
"Bagaimana rasanya?" tanya Keanu seraya menatap wajah Kezra tanpa ekspresi. Meski ia berkata dengan sangat percaya diri, tapi tidak di pungkiri bahwa dalam hatinya ia merasa cemas. Apakah masakannya bisa di makan? Yang ia lihat masakannya tidak seperti nasi goreng yang ia lihat biasanya.
"Sayang, apakah nasi goreng buatan ku enak? A-apakah asin? A-atau pahit?" tanya Keanu penasaran. Pasalnya Kezra terus mengunyah nasi goreng yang ada dalam mulutnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Karena tak kunjung mendapatkan Jawaban dan rasa penasarannya begitu dalam, Keanu mencoba untuk mencicipi nasi goreng buatannya yang ada di dalam piring sang istri.
Plaaakk ....
"Aduh,"
Baru saja pria itu hendak meraih sendok yang Kezra gunakan, satu tepukan keras mendarat di punggung tangannya. Kezra menatap suaminya dengan tatapan mengerikan, melotot dan menarik sepiring nasi goreng miliknya agar tidak di ambil oleh Keanu. Pria itu melongo, menatap bingung pada Kezra yang tampak memasang wajah galak.
"Ke-kenapa? Aku hanya ingin mencicipinya." ujar Keanu dengan bingung.
"Tidak boleh! Ini nasi goreng milikku!"
"Astaga sayang! Aku hanya ingin mencicipinya sedikit."
"Tidak boleh! Bukankah di wajan sana masih ada?"
"Apa nasi goreng buatanku sangat enak sehingga aku tidak boleh mencicipinya walaupun hanya sedikit?"
Kezra mengangguk dengan cepat.
"Nasi gorengnya enak banget! Lain kali aku mau kamu buatkan nasi goreng seperti ini lagi untukku."
Keanu mengangguk dengan ragu, menggaruk kepala bagian belakangnya yang terasa gatal.
"Ya udah kalau gitu, abisin aja. Kok kayaknya meragukan ya."
Tak ada lagi sahutan dari sang istri, Kezra hanya fokus menghabiskan nasi goreng buatan suaminya dengan lahap. Sementara Keanu hanya melihat sang istri menghabiskan nasi goreng itu dengan senyum. Entah bagaimana rasanya, tapi Kezra tampak sangat menikmatinya. Keanu membiarkan istrinya itu dan hanya melihat Kezra yang makan dengan semangat.
Tak lama terdengar suara bel pintu yang berbunyi, Keanu menoleh. Lalu segera berdiri untuk membuka pintu dan melihat tamu yang datang.
"Sayang, aku ke depan dulu ya. Sepertinya Rifky dan Dion sudah datang." Kezra hanya mengangguk tanpa menoleh. Keanu pun segera meninggalkan dapur dan tak lama Kembali di ikuti oleh kedua temannya.
"Pagi Bu Kezra," sapa keduanya hampir bersamaan. Kezra menoleh, lalu tersenyum.
"Pagi juga Dion, Rifky. Ayo sarapan bareng! Mumpung nasi gorengnya masih ada."
Rifky dan Dion Saling berpandangan dengan wajah cerah. Mata keduanya berbinar, kebetulan perut mereka memang sangat lapar.
__ADS_1
"Apakah boleh, Bu?" tanya Dion dengan senyum tidak enak. Ia menggaruk tengkuknya.
"Boleh, dong. Sana ambil sendiri, itu di wajan masih banyak." Keduanya mengangguk dengan cepat. Melihat kedua sahabatnya mengambil piring dengan bersemangat dan tanpa malu-malu membuat Keanu menggeleng.
"Giliran makanan aja, cepat banget. Nyesel gue bawa kalian ke dapur."
"Astaga Keanu! Pelit banget sih sama teman sendiri? Nggak boleh gitu. Lagian ini 'kan rejeki, nggak boleh di tolak!" sahut Rifky dengan tertawa kecil dan di sambut dengan anggukan oleh Dion yang sibuk memasukkan nasi goreng ke dalam piring keramik bewarna putih yang ada dalam genggamannya.
"Jangan setiap hari aja numpang makan di sini, bisa rugi gue kalau gitu." Keanu bersungut-sungut.
"Yaela baru sekali ini doang. Jangan pelit-pelit lu sama sahabat sendiri! Mau kuburan Lo sempit?" Dion menimpali.
"Terserah kalian deh. Males gue debat sama kalian pada nggak ada yang mau ngalah."
Kedua sahabatnya hanya tertawa, setelah selesai mereka membawa sepiring nasi goreng ke atas meja makan.
"Nah jadi rame, 'kan. Ke, kamu nggak ikut makan?" tanya Kezra dengan mengunyah makanannya.
"Nanti aja sayang, masih belum laper." jawab Keanu dengan manis sehingga membuat Rifky dan Dion melihatnya dengan sinis.
"Uhuuk ... Uhuuk ... uhuuukk ... Tolong dong jangan kayak gitu di depan jomblo." sindir Dion dan Rifky ikut mengangguk.
"Kenapa emangnya? Makanya nikah biar bisa mesra kayak gue! Apaan kalian pada, jangankan punya istri. Punya pacar aja kagak!"
"Iya tuh si Keanu! Padahal nggak punya pacar eh tiba-tiba udah nikah aja sama Bu Kezra. Nggak nyangka banget gue." sahut Rifky.
"Inilah yang di namakan takdir! Kita nggak tahu bakal berjodoh sama siapa." ucap Keanu.
"Bener juga sama apa yang di bilang Keanu. Siapa tahu ntar gue dapat cewek spek Angelina Jolie atau Cassandra Lee." ucap Dion yang Langsung mendapatkan toyoran di kepalanya oleh Keanu.
"Ketinggian nge-halu Lo!"
"Ucapan adalah doa, Ke. Siapa tahu malaikat lewat dan ucapan gue jadi kenyataan. Wah nggak kebayang gue kalau punya cewek secantik dan seseksi mereka."
"Haishh ... Suka-suka Lo aja lah. Makan tuh nasi goreng. Habisin!"
Rifky dan Dion menatap nasi goreng yang ada di hadapannya dengan ragu.
"Ngomong-ngomong kok nasi gorengnya agak beda dari yang lain ya, Bu?" tanya Dion bingung sembari mengaduk makanannya.
__ADS_1
"Jangan lihat tampilannya, coba deh makan. Rasanya enak banget kok. Ibu aja suka banget." ucap Kezra dengan sangat meyakinkan. Meski ragu, kedua pria muda yang duduk bersebelahan itu pun memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulut mereka. Tak lama keduanya mendelik, lalu saling tatap. Kezra yang melihatnya pun menjadi heran.
"Loh, kenapa? Ayo makan dan habiskan!" ucap Kezra.
Hoeekk ....
Keduanya memuntahkan kembali nasi goreng aneh itu. Keduanya lalu meminum air putih dengan rakus. Tak berhenti di situ, setelah segelas air putih yang ada dalam gelas habis keduanya mengisinya Kembali dan menghabiskan lagi air putih itu. Keanu dan Kezra menatap mereka dengan bingung.
"Apa sih kalian? jangan lebay gitu." tegur Keanu dengan kesal.
"Siapa yang lebay, sih Ke? Nasi goreng ini benar-benar nggak enak. Emang siapa sih yang masak? Nggak mungkin 'kan ini masakan Bu Kezra? Jangan-jangan ini masakan elu!" tuding Dion dengan wajah curiga.
"Emang masakan gue! Emangnya kenapa?"
"Wah pentesan! Lu mau ngebunuh kita berdua? Ini benar-benar nggak enak dan nggak bisa di makan!" ucap Dion lagi. Di perkuat dengan anggukan Rifky. Pria itu tampak trauma dengan nasi goreng buatan chef abal-abal.
"Ah masak sih? Tapi kenapa bini gue enak-enak aja makannya? Fitnah nih kalian."
"Astaga Keanu! Siapa yang fitnah sih? Emangnya lu belum nyoba tu nasi goreng?"
Keanu menggeleng pelan.
"Pantesan! Ya udah coba nih!" Dion menyodorkan sesendok nasi goreng ke dalam mulut sahabatnya. Tak menunggu lama, Keanu ikut memuntahkan nasi goreng itu. Ia meraih segelas air minum milik istrinya dan menghabiskan hingga tandas.
"Kenapa Ke? Bukannya enak ya?" tanya Kezra bingung.
"Asin! Pahit!" teriak pria itu dengan memejamkan mata. Nasi goreng itu benar-benar tidak bisa di makan sama sekali.
"Kamu kok bisa makan sih, sayang? Itu nasi gorengnya tidak enak sama sekali! Bahkan jauh dari kata layak untuk di makan."
"Tapi ini enak, kok. Aku suka masakan kamu." ujar Kezra dengan polos. Membuat ketiga pria yang ada di hadapannya saling tatap.
"Wah parah Lu Ke! Lu masukin ajian apa ke nasi goreng itu. Pasti Lu udah kasih jampi-jampi ya ke Bu Kezra?" tuding Dion sehingga membuat bahunya menjadi sasaran pukulan oleh Keanu.
"Sembarangan Lo cebong! Mana ada gue jampi-jampi. Ngarang Lo!"
"Lah terus, kenapa Bu Kezra sangat menikmatinya? Jangan-jangan Ibu sakit ya? Mending periksa deh ke rumah sakit. Takut ada syaraf lidah kejepit." Dion mengusulkan.
"Ada-ada aja nih cebong! Emang ada syaraf lidah kejepit?"
__ADS_1
"Ada lah. Itu buktinya Bu Kezra lahap banget makan nasi goreng ala chef abal-abal kayak Lo! Pasti ada yang nggak beres ini sama si Ibu."
"Saya baik-baik aja kok. Nggak ada yang aneh sama saya. Tapi nasi goreng ini benar-benar enak. Bahkan saya ingin Keanu membuatkan nasi goreng seperti ini lagi lain kali." sontak saja ketiga anak muda itu menatap Kezra dengan tatapan horor.