Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Gara-gara mangga


__ADS_3

Keanu dan Kezra mencoba mencari pohon mangga di rumah tetangga. Keduanya berjalan bersama dari satu rumah ke rumah lain. Saat berada di ujung komplek, Kezra melihat pohon mangga yang kebetulan sedang berbuah.


"Ke, itu ada pohon mangga!" tunjuk wanita yang rambutnya di ikat asal. Keanu mengikuti arah telunjuk Kezra, ia pun bisa bernapas lega.


"Ah akhirnya ketemu juga. Kalau nggak ketemu terpaksa kita ke kampung kamu buat nyari mangga muda."


Wajah Kezra tampak sumringah, wanita itu sangat antusias bahkan menarik lengan Keanu agar berjalan lebih cepat.


"Sabar sayang. Pohon mangganya tidak akan kabur."


"Ayo Ke. Aku udah nggak sabar." ujar Kezra tanpa mengendurkan tarikannya pada lengan Sang suami. Keanu terpaksa menurut, saat sampai di depan pintu sang empunya pohon mangga barulah wanita itu melepaskan lengan suaminya. Keduanya memencet bel yang terdapat di sebelah pintu. Tak lama keluar seorang wanita yang rambutnya telah memutih semua.


"Cari siapa?" tanya wanita itu dengan ramah. Keanu dan Kezra saling pandang, lalu keduanya menyampaikan maksud mereka berdua. Beruntungnya sang pemilik rumah mengizinkan Mereka berdua untuk memetik buah mangga yang masih muda. Keanu di izinkan memanjat dan Kezra menunggunya di bawah bersama wanita tua itu.


"Sayang sebenarnya aku tidak bisa memanjat." bisik Keanu pasa istrinya. Kezra menatap Keanu dengan tajam.


"Masak laki-laki nggak bisa manjat? Aku aja bisa manjat pohon kelapa. Saat di kampung aku suka memanjat pohon."


"Tapi aku tidak pernah memanjat sayang,"


"Ya udah kalau begitu aku aja yang manjat." kata Kezra maju. Tapi daster yang ia kenakan di tarik dari belakang oleh sang pemilik rumah.

__ADS_1


"Kamu itu perempuan, sedang hamil pula. Kalau terjadi sesuatu sama kamu dan anak mu bagaimana? Apa gunanya suami kamu? Jangan bisanya bikin anak saja tapi tidak bisa memenuhi ngidam istri. Potong saja burungnya kalau tidak bisa memanjat." ketus wanita itu seraya menatap sinis pada Keanu. Sontak saja Keanu menutupi area terlarangnya. Ia merasa ngilu membayangkan jika miliknya akan di potong.


"Oma bisa aja. Nanti gimana nasib saya kalau burungnya di potong?" Keanu nyengir kuda.


"Ya makanya panjat sana! Apa kamu tidak kasihan sama istri kamu? Dia begini juga karena ulah kamu. Jangan maunya enak doang! Cepat panjat!"


Keanu menggaruk kepala bagian belakang, lalu menatap Kezra dengan memelas. Sementara Kezra hanya tertawa geli melihat suaminya mendapatkan Omelan dari wanita tua itu.


"Sayang, kita beli saja ya. Pohonnya cukup tinggi. Nanti kalau suami tampan mu ini jatuh gimana? Kalau lecet gimana?" Keanu memelas.


"Jangan cengeng! Berani berbuat berani bertanggung jawab. Kamu mau anak kalian ileran?"


Keanu menggeleng.


"Iya, iya." Keanu bersungut-sungut. Ia menatap Kezra dengan intens, lalu memegang tangan istrinya.


"Sayang Do'a kan suami kamu ini ya. Do'a kan agar berhasil. Suami kamu ini sedang berjuang demi dirimu dan anak kita. Tolong doakan biar suami kamu ini selamat." Kezra menahan tawa melihat ekspresi Keanu yang menurutnya sangat lucu. Sementara Oma pemilik rumah merasa kesal.


"Ya Tuhan kenapa dia sangat lebay? Ayo cepat panjat. Keburu sore nanti." Oma menepuk bahu Keanu dengan keras sehingga membuat pria muda itu meringis sembari mengusap bahunya yang perih.


"Sabar Oma. Meminta doa restu sama istri itu penting."

__ADS_1


"Nanti keburu Sore. Keburu malam. Ayo cepat!"


Keanu cemberut, ia segera melepaskan tangan Kezra dan mulai memanjat.


"Hati-hati Ke," ucap Kezra dan di balas dengan anggukan oleh Keanu yang berusaha memanjat Lebih tinggi. Sesampainya di atas Keanu tersenyum lega. Akhirnya ia bisa memanjat meski awalnya sangat sulit. Tapi demi anak dan istrinya maka ia harus bisa memanjat. Keanu meraih dahan yang terdapat beberapa buah mangga dan menjatuhkannya ke bawah.


"Wah Ke. Udah cukup kok, kamu turun aja!" Teriak Kezra dari bawah.


"Memangnya kamu nggak mau nambah? Mumpung masih di atas nih."


"Udah cukup kok Ke. Kamu turun aja! Segini juga udah cukup." ujar Kezra dari bawah. Wanita hamil itu sibuk memungut beberapa buah mangga yang di jatuhkan oleh suaminya. Setelah selesai ia segera membawanya ke dekat Oma sinta yang sedang duduk di kursi teras. Keduanya kembali hanyut dalam perbincangan seputar rumah tangga. Oma yang mempunyai pengalaman banyak tentang kehidupan tak segan memberikan wejangan pada istri muda itu. Kezra pun bersyukur bertemu dengan Oma shinta yang begitu baik dan ramah. Jarang sekali menemukan orang-orang seperti Oma Sinta di kota besar seperti ini.


Saat keduanya asyik mengobrol, terdengar suara terjatuh dengan keras.


Bughh ....


"Udah Ke. Mangganya udah banyak, jangan ambil lagi. Nanti mubazir!" kata Kezra tanpa menoleh.


"Mungkin buat persediaan nanti jika kamu pengen neng." sahut Oma.


"Segini aja cukup, Oma. Ini udah banyak banget."

__ADS_1


"SAYANG ... INI AKU, BUKAN MANGGA!" Teriak Keanu yang setengah berbaring seraya memegangi pinggangnya yang terasa patah di bawah pohon mangga. Mendengar teriakan Keanu membuat Kezra menoleh. Sontak saja matanya membulat sempurna melihat suaminya yang sudah ada di atas tanah. Ternyata bukan mangga yang jatuh, tapi suaminya!


"KEANU!" teriak Kezra dan segera berlari ke arah Keanu yang terus mengeluh kesakitan. Keanu terjatuh gara-gara mangga!


__ADS_2