Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
apa yang kalian lakukan?


__ADS_3

"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN, HAH?!" matanya semakin melebar dengan sempurna ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Sontak saja Kezra dan Keanu terkejut bukan main dengan kedatangan Lukas secara tiba-tiba.


"Mas Lukas?" Lirih Kezra dengan keterkejutan luar biasa. Bahkan ia memegangi dadanya karena sangat terkejut. Keanu menoleh, memandang Lukas dengan dingin tanpa ekspresi.


"Apa yang Lo pikirin?"


Lukas mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba menguasai amarah yang terasa ingin meledak. Dadanya masih naik turun, mencoba mengumpulkan sisa kesadarannya kembali.


"A-apa yang kalian lakukan? Me-Mengapa kalian berdua berada di dalam kamar? Dan ... A-apa tadi? Kalian sedang apa? Me-Mengapa terdengar kalian sedang melakukan ...." Pria itu menggantungkan kalimatnya. Apa yang ia lihat tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Keanu yang awalnya berjongkok di depan Kezra pun berdiri, melangkah menghampiri Lukas yang berdiri mematung. Tadinya ia sedang mengobati luka yang ada di kaki Kezra di karenakan menginjak serpihan kaca bingkai foto yang pecah.


"Emang lo pikir kita berdua lagi ngapain, hah? Otak Lo itu selalu kotor! Persis sama kelakuan Lo!" ujar Keanu seraya menunjuk wajah Lukas dengan kesal. Di tunjuk seperti itu membuat Lukas kembali naik pitam. Ia tidak terima dengan ucapan Keanu.


"Eh bocah ingusan! Lo pikir, Lo siapa hah? Seenak jidat Lo nunjuk-nunjuk muka gue dan ngatain gue? Berani banget Lo!"


"Emang lo siapa sampe gue harus takut sama Lo, hah? Emang lo Tuhan?"


"Brengsek Lo!" Lukas menarik kerah kaos yang Keanu kenakan. Ia menatap sengit penuh amarah pada pria muda yang ada di hadapannya.


"Jangan sok jagoan di rumah gue! Lo cuma tamu yang nggak di undang! Bahkan masuk seenaknya tanpa permisi! Nggak punya sopan santun sama sekali!"


"Yang nggak punya sopan santun itu, Elo! Ngomong sama orang yang lebih tua nggak ada hormatnya sama sekali! Nggak pernah di ajarin sama orang tua Lo, ya?" Keanu menggertakkan gigi, mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Dengan cepat ia melepaskan cengkraman tangan Lukas. Ia mendorong pria di depannya dengan keras hingga menabrak tembok kamar dan kini ia yang mencengkram kerah kemeja yang Lukas kenakan.


"Jangan bawa-bawa orang tua dan jangan bawa-bawa sopan santun! Orang kayak Lo, nggak pantes di hormati!" teriaknya dengan keras dan penuh emosi. Wajahnya sudah memerah dengan urat leher serta wajah yang menonjol. Kezra yang melihatnya pun menjadi khawatir, ia pun berdiri dan menghampiri kedua pria itu dengan kaki yang pincang. Wanita muda itu menahan sakit yang menjalar naik sepanjang kakinya. Kezra meringis, melangkahkan kakinya terus menuju Keanu dan Lukas yang bersitegang.


"Cukup! Kenapa kalian berdua kalau bertemu selalu saja begini? Apa semuanya tidak bisa di bicarakan baik-baik? Dan Kamu mas, apa yang kamu pikirkan tentang aku dan Keanu? Kami tidak seburuk itu!" Lukas dan Keanu hanya diam saling pandang. Memancarkan amarah yang masih memburu belum mau hilang.


"Keanu! Lepaskan Mas Lukas! Saya tidak ingin ada keributan di sini." Keanu tidak mengindahkan apa yang di katakan oleh Kezra. Bahkan semakin mempererat cengkeramannya.


"Lepas!" teriak Lukas.


"Apa? Lo takut sama gue?"


"Buat apa gue takut sama bocah ingusan kayak Lo? Sekali libas, habis Lo sama gue!"

__ADS_1


"Ayo kita buktiin! Siapa yang bakal habis duluan!" balas Keanu tak kalah sengit. Melihat keduanya yang tidak memperdulikan dirinya, membuat Kezra semakin kesal.


"Ya udah kalo gitu, terusin aja. Saya udah nggak peduli sama kalian berdua! Mau berantem sampe babak belur juga saya nggak peduli!" ujar Kezra. Ia pun meninggalkan keduanya dengan kesal. Sembari tertatih ia berjalan keluar kamar tanpa menyadari darah yang keluar dari kakinya berceceran di lantai. Melihat Kezra yang pergi dengan keadaan kaki terluka, membuat Keanu khawatir. Ia bergidik ketika melihat darah yang tidak sengaja berceceran di lantai.


"Dasar brengsek!"


Bughh ....


Satu pukulan keras mendarat di wajah Lukas hingga membuat pria itu meringis.


"Akh ...." Pria itu meringis seraya memegangi wajahnya. Sementara itu Keanu segera melepaskan tubuh Lukas dan mengejar Kezra yang terus berjalan ke ruang tamu.


"Bu, tunggu! Luka Ibu terus mengeluarkan darah!"


Kezra yang mendengarnya pun segera menoleh, melihat ceceran darah itu membuatnya tersadar.


"Astaga! Kenapa banyak sekali? Ah ... Gimana nanti bersihinnya?!" ia mendesah karena melihat lantai bewarna putih itu kotor oleh darahnya.


"Ya ampun ... malah mikirin cara bersihinnya. Pikirin luka Ibu, tuh." Keanu mendengus kesal.


"Saya stres lihat Ibu yang bandel banget. Udah tahu kakinya luka, masih aja jalan nggak hati-hati. Tadi kan saya belum selesai ngobatinnya. Kenapa langsung keluar aja."


"Ya abis kalian berdua ngeselin. Kalo ketemu selalu ribut. Coba kalian berdua tuh yang akur, kan enak lihatnya."


"Akur sama dia?"


Kezra mengangguk cepat.


"Mimpi!" teriak Keanu.


"Astaga ini anak."


"Jangan harap saya dan dia akur. Ogah banget! Mending saya akur sama monyet, dari pada sama dia mah."

__ADS_1


"Ya udah terserah!" Kezra kembali melanjutkan langkahnya yang terhenti. Menuju kursi ruang tamu yang tinggal beberapa langkah lagi. Melihat Kezra yang kesulitan berjalan membuat Keanu berinisiatif untuk menggendongnya dan bersamaan dengan itu, Lukas melihatnya. Ia menggertakkan giginya dengan kuat dan menatap Keanu dengan penuh kebencian.


Kezra terperanjat ketika tubuhnya melayang di udara, ia pun menjerit.


"Aaaa ... Apa yang kamu lakukan? Aku bisa berjalan sendiri! Ayo turunkan saya sekarang juga!" Kezra memukul dada Keanu sembari meronta dalam gendongan pria muda itu.


"Brengsek! Gimana bisa saya berpikiran mereka sepupu? Apa ada sepupu begitu?" Lukas berdecak sebal, lalu melangkah menyusul Kezra dan Keanu.


Tanpa mengatakan hal apapun, Keanu meletakkan tubuh Kezra begitu saja dengan keras ke atas sopa. Hal itu membuat Kezra menjerit.


"KEANU! Apa yang kamu lakukan? kamu kira saya beras? Seenaknya saja melempar saya tanpa perasaan!" Kezra melotot dan protes tidak terima dengan yang di lakukan Keanu padanya.


"Lah, katanya tadi mau turun? Udah di turunin masih aja protes!" Keanu memutar bola matanya terang-terangan.


"Tapi nggk gini juga caranya! Kan bisa turunin pelan-pelan. Sakit tau!"


"Ya maaf, habisnya Ibu berat sih."


"Apa kata kamu? Saya berat?"


Keanu mengangguk." Kayaknya Ibu harus Diet, deh. Ibu gemukan sekarang."lanjutnya.


"Apa? Jangan aneh-aneh kamu! Tubuh pas gini di bilang gemuk!"


"Pas apanya? Pas ngos-ngosan gendongnya." cibir Keanu seraya mencebik.


"Kau ...."


"Sudah sayang, jangan berdebat dengan bocah ingusan ini. Sini, biar Mas yang obati."


Lukas mendekat, meraih kaki Kezra yang terluka. Ia membawa kotak P3K yang tertinggal di kamar Kezra. Dengan perlahan, ia mengobati kaki Kezra.


"Tapi, mas ...."

__ADS_1


"Udah, jangan banyak alasan. Duduk dan diam! Mas akan mengobatinya." Kezra hanya diam mengikuti kata kekasihnya. Ia melirik Keanu yang berdiri di belakang Lukas. Melihat sepasang kekasih itu dengan penuh rasa cemburu.


__ADS_2