Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Menginginkannya lagi


__ADS_3

Keanu membuka kelopak matanya ketika matahari belum benar-benar muncul. Ia merasakan keram di lengan kirinya, tapi detik selanjutnya ia mengulum senyum. Wanita yang terkenal galak dan jutek itu akhirnya bisa ia taklukan. Pria muda itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik wanita yang sedang terlelap di pelukannya dengan tubuh yang masih sama-sama polos hanya tertutup oleh selimut tebal.


Keanu membelai Surai coklat Kezra yang menutupi sebagian wajahnya, menyelipkan ke belakang daun telinga. Pria itu mendaratkan sebuah kecupan di pelipis wanita itu sehingga membuat Kezra menggeliat. Bukannya terbangun, guru muda itu malah menyurukkan kepalanya pada dada bidang milik Keanu sehingga membuat pria itu tersenyum lebar.


"Bahkan dia terlihat sangat cantik ketika sedang tidur." gumamnya seraya terus memperhatikan wajah istrinya. Tak berselang lama mata Kezra terbuka, ia sangat terkejut mendapati dirinya yang berada dalam pelukan seorang pria. Dan parahnya lagi mereka sama-sama tidak berbusana!


Kezra segera bangun dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya sebatas leher.


Keanu yang melihat gerakan refleks wanita itu hanya tertawa geli.


"Kenapa harus di tutupi? Bukankah saya sudah melihat semuanya?" pria itu menaikkan sebelah alisnya.


"Ka-kau!" geram Kezra dengan pipi yang bersemu merah.


Kezra bergerak duduk, mendekati sang istri yang tampak malu.


Apa yang aku lakukan semalam bersama Keanu? Ya Tuhan. Sekarang aku sudah benar-benar kehilangan keperawananku! pekiknya dalam hati. Wajahnya semakin bersemu ketika mengingat kejadian semalam. Di mana dirinya pun malah ikut menikmati semua sentuhan pria yang lebih muda darinya itu.


"Kenapa, Bu? Oh ya terima kasih telah menyembuhkan penyakit ku semalam."


"Terima kasih katamu? Saya sudah kehilangan keperawanan asal kamu tahu!" sinis Kezra dengan tatapan kesal.


"Hey Bu Kezra! Jangan amnesia mendadak. Ini juga kewajiban Ibu sebagai istri." Kezra bungkam. Lagi-lagi ia merutuki kebodohannya.


"Kalau lagi tidur polos banget kayak bayi. Eh pas udah bangun malah balik lagi kayak singa!" sungut Keanu.


"Kamu ngatain saya ya?!" tuding Kezra dengan mata yang mendelik.

__ADS_1


"Nggak." Elak Keanu.


"Awas ya kalau ngatain saya!"


"Ya Tuhan. Kembalikan waktu beberapa jam sebelumnya. Saya ingin mendengar suara ******* dan rintihan wanita galak ini saat di bawah saya." Keanu mengangkat kedua tangannya keatas seolah-olah sedang berdo'a. Mendengar do'a konyol yang di ucapkan oleh Keanu pun membuat wanita itu beringsut maju mendekati pria itu dan membekap mulutnya.


"Astaga! Baru kali ini dengar Do'a yang tidak senonoh!" kesal Kezra tanpa sadar selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya telah berada di pinggangnya sehingga menampakkan dua aset pribadinya berada tepat di wajah Keanu karena ia tengah membekap mulut pria itu. Melihat pemandangan indah yang berada di hadapannya membuat pria itu meneguk ludah dengan susah payah. Bahkan miliknya yang ada di bawah sana sudah kembali berdiri tegak siap bertempur kembali.


"Kamu tuh ya kalau ...." Kezra mendelik ketika menyadari bahwa arah pandangan kedua mata Keanu. Dengan cepat wanita itu menjauhkan tangannya dari mulut Keanu dan menarik kembali selimut yang tadi jatuh tanpa sadar.


"Heh mesum! Tutup mata kamu!" teriak Kezra kembali mundur sampai di kepala ranjang.


"Bisa nggak sih, jangan memancing saya? Saya 'kan jadi pengen lagi." ucap pria itu.


"Dasar tidak waras!" Kezra melempar sebuah bantal ke wajah pria itu. Sementara Keanu hanya terkekeh. Hasratnya kembali muncul, pengalaman pertamanya bersama Kezra tadi malam sungguh luar biasa. Setiap jengkal tubuh wanita itu seakan menjadi candu baginya.


"Bu, satu kali lagi ya." pintanya dengan wajah memelas.


"Ayolah. Lagian ya, kalau suami minta itu nggak boleh nolak. Memangnya Ibu mau dosa?" Kezra menggeleng.


"Terus, Ibu mau masuk neraka?" Kezra kembali menggeleng.


"Mau dapat pahala nggak?" Kali ini wanita itu mengangguk.


"Ayo kita lakukan sekali lagi. Udah dapat pahala, dapat enak lagi." ujar pria itu sehingga sebuah bantal kembali mendarat tepat di wajahnya.


"Aduh. Sakit sayang. Ayolah sekali aja." bujuk pria itu dengan mengulum senyum. Kezra melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 04.00 dini hari.

__ADS_1


"Sebentar lagi siang. Kita juga harus ke sekolah 'kan. Kamu harus ujian."


"Kan masih ada tiga jam menjelang ke sekolah." pria itu menaik turunkan alisnya seraya mendekati istrinya yang tampak masih mencari-cari alasan.


"Ayolah, Bu. Ibu juga suka 'kan?"


"Astaga Keanu!" pekik wanita itu tapi pria yang ada di sampingnya hanya terkekeh.


"Makanya ayo kita lakukan sekali lagi."


Kezra tampak menggigit bibir bagian bawahnya membuat napsu Keanu semakin naik.


"Tapi ... Pelan-pelan aja, ya. Masih sakit soalnya." cicit Kezra dengan malu-malu. Keanu tersenyum lebar, ia meletakkan tangan kanannya di pelipis memberi hormat.


"Siap laksanakan! Tapi yang lama ya." bisiknya mesra. Kezra mendelik dan hendak protes tapi sebelum itu Keanu telah membungkam bibir mungil wanita itu dengan bibirnya sehingga Kezra tak bisa mengajukan protes. Ciuman yang awalnya lembut, kini berubah kian menuntut. Tangan pria itu telah menjelajah ke mana-mana. Selimut yang tadinya menutupi tubuh Kezra pun telah teronggok di lantai.


Keduanya sama-sama menikmati momen yang ada. Saling menyesap dan menyalurkan hasrat yang semakin menggebu. Sesekali ******* dan rintihan kenikmatan lolos dari bibir wanita itu. Tanpa ia akui, semua sentuhan Keanu juga membuatnya candu. Sehingga ia menginginkannya lagi dan lagi.


Kamar itu kembali menjadi saksi bisu antara pasangan baru yang sama-sama baru merasakan yang namanya surga dunia. Gerakan Keanu yang awalnya kaku ini tidak lagi. Bahkan tempo yang awalnya pelan kini malah semakin di percepat hingga keduanya sampai pada titik kenikmatan yang sesungguhnya. Setelah sama-sama mencapai puncak kenikmatan, Keanu mengecup kening Kezra dan kembali meraup bibir wanita itu. Miliknya masih berada dalam milik Kezra, tak ingin ia melepaskan dan tak ingin buru-buru kehilangan kenikmatan itu.


"Bu, aku menginginkannya lagi." bisik Keanu sehingga membuat Kezra melotot sempurna.


"Tapi Ke ...."


"Sekarang giliran, ya. Ibu di atas! Saya milik Ibu. Terserah Ibu mau ngapain saya." Keanu dengan cepat membalikkan tubuh wanita yang ada di bawahnya untuk berganti posisi sehingga membuat Kezra kebingungan.


"A-apa? Saya harus bagaimana?" ujarnya panik. Wajah wanita itu sudah seperti kepiting rebus sehingga membuat Keanu ingin tertawa tapi ia berusaha menahannya. Ia tidak ingin merusak suasana.

__ADS_1


"Ibu tinggal melakukan apa yang saya lakukan tadi. Pelan-pelan saja." ujar pria itu.


"A-apa??" Kezra serasa ingin pingsan saat itu juga. Semuanya benar-benar memalukan!


__ADS_2