
"Katakan! Siapa yang telah membuat keributan ini?" Keanu tampak sangat marah, terlebih saat Kezra menitikkan air mata. Wajah yang biasanya terlihat berseri itu tampak pucat.
"KATAKAN SIAPA!" Teriak Keanu sekali lagi. Ia benar-benar kehilangan kendali. Pria itu merobek beberapa foto yang ada di Mading dengan kesal. Semua yang ada di sana tampak terdiam, sesekali terdengar suara bisik-bisik membicarakan Keanu dan Kezra.
"Nggak nyangka, ya. Bu Kezra yang kelihatannya perempuan baik-baik ternyata aslinya nakal."
"Iya, sampe hamil di luar nikah sama muridnya sendiri. Parah banget sih." beberapa siswi yang berada tak jauh dari Keanu bergunjing. Menatap tak suka pada Kezra. Tentu saja hal itu membuat darah Keanu semakin mendidih. Ia mendatangi dua gadis yang berada tak jauh darinya itu.
"TUTUP MULUT KALIAN! ATAU MAU AKU ROBEK MULUT KALIAN, HAH?" bentak Keanu dengan nada tinggi. Urat lehernya tampak menonjol keluar, wajahnya merah padam. Sementara dua gadis yang bergunjing tadi menutup mulutnya rapat. Beringsut mundur takut jika Keanu benar-benar merobek mulut mereka. Karena mereka tahu bagaimana Keanu. Pria itu tidak akan segan-segan melakukan apa yang telah di ucapkannya.
Kezra menatap sekeliling, semua mata tertuju pada mereka berdua. Ia mengusap kasar setetes air mata yang sempat jatuh ke wajahnya. Wanita yang mengenakan celana panjang itu segera menghampiri suaminya yang mengamuk.
"Sudahlah Ke, sebaiknya kita pergi dari sini." Ia mencoba menenangkan Keanu dan mengajaknya pergi dari situasi yang sangat tidak mengenakan ini.
"Tidak. Aku ingin membungkam mulut kurang ajar mereka semua! Bisa-bisanya mereka menghina kamu! Aku tidak terima!" ucap Keanu dengan marah. Hatinya sangat sakit ketika mendengar perkataan buruk yang di tujukan pada orang yang begitu di cintainya.
"Sudahlah Ke. Mereka tidak tahu yang sebenarnya maka mereka berbicara seperti itu. Sebaiknya kita pergi dari sini. Emosimu sedang tidak stabil." bujuk Kezra kembali. Wanita itu menarik lengan suaminya, bermaksud membawa pergi pria itu dari sana.
"Mereka memang tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Maka dari itu, aku harus menjelaskan semuanya kepada mereka biar mereka mengerti dan tidak sembarangan menghujat kamu."
Kezra menggeleng. Apa yang akan terjadi jika semua orang mengetahui pernikahan rahasia mereka?
"Jangan, Keanu. Mereka tidak perlu tahu yang sebenarnya. Aku tidak apa-apa. Percayalah!"
"Tidak. Keputusanku sudah bulat. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan rahasia ini." ucap Keanu dengan mantap. Ia benar-benar yakin akan membuka fakta sebenarnya. Pria itu mengabaikan ucapan istrinya. Ia benar-benar muak dengan ucapan-ucapan mereka yang sangat melukai perasaan istrinya.
"Dengarkan baik-baik untuk kalian semua! Asal kalian tahu, Aku dan Kezra sudah menikah beberapa bulan lalu. Dan tuduhan kalian semua tentang Kezra yang hamil di luar nikah itu salah! Kalian salah besar! Aku dan Kezra adalah suami istri yang sah!" ucap Keanu dengan lantang. Ruangan itu penuh dengan suara heboh para murid yang sedang berkumpul. Mereka terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Begitu pula dengan seorang gadis yang memakai sweater bewarna maroon yang berada di sudut. Bahkan ponsel yang ia gunakan untuk merekam kejadian itu terjatuh begitu saja ke lantai.
"A-apa? Keanu sudah menikah?" ia mengulang apa yang telah di dengarnya. Gadis itu adalah Lisa. Dialah yang menempelkan foto-foto itu di Mading. Maksud hati ingin membuat Kezra malu dan di keluarkan dari sekolah, tapi hari ini ia malah mendapatkan kejutan yang luar biasa.
"Kenapa? Kalian terkejut? Tapi inilah kenyataannya. Aku dan Kezra sudah menikah! Jika kalian tidak percaya, silahkan cek sendiri di KUA. Semua data-datanya tercatat di sana! Setelah ini, jangan pernah ada yang berani menghujat istriku! Jika ada yang berani menghujatnya, siap-siap kalian kehilangan mulut kalian!" ancam Keanu dengan lantang. Setelah itu ia segera menarik lengan Kezra dan mengajaknya pergi dari sana.
Setelah kepergian Keanu dan Kezra ruangan itu kembali ramai. Mereka belum sepenuhnya percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Keanu barusan. Bagi mereka itu adalah hal yang mustahil. Lisa melihat Rifky dan Dion yang kebetulan ada di sana dan hendak pergi.
"Hei kalian! Tunggu!" Lisa berlari menghampiri kedua sahabat Keanu.
__ADS_1
"Ada apa?" ketus Dion tak suka.
"Kalian pasti tahu 'kan yang sebenarnya terjadi?"
"Iya. Memangnya kenapa? Apa kau tidak dengar apa yang di katakan Keanu tadi?"
"Pasti semua ini hanya rekayasa Keanu 'kan? Dia mengatakannya hanya untuk menyelamatkan Bu Kezra kan?"
"Tapi sayangnya apa yang di katakan Oleh Keanu itu benar, Lisa. Dan jangan katakan jika semua foto ini kamu yang menempelnya." tuding Dion. Kedua pria itu menatap Lisa dengan tatapan mengintimidasi sehingga membuat Lisa gelagapan.
"A-apa Maksud kalian? Itu bukan ulahku."
"Kegugupan mu menunjukkan segalanya. Jangan sampai Keanu tahu. Karena jika Keanu tahu, maka bersiap-siaplah untuk hancur!" ancam Rifky seraya mengajak Dion pergi dari sana. Tubuh Lisa membeku, ia menatap kepergian dua pria itu dengan takut.
"Bagaimana jika mereka berdua mengatakannya pada Keanu?"
🤍🤍
Keanu membawa istrinya pergi dari sekolah menuju sebuah pantai. Sesampainya di sana pria itu berteriak sekencang-kencangnya. Bersahutan dengan ombak yang berkejaran menghantam karang. Kezra hanya berdiri tak jauh dari pria itu. Ia menatap suaminya dalam diam. Setelah puas berteriak, Keanu kembali pada istrinya.
"Bagaimana? Sudah lega?" tanya Kezra seraya tersenyum kecil. Keanu tak menjawab, ia menarik Kezra ke dalam pelukannya. Kezra membiarkan suaminya memeluk erat tubuhnya. Angin berhembus menerpa wajah keduanya, menciptakan kesejukan di sela kemarahan. Cukup lama keduanya berpelukan di bawah matahari yang tidak begitu menyengat kulit. Setelah cukup lama, Keanu melepaskan pelukannya. Menatap dalam-dalam manik coklat milik istrinya.
Hati guru muda itu terasa menghangat. Ia merasa terenyuh dengan ucapan suami berondongnya itu. Bagaimana bisa seorang pria muda yang tengil dan sangat jahil itu memberikan cinta yang luar biasa padanya? Pria yang sangat menyebalkan dan selalu di hindarinya saat mengajar itu malah menjadi pahlawan yang selalu menjadi garda terdepan untuknya. Mencintainya tanpa syarat, mencintai tanpa tapi dan mencintai dengan tulus.
Tess ....
satu tetes bulir bening itu jatuh haru menuruni wajahnya.
"Hei, mengapa menangis?" Keanu buru-buru mengusap lembut wajah istrinya.
"Apa aku menyakitimu? Apa ucapanku melukaimu?" tanya Keanu khawatir. Kezra menggeleng pelan. Ia menatap Keanu dengan haru.
"Kau tidak melukai atau menyakitiku. Aku hanya terharu, Ke. Bagaimana bisa kau mencintaiku begitu dalam?" ucap Kezra dengan suara serak.
"Asal kau tahu, sayang. Sebenarnya aku sudah lama memiliki perasaan padamu." Kezra mengernyitkan keningnya menatap Keanu dengan bingung.
__ADS_1
"Aku sudah lama jatuh cinta padamu. Dan apa kau tahu? Sebenarnya aku sangat bahagia saat di nikahkan denganmu. Makanya aku tidak menolak sama sekali saat para warga memaksa kita menikah."
Netra Kezra membesar di barengi dengan mulutnya yang terbuka lebar.
"Ka-kau?"
Keanu mengangguk.
"Sikap jahil ku hanya untuk menarik perhatian mu. Aku sengaja bersikap menyebalkan agar kamu lebih memperhatikan aku, Sayang. Ketahuilah bahwa sebenarnya aku selalu menatapmu diam-diam dari meja paling belakang." Kezra hampir tak bisa bernapas setelah mendengarkan pengakuan pria itu.
"Jangan-jangan penggerebekan itu adalah ide kamu?"
"Tentu saja tidak. Aku benar-benar tidak tahu tentang itu. Aku hanya mengikuti alurnya. Dan ternyata Tuhan merestui cinta ku padamu. Ia memberikan jalan untuk mempersatukan cintaku. Dan waktu membuat cintaku bersambut. Aku sangat mencintai kamu, guru sekaligus istriku."
Cup ....
Keanu mencuri satu ciuman di bibir tipis milik istrinya. Kezra hanya diam, ia tidak tahu harus mengatakan apa. Rasa bahagia serta terkejut bercampur jadi satu. Entahlah, seperti ada banyak kupu-kupu yang beterbangan di taman hatinya. Keduanya hanya terdiam menatap laut lepas. Debur ombak mengambil alih melebur kesunyian yang tercipta. Keanu meraih jemari tangan Kezra, membungkusnya dalam telapak tangan. Mengecup perlahan jemari lentik itu.
"Aku tidak sabar melihat Junior kita lahir. Jika ia laki-laki pasti akan sangat tampan seperti papanya. Dan jika perempuan maka pasti akan cantik seperti mamanya."
Kezra tersenyum lembut.
"Ya, aku juga tidak sabar di panggil Ibu. Pasti akan sangat menyenangkan sekali."
"Pasti, sayang. Kita akan menjadi orang tua yang bahagia."
"Kezra, guruku. Aku mencintaimu." Keanu menatap wanita yang ada di hadapannya dengan lembut. Kezra tersenyum.
"Aku juga sangat mencintai kamu, berondong ku."
Keanu mendekatkan wajahnya, menyentuh bibir kenyal itu dengan bibirnya. Mengecup lembut dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya. Keduanya hanyut dalam manisnya cinta yang halal. Melupakan hal buruk yang telah terjadi, merajut kasih dalam balutan kebahagiaan yang tercipta. Keanu tak menyangka jika cintanya benar-benar terwujud. Dan Kezra tak menyangka jika cintanya harus berakhir pada pria menyebalkan yang sering menggangunya.
Cinta tak memandang usia. Cinta bisa tumbuh dan jatuh pada siapa pun tanpa kita minta. Cinta tak pernah salah, semua tergantung bagaimana kita menyikapinya.
~Republik Septy~
__ADS_1
THE END
❤️❤️