerang. Rasa dalam tubuhnya semakin bergejolak menuntut lebih.


"Keanu. A-apa yang kau lakukan?" Kezra terbata, apalagi bibir Keanu semakin naik menyusuri lengannya yang terbuka. Mendapat perlakuan seperti itu membuat sekujur tubuh Kezra merinding. Ia ingin menarik lengannya, tapi Keanu mencegahnya.


Mata yang semula terpejam itu kini terbuka menatap Kezra dengan sayu.


"Saya mohon ... Bantu saya, Bu." Keanu memohon dengan sangat.


"Sa-saya ...." suara Kezra tercekat. Ia menelan Saliva dengan susah payah. Tanpa menunggu persetujuan dari sang istri, Keanu segera membungkam bibir Kezra dengan bibirnya. Mendapat serangan yang tiba-tiba membuat Kezra kembali mendelik. Ingin berontak, tapi ia tak kuasa. Gigitan demi gigitan serta hisapan di bibirnya membuat wanita pertahanan wanita itu melemah bahkan terlena. Tanpa sadar wanita itu membalas ciuman Keanu yang lembut dan memabukkan.


"Aku sangat mencintaimu, Kezra. Aku hanya ingin bersamamu selamanya." ucap Keanu di sela ciumannya. Mendengar hal itu membuat Kezra tersenyum, rasa marah serta cemburu yang tadi menguasainya lupa begitu saja.


"Aku juga sangat mencintaimu, Keanu." balas Kezra. Keduanya saling tatap dengan penuh cinta, dada keduanya berdebar lebih cepat dari biasanya. Napas keduanya naik turun, dengan rasa yang menggebu-gebu. Mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Kezra yang basah akibat cumbuannya membuat Keanu semakin bersemangat, ia kembali ******* bibir istrinya dengan napsu yang memburu. Ciuman yang awalnya lembut kini menuntut lebih.


Dengan cepat, Keanu membawa tubuh istrinya tanpa melepaskan ciumannya, masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuh wanita itu dengan perlahan.


Keanu meminta izin untuk membuka kancing piyama yang Kezra kenakan dan di jawab dengan anggukan perlahan oleh Kezra. Ia merasa malu, wajahnya memerah bagai kepiting rebus. Mendapat lampu hijau, Keanu membuka kancing itu satu persatu dan membuang pakaian yang di kenakan oleh istrinya dengan asal.

__ADS_1


Tubuh wanita itu kini tak di tutupi oleh apapun, sehingga menampakkan dada Kezra yang putih bersih. Tanpa aba-aba, Bibir Keanu kini berpindah menyusuri leher wanita itu dan turun ke bawah sehingga membuat Kezra tidak tahan untuk mendesah.


Setelah cukup lama bermain di dada Kezra, Keanu tak sabar untuk memasuki inti tubuh istrinya. Keduanya telah sama-sama tidak mengenakan sehelai benang pun.


Dengan mata sayu, Keanu menatap mata istrinya.


"Apakah boleh?" tanya Keanu pada Kezra. Wanita itu tampak menggigit bibir bagian bawahnya.


"Apakah akan sakit?" cicit Kezra.


Keanu tampak berpikir sebentar, dahinya berkerut.


"Mungkin akan sakit awalnya, tapi setelahnya tidak akan sakit." lirihnya ragu. Tampak wajah Kezra yang takut, tapi Keanu segera membujuknya.


"Saya janji akan melakukannya dengan lembut."


Mendengar apa yang di ucapkan suaminya membuat Kezra mengangguk perlahan sehingga membuat Keanu tersenyum. Pria muda itu segera mengarahkan miliknya ke inti tubuh sang istri.


"Aaaa ... sakit ...." jerit Kezra seraya menggigit bibirnya. Mendengar hal itu membuat Keanu terkesiap. Ia menatap bingung pada istrinya, lalu melihat miliknya yang masih berada di dalam milik sang istri.


"A-apa a-aku menyakitimu?" tanya Keanu tergagap.


"Lakukan dengan perlahan," cicit Kezra dengan lirih. Air matanya tampak mengalir.


"Sebaiknya tidak usah di lanjutkan." kata Keanu akan menarik diri tapi di cegah oleh Kezra.


"Lakukanlah. Ini juga merupakan hak kamu sebagai suami. Mungkin hanya awalnya saja terasa sakit." Mendengar hal itu membuat Keanu terperangah.


"A-apa Ibu yakin?"


Kezra mengangguk yakin. Ia tidak ingin jika Keanu malah mencari perempuan lain di luar sana untuk memenuhi hasratnya. Lagi pula mereka sekarang sudah menjadi suami istri. Maka hal ini sudah sepantasnya ia berikan pada suaminya.


Keanu mendorong kembali miliknya pada inti tubuh sang istri, membuat Kezra memejamkan matanya. Tak terasa bulir bening kembali keluar menuruni wajahnya, ia memeluk tubuh Keanu dengan kuat. Bahkan kukunya yang panjang menggores punggung suaminya tanpa sadar karena menahan rasa sakit di bagian bawahnya. Ini merupakan pengalaman pertama bagi keduanya. Sama-sama menikmati momen yang ada.

__ADS_1


__ADS_2