
"Dia istri saya," tiba-tiba Keanu merangkul Kezra dengan mesra. Mendengar hal itu membuat Kezra, Alif beserta istrinya menatap pria muda itu terkejut.
"Ke?" Kezra mendelik, melirik tangan pria itu yang berada di pundaknya.
"Udah, diem aja. Emangnya mau di teriakin pelakor dan di amukin sama emak-emak rempong di tempat umum?" bisik Keanu tepat di telinga gurunya itu. Kezra terdiam, ia hanya menurut apa yang di katakan oleh Keanu.
"Suami?" tanya Alif gak percaya. Menatap pria yang sedang merangkul sang kekasih dari atas sampai bawah. Bagaimana mungkin pria muda itu mengaku sebagai suami Kezra? pria itu terlihat masih terlalu muda bagi Kezra.
"Iya, Mas. Ini suami ku." kata Kezra seraya tersenyum canggung.
"Kamu tidak salah? Dia masih terlalu muda, Ke." imbuh Alif seraya tertawa dan menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"Memangnya kenapa? Apa ada masalah?" tanya Kezra seraya menatap pria yang ada di hadapannya dengan kesal.
"Tidak, sih. Tapi aku tidak menyangka jika seleramu benar-benar telah berubah."
"Memangnya kenapa? saya tampan dan kaya. Dan asal anda tahu, yang muda lebih menarik. Lagi pula, pria tua akan cepat keriput dan membosankan!" sindir Keanu seraya menatap remeh mantan kekasih istrinya.
"Kau ... benar-benar...."
"Apa? tampan? Anda merasa kalah dengan ketampanan saya?" cibir Keanu dengan tersenyum miring.
"Sayang, kenapa kamu meributkan siapa pria yang menjadi suami wanita ini? Apa salahnya jika dia mempunyai suami berondong? Bukankah lagi trend mempunyai suami berondong?" ujar istri Alif seraya menatap Kezra kesal. Dalam hatinya ia sangat kesal karena suami Kezra sangatlah tampan dan muda. Sangat berbeda dengan Alif yang sudah kepala tiga dan ketampanannya kalah jauh dari Keanu.
"Sudahlah. Ayo kita pulang!" ajak istrinya dan langsung menarik lengan Alif dengan kesal. Meski sudah di tarik menjauh dari Kezra, tapi tatapan kesal tak bisa ia lepaskan dari Kezra dan Keanu. Ia merasa tidak terima Kezra mendapatkan suami yang jauh lebih baik darinya. Ia mengakui, pria itu tampak bukan pria sembarangan. Dan ketampanannya jauh di atas rata-rata.
"Udah tua masih mau bersaing. Tidak sadar diri!" cibir Keanu setelah Alif beserta istri dan anaknya menghilang dari pandangannya. Kezra segera melepaskan tangan Keanu yang bertengger di bahunya.
"Jauhkan lenganmu dari saya! Jangan mencuri kesempatan dalam kesempitan! Lagi pula mereka sudah pergi." kata Kezra dengan galak.
"Astaga. Memangnya kenapa? Bukankah kita memang suami istri?" Keanu mendelik.
"Haish, lupakan!" kata Kezra seraya berjalan menjauh dan di ikuti oleh Keanu dari belakang. Langkahnya terhenti ketika melihat gelang perak yang terlihat sangat cantik dan menyita perhatiannya. Ia mengambilnya dan mengamati gelang berbentuk love separuh itu.
"Kenapa? Apa Ibu suka?" tanya Keanu mengagetkan. Sontak saja pertanyaan Keanu membuat Kezra terkejut dan menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Astaga! Kenapa kamu selalu mengagetkan ku?"
Keanu hanya tertawa tanpa merasa bersalah.
"Kita beli yok. Ibu pakai sebelah, dan saya memakai sebelah." kata Keanu seraya meraih sepasang gelang couple yang ada dalam genggaman Kezra.
"Untuk apa membelinya?"
"Ya untuk di pakai. Memangnya untuk apalagi?"
"Kita? Pakai gelang couple?"
Keanu mengangguk.
"Berapa harganya?" tanya Keanu pada penjual.
"Harganya Lima ratus ribu," jawab sang Bapak penjual.
"APA?! LIMA RATUS RIBU?!" teriak Kezra tak percaya. Ia segera menutup mulutnya yang terbuka. Sang penjual hanya tersenyum maklum. Harga segitu memang terlihat tidak masuk akal bila di kampung dan ia tidak hanya menjumpai Kezra yang kaget setelah mendengar harganya. Sudah banyak yang menjerit ngeri mendengar suaranya.
"Itu terbuat dari perak asli, mbak. Tidak akan luntur meskipun di bawa mandi dan di pakai sepanjang hari. Lagi pula gelang itu sepasang, sudah termasuk murah kok."
"Loh, kenapa di kembalikan? Bukankah Ibu menyukainya?" tanya Keanu. Kezra meletakkan jari telunjuknya ke depan bibir Keanu.
"Sudah diam aja. Ayo kita pergi dari sini. Kita bisa mendapatkan gelang seperti itu sepuluh kali lipat." kata wanita itu seraya terus menarik lengan suaminya.
"Tapi itu asli."
"Haish ... Penjual itu bisa saja berbohong. Jangan termakan rayuannya. Lebih baik kita kembali ke tempat Kiki bermain. Nanti kalau dia bilang bagaimana? Bisa di penggal kepala kita oleh Bapak." kata Kezra tanpa melepaskan tangan Keanu. Ia terus menariknya hingga mencapai tempat bermain. Menyadari jika Kezra menggenggam tangannya dengan erat membuat Keanu diam-diam tersenyum. Ia merasa bahagia dengan momen malam ini. Setelah sampai dan melihat Kiki yang sedang asik bermain, barulah Kezra melepaskan tangannya. Wanita itu melambaikan tangannya kepada sang adik.
"Bu, saya mau ke toilet sebentar ya." kata Keanu dan Kezra hanya mengangguk. Keanu pergi begitu saja meninggalkan Kezra, menuju tempat yang menjadi tujuannya.
Tidak sampai lima menit Keanu sudah kembali dengan wajah sumringah.
"Hei. Cepat sekali?" tanya Kezra.
__ADS_1
"Iya, cuma bentar kok."
Kezra kembali fokus mengawasi adiknya yang sibuk bermain.
"Bu, mana tangan Ibu." kata Keanu.
"Kenapa?" tanya Kezra tak mengerti.
"Mau lihat saja. Mana tangannya."
Kezra segera mengulurkan tangannya. Keanu segera mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Sontak saja Kezra mendelik, menatap tak percaya pada sesuatu yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Ke, apa yang kamu lakukan?Harganya sangat mahal." kata Kezra menatap tak percaya pada gelang dan Keanu.
"Ibu lupa siapa Keanu? Gelang seperti ini bukanlah sesuatu yang mahal. Bahkan jika Ibu meminta satu container pun akan saya berikan."
"Dasar sombong!"
Pria itu hanya tertawa.
"Duh, cantiknya." puji pria itu sembari tersenyum.
"Iya, ya. Cantik banget," kata Kezra seraya tersenyum menatap gelang perak yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Tapi lebih cantik orang yang memakainya." kata Keanu jujur sehingga membuat Kezra tersipu.
"Ohya, jangan lupa selalu di pakai ya. Aku juga akan memakainya." pria itu menunjukkan pergelangan tangan kirinya yang juga memakai gelang yang sama.
"Astaga! Kamu membeli keduanya?" ucap Kezra tak percaya. Keanu mengangguk.
"Jadi kita benar-benar memakai gelang couple?"
Keanu mengangguk. Detik berikutnya pria itu meraih tangan Kezra dan menggenggamnya.
"Bu, perasaan saya sama Ibu nggak main-main. Tolong, jangan menolak saya." ucap pria muda seraya menatap Kezra penuh cinta. Di tatap sedemikian rupa membuat Kezra salah tingkah.
__ADS_1
"Ibu jangan malu mengakui perasaan Ibu. Saya janji akan merahasiakan hubungan kita di sekolah. Lupakan pria brengsek yang sudah menyakiti hati Ibu. Dan ayo kita mulai hubungan yang baru." Kezra mengerjap beberapa kali. Ia merasa semua ini mimpi. Ia masih tak percaya dengan apa yang baru terjadi.
"Ayo kita pulang Ke Jakarta besok. Kita menjalani kehidupan suami istri yang sebenarnya. Saya janji tidak akan pernah membuat Ibu sedih. Saya akan menjadi suami yang bertanggung jawab." ucap pria itu dengan kesungguhan hati yang dalam.