Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Nama yang sama


__ADS_3

Pasar malam itu tak jauh dari rumah Aisyah, di kampung sebelah. Di Sana terlihat sangat ramai dengan banyak wahana yang bisa pengunjung naiki. Banyak permainan lempar bola, melukis, mandi bola, kincir angin, rumah hantu dan lain sebagainya. Banyak juga aneka jajanan khas pasar malam yang ada di sana. Membuat jiwa jajan Kezra meronta-ronta. Ia melirik pedagang Arum manis yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Keanu yang melihat Kezra selalu menatap Arum manis pun tersenyum, ia pergi ke kios Arum manis untuk membeli dua manisan bewarna pink berbentuk guling itu lalu memberikannya pada Kezra dan Kiki.


"Wah, Arum manis! Terima kasih kak." ujar Kiki girang. Sementara Kezra hanya tersenyum tidak enak.


"Kok tahu sih kalo aku lagi pengen makan Arum manis?" tanya Kezra seraya menerima manisan itu.


"Siapa pun pasti tahu kalo Ibu pengen Arum manis. Lah ilernya kemana-mana liatin Arum manis." canda Keanu seraya tertawa. Mendengar hal itu membuat Kezra cemberut dan mencubit perut Keanu dengan geram.


"Dih, lebay banget sih kamu!"


"Aduh ... sakit, Bu." ia meringis, mengusap pelan bekas cubitan sang guru cantik itu.


"Makanya. Ngomong-ngomong, makasih loh." ujarnya dan di balas anggukan oleh Keanu.


"Kak, kak Kiki pengen mandi bola." kata bocah kecil itu seraya menunjuk arena mandi bola yang di penuhi oleh anak-anak. Keanu dan Kezra menoleh pada arena itu lalu mengangguk.


"Ya udah, ayok. Kakak juga pengen ikutan main." kata Keanu seraya menurut saja ketika Kiki menarik tangannya menuju arena mandi bola. Keduanya terlihat senang dengan tawa yang terus mengembang. Kezra pun hanya menggelengkan kepalanya, menyusul kedua pria yang tadi datang bersamanya.


"Sama-sama bocah!" katanya seraya mengamati Kiki dan Keanu yang sedang membeli karcis. Harga satu karcis senilai sepuluh ribu rupiah, keduanya bisa masuk setelah mendapatkan karcis. Bermain sepuasnya, keduanya saling lempar bola dengan girang. Kezra hanya melihatnya dari luar, ia tidak ikut masuk. Banyak orang tua yang hanya menunggu luar sementara anak mereka berada di dalam. Ketika Kezra hendak duduk, seorang anak perempuan berlarian lalu menabraknya dan jatuh di depannya.


"Astaghfirullah." Kezra terkejut, anak itu menangis dengan kencang. Gadis kecil itu masih terduduk dengan tangis yang berderai hingga membuat Kezra berjongkok untuk membantunya bangun.


"Hey gadis kecil. Ayo bangun! Kenapa menangis? Apa aku menyakitimu?" tanya Kezra dengan senyum Manis.


"Huaaa ... Ibu ...." tangisnya semakin kencang sehingga membuat beberapa orang yang ada di sana menoleh.

__ADS_1


"Eh kok tambah kenceng. Cup ... cup ... cup jangan nangis yah." Kezra meraih gadis kecil itu dalam gendongannya. Ia mengelus dengan lembut gadis kecil yang berusia sekitar tiga tahun itu. Ia kebingungan, mencoba mencari keberadaan orang tua sang bocah.


"Ibu kamu di mana? Kok kamu sendirian?" tanya Kezra lagi tapi anak kecil itu hanya bisa menangis sehingga membuatnya kebingungan.


"Kezra ....!!" Wanita yang sedang menggendong gadis kecil itu menoleh, mendapati seorang pria yang berlari dengan wajah panik menghampirinya.


Deg ....


Ia sangat mengenali pria itu. Tubuhnya terpaku, beku tak bergerak. Bahkan ketika pria itu mengambil alih sang gadis kecil, ia masih menatap tak percaya pada pria yang ada di hadapannya.


"Ayah. Kezla atut," rengek gadis kecil itu setelah dalam gendongan sang ayah.


"Ayah sudah di sini, sayang. Kezra jangan takut lagi ya. Maafkan ayah, ayah udah lalai menjaga Kezra." Mata Kezra membulat, apa tadi? Kezra? Maksudnya? Ia benar-benar bingung. Namanya Kezra? Nama mereka sama?


"Mas Alif," lirih Kezra salam kebingungannya. Pria itu menoleh, menatap Kezra dengan kaget.


"Iya,mas. Ini aku," ujarnya seraya tersenyum lirih.


"Kamu kapan Kembali? Oh ya terima kasih sudah membantu anak aku."


"Nggak masalah, mas. Aku baru pulang kemarin."


"Kamu apa kabar?" tanya pria itu dengan wajah cerah dan Mata berbinar.


"Aku baik, ini anak kamu?" tanya Kezra penasaran.

__ADS_1


"Iya, ini anak aku." katanya seraya mencium pipi gembul sang gadis kecil yang ada dalam gendongannya.


"Udah besar, ya. Terus ... Ummm ... Namanya kenapa sama kayak nama aku?" ragu-ragu ia bertanya.


"Kamu pasti tahu jawabannya." kata pria itu seraya tersenyum getir. Kezra terdiam, kilasan masa lalu kembali berputar. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih. Tapi karena Alif dk jodohkan oleh orang tuanya, sehingga mereka harus berpisah. Meskipun saling mencintai, tapi cinta mereka terhalang oleh restu. Keluarga Alif tidak setuju karena Kezra yang hanya terlahir dari keluarga sederhana. Ia berjanji, jika nanti ia mempunyai anak perempuan maka Alif akan memberikan nama Kezra. Karena jika tidak bisa memiliki Kezra kekasihnya, setidaknya ia bisa memiliki Kezra versi berbeda. Bahkan sampai sekarang, rasa cinta di hati Alif akan tetap sama.


Tak lama datang seorang wanita dengan dandanan modis dan make up paripurna berlipstik merah tebal. Wajahnya terlihat angkuh menghampiri Ayah dan anak itu.


"Kezra! Ibu kan bilang jangan bandel! Kamu itu nggak bisa diem ya. Harusnya kalo di suruh diem itu ya diem!" Kezra terkejut, mengapa wanita ini datang-datang langsung memarahi anaknya?


"Kamu juga, Mas. Nggak becus jagain Kezra. Harusnya kamu lebih ketat dong, jangan bengong aja!" Alif melirik Kezra, ia merasa tidak enak dengan sikap istrinya.


"Iya, maaf. Nanti Ayah akan lebih menjaga Kezra." katanya.


"Harusnya begitu. Nanti kalo Kezra hilang gimana?" ketus wanita itu sementara Alif hanya diam. Detik berikutnya gadis itu menatap Kezra yang hanya mendengar pertengkaran kecil antara suami istri itu.


"Eh kamu siapa? Kenapa ada di sini?" tanya istri Alif seraya mengernyitkan keningnya.


"Tadi, anak kamu nggak sengaja nabrak aku." Kata Kezra menjelaskan.


"Ohya?"


Kezra mengangguk membenarkan.


"Kenapa saya tidak percaya, ya. Apa kamu sengaja menggunakan anak saya untuk mendekati suami saya?" tuding wanita itu dengan kesal.

__ADS_1


"Apa? Apa yang kamu bicarakan?" tanya Kezra dengan kebingungan yang menguasainya.


"Kamu itu modus, 'kan? Sama seperti perempuan gatal lainnya. Mereka berusaha mencair perhatian dari suami saya." Rahang Kezra hampir jatuh, ia ingin tertawa mendengarnya. Ia di tuduh modus mendekat Kezra. Tak habis pikir dengan tuduhan yang tidak beralasan.


__ADS_2