
Pasangan muda baru saja keluar dari ruangan obgyn, raut wajah Keanu tampak kesal.
"Kita pergi ke rumah sakit lain aja!" ujarnya dengan wajah memberengut. Kezra menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
"Memangnya kenapa? Bukankah ini adalah rumah sakit terbaik di kota ini?" keduanya berhenti di koridor rumah sakit. Kezra ikut kesal menatap suaminya yang uring-uringan.
"Terbaik apanya? Memangnya ada ya dokter yang melarang suami menyentuh istri? Gila nggak tuh dokternya!" tampaknya Keanu benar-benar kesal dengan larangan dokter tentang tidak melakukan hubungan badan terlebih dulu dengan istrinya.
"Itu juga demi kebaikan bayi kita, Ke." Kezra mencoba untuk bersabar menghadapi mood Keanu yang berantakan. Dalam situasi seperti ini ia tidak boleh ikut emosi jika tidak ingin semuanya bertambah runyam.
"Kebaikan apanya sayang? Mana bisa aku tidak menyentuhmu? Kau sendiri tahu. Kamu itu candu bagiku, aku kecanduan!" ia menyugar rambutnya ke belakang. Kezra menggeleng pelan.
"Kan kita masih bisa bersentuhan, Ke. Tapi tidak untuk yang satu itu."
"Pokoknya kita harus cari dokter lain! Aku tidak percaya dokter tadi."
Melihat Keanu yang bersikeras dan seperti anak kecil membuat Kezra kesal. Di tambah lagi dengan perutnya yang terasa mual membuat wanita itu ingin segera pulang.
"Terserah kamu, Ke. Kalau kamu tetap mau mencari dokter lain atau ingin pergi ke rumah sakit lain silahkan! Aku mau pulang. Kepalaku pusing dan perutku mual. Aku pulang naik taksi aja." ujarnya seraya berjalan meninggalkan Keanu yang masih tampak kesal. Melihat istrinya yang berlalu begitu saja membuat Keanu tersentak.
"Sayang tunggu! Kita pulang bersama. Jangan cepat-cepat jalannya." Keanu berlari mengejar istrinya, sementara Kezra tak menoleh sama sekali. Ia benar-benar kesal pada Keanu yang keras kepala.
Sesampainya di rumah, Kezra segera masuk ke dalam kamar. Ia mengistirahatkan kakinya yang pegal, bahkan seluruh tubuhnya terasa sangat lelah. Semenjak hamil tubuh wanita itu mudah lelah.
__ADS_1
"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Keanu khawatir. Ia memeriksa dahi Kezra yang sedikit hangat. Wanita itu berbaring, memejamkan matanya.
"Aku haus." lirih wanita itu tanpa membuka mata.
"Baiklah akan aku ambilkan air. Tunggu sebentar!" Keanu berlari ke luar kamar menuju dapur untuk mengambil air dingin. Tak lama ia kembali dengan segelas air di tangannya. Pria muda itu membangunkan istrinya, lalu memberikan air dingin itu pada Kezra.
"Ini, minumlah." ia membantu Kezra untuk minum.
"Apa kau lapar?" tanya Keanu setelah meletakkan gelas yang telah kosong ke atas nakas. Sepertinya Kezra benar-benar haus. Wanita yang di tanya itu hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Tapi kamu belum makan siang ini. Mau makan apa? Aku baca di internet kalau orang hamil itu suka ngidam. Pengen sesuatu." ia menatap istrinya. Jemarinya terulur mengelus Surai coklat milik Kezra dengan lembut.
"Aku ingin makan mangga muda." kata Kezra.
Kezra menggeleng.
"Di mana ada jual mangga muda, sayang? Aku akan membelinya sekarang."
"Aku tidak tahu, Ke. Biasanya mangga muda tidak di jual. Dan biasanya mangga muda ada di pohon. Dan aku ingin sekali mangga muda yang baru di petik. Dan aku maunya kamu yang petik langsung dari pohon."
"APA?" pria itu terkejut bukan main. Mengapa permintaan Kezra sangat aneh?
"Kenapa? Kamu tidak mau ya Ke?" wajah Kezra berubah sendu, matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Tidak. Bu-bukan seperti itu sayang. Tapi aku tidak bisa memanjat pohon. Aku suruh Dion sama Rifky aja ya?"
"Aku maunya kamu yang manjat."
"Tapi sayang ...."
"Kamu sayang nggak sih sama aku? Sama anak kita?"
"Iya, aku sayang. Tapi apa kamu nggak sayang sama aku? Nggak kasihan sama aku? Kalau aku jatuh nanti gimana?" Keanu mengerang frustasi.
"Kamu jahat Ke. Kamu nggak sayang sama aku dan bayi kita. Kalo anak kita nanti ileran gimana? Emangnya kamu nggak malu punya anak ileran?" air mata Kezra merebak, jatuh saling bersusulan. Membuat Keanu kebingungan. Di satu sisi ia tidak tega melihat istrinya menangis, tapi di sisi lain ia tidak bisa memenuhi keinginan aneh istrinya. Dia tidak bisa memanjat!
"Bukannya seperti itu sayang. Kita beli saja ya. Yang Mateng, jangan yang muda. Susah nyarinya."
"Huaaaaa ...." tangis Kezra pecah, tentu saja hal itu membuat Keanu semakin pusing.
"Tenang ya sayang. Jangan nangis lagi." bujuk Keanu. Tapi tangis Kezra tak juga kunjung reda. Wanita itu pun tidak mengerti mengapa ia begitu sensitif dan cengeng. Ia merasa sangat sedih ketika keinginannya tidak di penuhi.
"Oke, Oke. Aku akan memanjat! Akan aku ambilkan buah mangga muda untuk kamu." tangis Kezra lenyap, hanya tinggal isakan kecil yang terdengar. Melihat istrinya yang tidak menangis lagi membuat Keanu lega.
"Nanti kita cari ya. Jangan nangis lagi." bujuk pria itu seraya mengelus Surai coklat milik Kezra.
"Semua ini gara-gara kamu! nyusahin aja. Gimana ntar kalau papi jatuh? Coba minta makanan itu yang gampang aja. Ini mangga muda segala yang di pinta. Benar-benar menguji kesabaran." rutuknya seraya menatap perut Kezra yang masih rata. Mendengar gerutuan Keanu membuat Kezra kesal.
__ADS_1
"Ini juga karena anak kamu, Ke. Kalau tidak mau repot ya udah jangan punya anak." Kezra kembali cemberut. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Ya Tuhan, Keanu benar-benar kebingungan di buatnya. Inikah yang di namakan ngidam? Jika seandainya di izinkan memilih, maka Keanu lebih memilih untuk tidak mengalami ngidam. Semua itu benar-benar merepotkan!