
"Pelan-pelan aja!" teriak Kezra yang berada di belakang Keanu. Tapi bukannya memperlambat laju motornya, Keanu malah dengan sengaja menambah kecepatan sehingga membuat Kezra berteriak dengan kencang karena ketakutan.
"Keanu!" Kezra menjerit. Pria yang ada di hadapannya hanya tertawa jahil, detik berikutnya ia dengan sengaja menarik tangan Kezra yang ada di bahu bagian belakang untuk memeluk pinggangnya.
"Makanya, dari tadi kan sudah saya suruh pegangan. Salah sendiri! Kenapa bandel?!"
"Kamu jangan mencuri kesempatan dalam kesempitan yah!" balas Kezra dengan suara kencang, tepat di telinga Keanu. Tangannya masih melingkar dengan sangat erat di pinggang pria muda itu.
"Kan sama istri sendiri, jadi nggak apa-apa dong." sahutnya dengan sikap tengil khas darinya.
"Eh ... Nggak boleh! Awas ya kamu." Ancam Kezra dengan mata mendelik sempurna.
Keanu hanya tertawa renyah. Bahkan ide jahil terus berkeliaran di pikirannya. Ia melirik wajah penuh ketakutan milik istrinya itu dari kaca spion. Wajah yang biasanya terlihat galak dan tegas itu terlihat sangat lucu saat ini.
"Bu, peluk yang kencang. Saya mau ngebut lagi ini."
"Apa?! Kamu sudah gila? Ini sudah ngebut, Mau ngebut gimana lagi?! Saya belum mau mati!" protes Kezra. Tapi ia juga mengeratkan pelukannya pada pria yang sedang memboncengnya itu. Keanu tak menyahut, ia hanya melebarkan senyum dan menambah kecepatan sehingga Kezra hanya menjerit ketakutan dan pasrah. Berdo'a di dalam hati agar selamat sampai tujuan dan tidak terjadi apa-apa padanya.
❤️❤️
Motor sport milik Keanu berhenti tepat di depan pagar rumah mereka. Kezra masih belum sadar jika keduanya sudah sampai, ia masih memeluk Keanu dengan sangat erat. Ia sengaja menenggelamkan wajahnya di balik punggung Keanu dengan mata yang terpejam rapat. Tubuhnya gemetar karena takut, bahkan tangannya pun terasa dingin kala Keanu menyentuhnya. Ia pun merasa bersalah, menggenggam tangan yang kini memeluknya dengan sangat erat itu.
"Bu, ketagihan ya meluk saya?" ujarnya pelan. "Hah?" Kezra tersadar, ia membuka matanya dan terkejut kala melihat ia sudah sampai di depan rumah. Dengan cepat wanita itu mengangkat kepalanya, menjauh dari punggung yang terasa hangat itu.
"Kok nggak bilang sih kalo udah sampe?" ia menarik tangannya yang sempat di genggam oleh Keanu. Kezra segera turun dari boncengan, membuka helm dan memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan. Wajahnya sedikit pucat karena takut.
"Lah, barusan kan saya bilang ke Ibu kalo udah sampe. Gimana sih, Bu?" Keanu juga melepaskan helmnya.
"Eh, iya ya? Kok aku Lola gini sih. Kamu sih ngebut banget bawa motornya. Untung kita sampai dengan selamat. Kalo tadi saya mati, saya pastikan akan menghantui kamu sepanjang waktu!"
"Wah hantu cantik dong. Saya ikhlas kok kalo di hantui Ibu." ia mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar tidak waras!"
"Ibu yang bikin saya begini."
"Lah kok saya?" Kezra mendelik.
"Karena Ibu sudah mengacaukan hati saya."
"Udah kayak balon meletus aja."
__ADS_1
"Ah Ibu bisa aja."
Kezra menggelengkan kepalanya, menanggapi lelucon Keanu akan membuat kepalanya semakin pusing.
"Tunggu, Bu!" Keanu mencegah Kezra yang hendak membuka pagar rumah.
Kezra berbalik dan mendelik. "Apalagi?"
"Jangan galak-galak, nanti tambah cantik. Kan nggak baik untuk kesehatan jantung saya."
Kezra memutar bola matanya terang-terangan.
"Dasar bocah aneh nggak jelas." umpatnya.
"Gini-gini tetap suami Ibu." sindirnya.
"Apa? Suami?" Suara seorang pria terdengar dari belakang Keanu. Keduanya menoleh ke arah sumber suara, terlihat Lukas yang berdiri di sana dengan wajah memerah menahan marah.
"Mas Lukas?" Mata Kezra membulat sempurna. Bibirnya bergetar kala menyebut nama pria yang ada dalam hatinya itu. Sementara Keanu hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Apa maksudnya dengan kata suami? Jelaskan!"
"Kenapa diam saja? Apa kamu tidak mau menjelaskan apa yang terjadi antara kalian?" Sebelah alis pria itu terangkat ke atas, menatap Kezra dan Keanu bergantian. Tatapan mengintimidasi yang membuat Kezra semakin gugup. Berbeda halnya dengan guru cantik itu, Keanu hanya balik menatap pria angkuh yang ada di hadapannya dengan santai dan malas.
"Kita ... Kita hanya ...." Kezra tidak sanggup mengatakan kebenaran yang terjadi. Ia merasa ini adalah akhir dari semuanya. Pernikahan rahasia mereka akan terbongkar dan Lukas akan meninggalkan dirinya bahkan akan membencinya.
"Kita apa? Jangan coba-coba berbohong kamu!" Lukas menarik lengan Kezra dengan kuat, membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Mas, sakit. Kamu menyakitiku." lirih Kezra.
"Makanya jawab dan jangan berbohong! Jangan ada yang di tutupi lagi. Katakan semuanya sekarang!" teriak Lukas dengan marah. Keanu yang melihat hal itu pun tidak terima. Sangat jelas terlihat jika Kezra kesakitan dan mencoba memberontak.
"Lepaskan dia!" perintah Keanu pada Lukas. Pria yang sedang di kuasai amarah itu menoleh, menatap Keanu dengan marah.
"Apa hak kamu, hah? atau kamu yang akan menjelaskan semuanya? Apa maksud kamu berkata bahwa kamu suaminya?!"
"Lepaskan dulu Bu Kezra! Anda menyakitinya." ucap Keanu dengan mengepalkan kedua tangannya. Lukas melepaskan Kezra, menyentakkan lengan kekasihnya dengan kasar. Kezra bernapas lega, mengusap lengannya yang terlihat memerah dan terasa sakit. Lukas mencengkeramnya dengan sangat kuat, tenaganya tidak seimbang dengan tenaga Kezra.
"Sekarang coba jelaskan apa yang kamu maksud, anak kecil!" Lukas menatap remeh pada Keanu. Meski ukuran tubuh mereka sama, tapi Keanu berusia jauh lebih muda dari Lukas. Ia sengaja mengatakan Keanu anak kecil karena ingin mengingatkan bahwa Keanu tidak ada apa-apanya dengan dirinya.
"Apa yang mau kamu tahu, Kakek?" Keanu menyeringai. Ia membalas ucapan Lukas, sengaja memanggilnya kakek demi membalasnya.
__ADS_1
"Brengsek! Kamu berani sama saya?" teriak Lukas dengan marah.
"Kenapa harus takut? Sama kakek modelan kakek mesum seperti anda?" cibir Keanu.
"Beraninya kamu mengatai saya kakek mesum?" Lukas menggeram marah. Bahkan kedua tangannya yang terkepal sudah siap melayang di wajah mulus milik Keanu.
"Sudah ... Sudah! Sebaiknya kita masuk dan jelaskan di dalam. Jangan ribut di sini! Nggak enak sama tetangga." ujar Kezra seraya melirik beberapa tetangga yang tak sengaja lewat.
"Biarin aja, Bu. Kenapa dia harus masuk segala kerumah kita? Lagi pula kita tidak perlu menjelaskan apapun pada kakek Sugiono!"
"Kamu bilang apa? Kakek Sugiono?!"
"Kenapa? Nggak suka? Kelakuan kamu kan beda tipis sama Kakek Sugiono!"
"Kamu benar-benar brengsek!"
Bugh ....
Satu pukulan keras mendarat di wajah Keanu sehingga membuat kepala pria muda itu terpelanting ke samping. Tubuh pria muda itu terhuyung ke belakang, Kezra yang melihat hal itu pun kaget dan menjerit.
"KEANU!" jeritnya seraya menghampiri suaminya. Keanu menyeka ujung bibirnya yang robek, ada noda merah di sana.
"Astaga! Bibir kamu berdarah." ujar Kezra panik.
"Saya tidak apa-apa, Bu. Biarkan saya membalas pria tidak tahu diri itu."
Kezra menggeleng. "Tidak. Saya tidak mau ada perkelahian di sini."
"Lepas, Bu." Keanu meminta Kezra melepaskan lengannya yang di pegang oleh Kezra. Wanita muda itu kembali menggeleng seraya menatap Keanu dengan tegas.
"Tidak! Kalian tidak boleh begini! Mas Lukas pulanglah. Aku tidak ingin ada keributan di sini."
"Kalian belum menjelaskan apa yang saya dengar tadi."
"Aku akan menjelaskan nanti."
"Baik. Kalian hutang penjelasan pada saya. Dan kau ....!" Lukas menunjuk Keanu dengan dendam yang bersarang di dadanya.
"Urusan kita belum selesai!" Lukas segera melangkah menuju mobilnya. Meninggalkan suami istri yang melihat kepergian dengan hati yang kacau.
"Ayo, Keanu. Kita obati luka kamu di dalam." Keduanya pun segera berjalan memasuki rumah dengan Kezra yang memapah tubuh Keanu. Keanu hanya menurut tanpa membantah, mendapatkan perhatian kecil dari istrinya itu membuat hatinya menghangat. Tanpa sadar senyum tipis terbit di wajah pria itu.
__ADS_1