
Mata yang semula terpejam itu akhirnya terbuka, menelisik seluruh kamar yang telah terang. Cahaya matahari masuk ke sela-sela ventilasi udara, menerobos menusuk mata. Kezra merasa bahwa hari telah siang. Tapi ia bisa bernapas lega karena hari ini adalah hari Minggu. Ekor matanya melirik seorang pria yang masih bergelung di bawah selimut. Wanita itu tersenyum, lalu jemari lentiknya terulur untuk mengusap beberapa helai rambut yang mulai panjang menutupi dahi pria tertidur dengan lelap di sampingnya.
"Jika tidur seperti ini, kau seperti bayi." lirihnya dengan suara pelan. Ia tidak ingin jika apa yang ia lakukan mengganggu tidur nyenyak pria itu.
"Hei, kenapa kau begitu tampan saat tertidur?" ucapnya tanpa sadar. Wanita itu tersenyum sendiri, tanpa memutuskan tatapannya pada pria yang sama sekali tidak terganggu dengan belaian lembutnya. Kezra pun tak tahu sejak kapan ia mulai mencintai pria muda itu. Jika mengingat bagaimana kelakuan Keanu yang selalu saja membuatnya kesal, maka bahkan tidak mungkin ia bisa menikah dan bersama dengan Keanu saat ini.
"Aku sangat mencintai kamu, Keanu. Meskipun kau sangat menyebalkan, tapi kau istimewa. Aku bersyukur karena bisa bersama denganmu. Aku harap, tak ada lagi drama-drama yang akan membuat kita menjauh." ujarnya dengan pelan. Wanita itu mengecup pelan dahi pria yang ada di sampingnya, selanjutnya ia segera membuka selimut yang ia kenakan bersama dengan suaminya. Kaki jenjangnya turun memijak lantai yang dingin, ia berjalan ke arah jendela kamar dan menyibak gorden bewarna Grey yang menghalangi cahaya Matahari untuk masuk.
Setelah selesai, Kezra segera menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan gosok Gigi. Entah mengapa ia enggan mandi pagi ini. Padahal biasanya ia akan dengan bersemangat mandi pagi karena menurutnya tubuhnya akan lebih segar jika mandi pagi. Wanita itu meraih ikat rambut yang ada di atas laci, mengikat rambutnya ke atas dengan asal-asalan. Lalu wanita itu segera keluar dari kamar dan menuju dapur. Ia ingin menyiapkan sarapan untuk suami berondongnya itu.
Tanpa Kezra sadari, diam-diam Keanu mengintip. Lalu senyum terbit dan enggan pergi dari wajah tampan pria itu. Menatap ke arah pintu kamar yang tertutup.
"Apa dia bilang tadi? Aku tampan?" pria itu menjadi salah tingkah, masih terngiang dengan jelas ucapan Kezra yang tadi ia dengar.
"Tapi sebentar, yang terpenting ialah pernyataan cinta yang tidak pernah ia katakan sebelumnya. Benarkah ia begitu mencintai ku? Bu Kezra takut kehilangan aku? Ah rasanya aku ingin terbang sampai ke Pluto. Ternyata Bu Kezra manis juga, Ya. Aku 'kan jadi malu," ucap Keanu seraya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang membungkus sebagian tubuhnya. Pria itu senyum-senyum tidak jelas, sungguh tidak ada yang lebih membahagiakan baginya selain pernyataan sang istri.
Sementara itu, Kezra terus berkutat dengan alat dapur. Memasak nasi goreng seafood kesukaan sang suami. Tapi bau udang yang telah di goreng membuatnya sangat mual, ia merasa ada yang mengaduk perutnya dan terasa ingin muntah.
Kezra segera pergi ke kamar mandi, memuntahkan isi perutnya yang sebenarnya belum terisi apapun kecuali kopi yang baru di minumnya sedikit.
Hoeek ....
Wanita itu terus muntah, setelah beberapa menit dan merasa perutnya enakan barulah ia kembali ke dapur.
"Kenapa sangat mual? Padahal biasanya aku sangat suka sama udang. Apakah karena aku meminum kopi saat perutku kosong, sehingga membuat penyakit lambung ku kumat?" lirihnya seraya memegangi perutnya. Wanita itu meraih air hangat, lalu meminumnya agar perutnya terasa lebih baik.
"Apa karena tadi malam kami pulang sudah larut malam sehingga aku masuk angin? Apalagi tadi malam aku tidak memakai jaket yang tebal." ia bermonolog. Setelah merasa tubuhnya membaik, Kezra segera melanjutkan masakannya yang tertunda. Tapi baru saja ia menumis bawang serta cabai yang di iris, wanita itu kembali merasakan mual. Ia merasa ada dorongan yang besar dari dalam perutnya yang meronta ingin keluar. Kezra kembali mematikan kompor, lalu berlari ke arah wastafel. Ingin muntah, tapi tidak ada yang keluar. Hanya mual saja. Di saat yang bersamaan, Keanu tiba-tiba muncul dari arah belakang.
"Sayang, kau kenapa? Apakah kau sakit?" tanya Keanu dengan khawatir. Ia mengusap tengkuk istrinya dengan lembut, menatap Kezra dengan khawatir. Kezra menggeleng, lalu ia mengusap mulutnya dengan air dan berbalik.
__ADS_1
"Entahlah. Mungkin masuk angin," jawabnya dengan suara lemah.
"Sayang, kau terlihat sangat pucat!" ucap Keanu panik. Pria itu segera memapah istrinya menuju meja makan.
"Duduklah di sini, atau sebaiknya kita kembali ke kamar?"
"Tidak usah, Ke. Aku tidak apa-apa, mungkin hanya masuk angin biasa. Atau bisa jadi karena kopi yang aku minum barusan." Kezra duduk perlahan di kursi.
"Wajah kamu sangat pucat, sayang. Sebaiknya kita pergi ke dokter!"
"Tidak perlu berlebihan Ke. Aku rasa asam lambung ku naik."
"Belum makan apapun kamu malah minum kopi?" tanya Keanu melirik gelas keramik bewarna coklat muda yang ada di atas meja.
Kezra tampak mengangguk, lalu kembali meminum air hangat yang di sodorkan oleh Keanu.
"Apa kau bilang? Tua?" satu alisnya terangkat.
"Ya, abisnya Susah banget di bilangin! Itu juga demi kebaikan kamu sendiri!"
"Ish, menyebalkan! Ingin rasanya aku rujak mulut kamu yang mengatai aku tua!" ujar Kezra dengan galak.
"Astaga! Mulai deh keluar galaknya! Tadi aja pas suaminya tidur di puji-puji. Eh sekarang malah di galakin. Katanya takut kehilangan, tapi masih aja galak."
"Siapa yang muji kamu, hah? Udahlah aku mau masak!" Kezra ingin berdiri dan melanjutkan masakannya, tapi di cegah oleh Keanu.
"Udah, duduk aja di sini. Hari ini biar Keanu yang masak!" ucap pria itu penuh percaya diri. Kezra segera mencibir.
"Memangnya sejak kapan anak manja kayak Kamu bisa masak? Nanti yang ada masakannya malah gosong, asin dan nggak bisa di makan."
__ADS_1
"Hey, jangan salah! Biar tampan-tampan begini bisa masak. Malahan masakan suami kamu ini pasti lebih enak dari masalah chef Juna yang mukanya kaku itu!" Keanu membanggakan diri. Kezra hanya menggelengkan kepalanya.
"Aneh kamu! Biasanya kan biar jelek-jelek begini, eh ini malah tampan begini. Lagian emangnya kamu bisa masak? Yang ada nanti aku keracunan makan masakan kamu."
"Kan aku memang tampan, kenapa harus bilang jelek? Lagian nggak percaya banget sih sama aku? Yang pasti istri ku yang cantik jelita ini bakalan ketagihan sama masakan suami tampannya ini."
"Terserah kamu, deh! Tapi awas aja kalo nggak bisa di makan. Pokoknya kamu habisin semua dan nggak boleh di buang! Mubazir!"
"Iya, tenang aja! Pasti kamu akan ketagihan. Duduk diam dan cukup menonton saja ya istriku sayang. Do'akan saja suami mu ini tidak terkena cipratan minyak panas. Dan do'akan saja semoga Suami tampan mu ini berhasil berjuang!"
"Astaga! Kayak mau perang aja!"
"Kan biar lebih menjiwai, sayang."
"Ya ... ya ... Ya terserah kamu aja!"
Keanu segera memasang clemek, siap bertempur dengan alat dapur. Sementara Kezra hanya melihatnya dari meja makan. Mengamati tiap gerak suaminya. Sesekali ia tampak menggeleng, menatap ragu pada Keanu yang masak secara asal-asalan.
"Ke, apa kamu yakin?" cicit Kezra khawatir.
"Tenang aja, duduk yang manis yang sebentar lagi nasi goreng ala Chef Keanu akan siap!" Kezra memijat pelipisnya, menggeleng melihat kelakuan suami absurdnya itu. Setelah beberapa menit berperang dengan alat dapur, beserta bumbu-bumbu nasi goreng yang sepertinya tidak sesuai resep akhirnya Keanu membawa sepiring nasi goreng ke atas meja. Menghidangkannya tepat di hadapan sang istri.
Kezra meringis, alisnya bertaut. Keningnya berkerut melihat tampilan nasi goreng yang di luar nalar. Bawang goreng yang hitam, daun bawang dan sawi yang tampak hampir menghitam seperti bawang goreng yang tidak pakai skincare. Bahkan nasi yang sepertinya hampir mengering karena terlalu lama di atas wajan yang panas.
Gleekk ....
Kezra menelan ludahnya dengan kasar. Ia merasa ada sebuah batu yang menyangkut di tenggorokannya.
Apakah ini bisa di makan?
__ADS_1