
Keanu memarkirkan motornya di garasi, melepaskan helm dan meletakkannya dengan asal. Memasuki rumah dengan langkah lebar tanpa sepatah kata pun. Samar terdengar suara televisi dari ruang tengah, di susul dengan suara Kezra yang mengejutkan.
"Astaga. Suami kayak gitu mending di lempar aja dah ke laut. Kesel ih lama-lama nonton drama kayak gini. Lagian si bininya mau aja di bohongin. Ntar ujungnya nyanyi, ku menangiiisss membayangkan ... betapa kejamnya dirimu atas diriku ... Ya elah, udah ke tebak endingnya ni drama." sontak saja Omelan Kezra membuat bibir Keanu tersungging. Kekesalan yang tadinya menguasai hati kini berangsur hilang. Emosi yang sejak tadi menguasainya, kini juga ikut hilang. Ah, kenapa hanya mendengar ocehan receh sang guru pujaannya itu bisa mengubah suasana hatinya begitu cepat. Keanu pun tak mengerti dengan dirinya.
Ia melangkah lebih dekat, tampak Kezra yang fokus menonton sambil mengunyah keripik kentang kesukaannya.
"Ya ampun ... Fokus banget sih nontonnya?" ujar Keanu sehingga membuat Kezra terkejut hingga tersedak.
"Uhuukk ...." Kezra terbatuk-batuk seraya meraih segelas jus jeruk yang ada di atas meja. Keanu pun dengan cepat menghampiri untuk membantu guru muda itu.
"Makanya pelan-pelan kalau ngunyah. Lagian nggak akan ada yang ngerebut kok." sindir Keanu seraya memegangi gelas, membantu Kezra minum. Setelah selesai minum dan ia sudah baik-baik saja, Kezra melotot pada Keanu.
"Ini semua gara-gara kamu! Bisa nggak sih kalau masuk itu ucapin salam. Nongol tiba-tiba kayak hantu! Untung nggak copot ini jantung. Kalau copot, kamu mau tanggung jawab?!" Kezra menggerutu. Ia sangat kesal pada pria yang kini duduk di hadapannya.
"Astaga ... segitunya. Gitu aja marah,"kata Keanu seraya mengambil satu keripik kentang yang ada di tangan Kezra.
"Beli sendiri!" Kezra menjauhkan keripik kentangnya dari jangkauan Keanu.
"Ya ampun. Pelit banget sih,"
"Biarin. Siapa suruh kamu nyebelin."
"Yakin nyebelin?" Keanu mengangkat sebelah alisnya sementara sudut bibirnya terangkat.
Kezra mengangguk dengan cepat.
"Nyebelin apa ngangenin?" goda Keanu seraya menaik turunkan alisnya. Senyum jahil tercipta di wajah tampan pria itu.
Netra wanita muda itu melotot sempurna.
"Ngangenin apanya? Nyebelin ya nyebelin. Mana ada ngangenin." ujarnya membuang muka. Ia merasa gugup ketika Keanu menatapnya dengan lekat tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kalo emang ngangenin, bilang aja Bu. Jangan jaim, ntar kalau saya di ambil orang baru nyesel."
"Dih ... Apaan sih kamu. Kalau ada yang mau sama kamu, saya kasih cuma-cuma. Ikhlas saya mah, ngapain di cegah orang nyebelin minta ampun kayak kamu."
"Yakin, nih?"
"Yakin lah. Kenapa nggak?" jawab Kezra seraya melotot.
"Iya deh, iya. Ntar kalau saya punya pacar, jangan nangis yah. Jangan bilang saya suami yang jahat kayak di sinetron yang Ibu tonton barusan."
"Astaga ... Mana ada begitu. Saya mah nggak akan nangis, sok atuh kalo mau ma kamu mah."
Keanu hanya terkekeh menanggapi ucapan wanita yang ada di sampingnya itu. Sementara Kezra kembali fokus menonton televisi yang ada di hadapan mereka. Keanu pun juga ikut menonton sinetron itu dengan mengernyitkan dahi.
"Sinetron apaan sih ini? Kok baru lihat? Banyak banget dramanya."
"Tahu nih, sinetron ku menangis bikin kesel."
__ADS_1
"Lah kenapa di tonton kalo cuma bikin kesel? Buang-buang energi aja."
"Ya abisnya penasaran. Tapi palingan ntar juga suaminya nyesel, trus minta maaf dan minta balikan tuh sama istrinya."
"Lah, itu udah tahu jalan ceritanya, endingnya gimana. Kenapa masih maksain nonton sih?"
"Udah di bilang penasaran."
"Astaga. Dasar aneh."
Kezra acuh tak acuh, ia hanya fokus pada sinetron yang ia tonton sambil mengunyah cemilannya yang semakin menipis.
"Ngomong-ngomong, Ibu kenapa tadi pagi? Sakit ya?"
Kezra menoleh, menatap Keanu sebentar lalu kembali berpaling.
"I-iya. Saya nggak enak badan. Mungkin kurang tidur." ujarnya seraya mengusap tengkuknya yang pegal.
"Astaga. Kenapa nggak bilang? Ayo kita ke rumah sakit."
"Nggak perlu. Saya udah enakan kok."
"Ibu yakin?" tanya Keanu dengan wajah khawatir. Ia benar-benar merasa khawatir ketika mendengar Kezra sakit. Selain karena moodnya sudah rusak karena sang paman, penyebab ia pulang cepat juga karena Kezra tidak masuk hari ini.
Tiba-tiba dengan gerakan cepat Keanu meletakkan punggung tangannya di dahi Kezra. Merasakan suhu tubuh wanita itu yang sedikit hangat.
"Badan Ibu masih anget. Kita ke rumah sakit, ya?"
"Saya khawatir, Bu. Saya tidak mau jika terjadi apa-apa pada Ibu nantinya."
"Jangan lebay, deh. Tadi udah minum obat warung, udah tidur juga. Ntar juga enakan,"
"Apa? Obat warung?" Keanu mendelik, rasanya tak percaya pada Kezra yang hanya meminum obat warung. Wanita di sebelahnya hanya mengangguk santai.
"Ya ampun, Bu. Kita harus kerumah sakit. Obat warung itu nggak bagus, lebih baik kita berobat dan minum obat yang udah di anjurkan oleh dokter." Keanu berdiri, menarik lengan kanan Kezra.
"Apa sih Ke? Saya udah enakan. Biasanya juga minum obat warung. Bentar aja udah enakan. Udah biasa saya mah, nggak perlu ke dokter. Biayanya mahal, mending obat warung. Lima ribu udah dapet lima,"
"Astaga naga ...." Keanu menepuk jidatnya.
"Udah ah. Saya mau nonton, jangan ganggu saya." usir Kezra.
"Saya khawatir," kata Keanu serius. Jauh di relung hatinya, ia benar-benar sangat khawatir dengan istrinya itu.
"Hey anak muda. Saya baik-baik saja, jadi jangan khawatir."
"Suami mana yang nggak khawatir kalau istrinya sakit? Cuma minum obat warung, pula."
"Astaga. Kamu sangat mendalami peran sebagai seorang suami. Tapi ngomong-ngomong, terima kasih ya sudah mengkhawatirkan saya. Duh, jadi terharu." wanita itu menatap Keanu dengan ekspresi yang di buat - buat. Pria yang ada di hadapannya itu mendesah kesal.
__ADS_1
"Awas aja kalau ada apa-apa, yang jual obat itu saya tuntut!"
"Dih, apaan sih? Jangan lebay Ke. Saya udah biasa minum obat itu dan baik-baik saja sampai sekarang."
"Pokoknya saya nggak terima kalau ada apa-apa sama Ibu."
"Astaga. Dasar aneh! Ngomong-ngomong, kenapa kamu kok cepat pulang? Pasti bolos, ya?" tuding Kezra seraya menunjuk Keanu.
"Males sekolah. Lagian nggak ada Ibu juga. Jadi nggak semangat." jawab Keanu jujur.
"Halah. Alasan! Gimana mau lulus kalau kerjaan kamu bolos terus?"
"Pasti lulus lah. Kalau nggak lulus, sekolahan saya tutup!"
Kezra memutar bola matanya terang-terangan.
"Dasar sombong!"
"Biarin. Masak yang punya sekolah nggak lulus? Aturan macam apa itu?"
"Terserah deh." ucap Kezra acuh tak acuh. Ia kembali memasukkan keripik kentangnya yang tersisa sedikit.
"Udah ah, saya mau ganti baju. Jangan nonton terus! Istirahat yang banyak."
"Iya," Sahut Kezra singkat.
"Bukannya tidur, malah nonton sinetron."
"Tadi udah tidur, eh kebangun gegara ada Mas Lukas yang tiba-tiba aja udah tiduran di samping saya."
"Apa?! Berani dia masuk kamar Ibu dan tidur di samping Ibu?" tanya Keanu marah. Ia mengepalkan kedua tangannya dan menggertakkan giginya karena amarah yang dengan cepat menguasai hatinya. Kezra hanya mengangguk.
"Terus? Dia ngapain aja? Ibu nggak di apa-apain kan?"
"Nggak lah. Saya buru-buru keluar karena takut kalo di kamar cuma berdua." ungkap Kezra jujur.
"Bagus. Kalau perlu besok-besok usir aja dia!Lagian ngapain sih, cowok kayak si Lukas masih aja di pertahankan? Jelas-jelas dia udah selingkuh. Masih aja mau sama dia."
"Ah kamu ini. Siapa tahu malam itu kita salah lihat kan? Lagian tadi dia bilang, dia lembur. Dia nyari duit tambahan buat nikahan kami. Dia juga marah waktu saya bilang Mas Lukas sama cewek lain di hotel. Malah saya yang di tuduh ke hotel sama cowok."
"Dasar brengsek tuh cowok. Tunggu aja, saya akan berbuat sesuatu supaya semuanya jelas. Supaya Ibu nggak terus-menerus di bohongin sama Buaya buntung itu. Saya akan buktikan semuanya. Nggak Ibu, nggak sinetron sama aja. Sama-sama naif, mau aja di bohongin."
"Lah kok malah nyamain saya sama sinetron sih?"
"Ya karena Ibu itu sama aja kayak sinetron yang barusan Ibu tonton!"
"Astaga. Gara-gara sinetron nih, makanya jadi begini." gerutu Kezra ikut kesal.
"Lihat saja, saya akan buktikan semuanya. Dan jika semuanya terbukti, Ibu harus putusin dia. Ibu harus tinggalin buaya buntung itu!" Keanu segera berlalu menuju kamarnya, meninggalkan Kezra yang kebingungan.
__ADS_1
"Lah kok malah dia yang emosian sih? Apa gara-gara sinetron ini ya? Keanu jadi emosian?" Kezra menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.