
Sesampainya di rumah, Kezra menatap takut pada Keanu. Ia bahkan hanya duduk di ujung ranjang saat Keanu telah berganti pakaian dan menuju tempat tidur. Melihat istrinya yang tampak ketakutan, sebuah senyuman terbit di wajah tampan pria itu.
"Kenapa? Apa akan terus duduk di sana sampai pagi?"
Kezra menoleh, ia meremas kedua tangannya dengan kuat.
"Enggak. Aku masih ingin di sini aja." jawab Kezra dengan menggigit ujung kukunya.
"Kemarilah! Aku akan memberikan hukuman untuk istri yang nakal seperti kamu." Keanu menepuk tempat kosong yang ada di sampingnya.
"Ke, aku minta maaf." cicit Kezra dengan panik.
"Iya, sudah aku maafkan. Kemarilah!" Keanu meminta Kezra mendekat, tangannya mengisyaratkan wanita itu agar segera mendekat. Entah kenapa Kezra merasa aura yang di lancarkan oleh Keanu begitu menakutkan. Biasanya Kezra akan membantah dengan tegas dan bersikap galak. Tapi entah mengapa malam ini ia menjadi sosok yang sangat ketakutan.
"Ayolah, istriku sayang. Apa aku harus menambah hukumannya menjadi berkali-kali lipat?" Kezra mendelik, lalu detik berikutnya ia menggeleng dengan kuat.
"Nggak!"
Kezra dengan cepat berdiri, lalu ia segera mendekati Keanu. Ia duduk tepat di sebelah suaminya dengan takut.
__ADS_1
"Kenapa sih, sayang? Bukankah ini bukan hal pertama lagi bagi kita berdua?"
Kezra hanya diam, ia menggigit bibir bagian bawahnya. Keanu merebahkan tubuhnya, lalu meminta Kezra untuk ikut berbaring di sampingnya. Kezra terpaksa menurut, ia berbaring di samping suaminya dengan terpaksa.
"Ayolah, sayang. Aku ini suami kamu! apa aku sebegitu menakutkan bagi kamu? Apa wajah ku kalah tampan dari penjual crepes tadi?"
sindir Keanu.
"Sudahlah Ke, jangan di bahas lagi. Bukankah aku sudah meminta maaf berulang kali? Apakah sesulit itu memaafkan aku?"
Keanu terdiam, ia menatap istrinya dengan datar sehingga membuat Kezra bertanya-tanya.
"Berbaringlah!" kata Keanu. Tanpa banyak protes, akhirnya Kezra berbaring tepat di samping Keanu. Keanu segera memeluk tubuh Kezra, menyurukkan kepalanya ke bahu wanita itu. Tubuh Kezra kaku, ia tak bergerak sama sekali. Melihat hal itu membuat Keanu tersenyum geli.
"Bu-bukan kah kamu ingin menghukum ku?"
Keanu mendongak,
"Apa kau begitu mengharapkan hukuman dariku, sayang?"
__ADS_1
"Bu-bukan seperti itu ...." Kezra salah tingkah. Ia membuang pandangannya ke arah lain. Sementara Keanu hanya tersenyum melihat semu merah di wajah istrinya. Ia kembali meletakkan kepalanya di bahu Kezra dan mengeratkan pelukannya.
"Aku hanya lelah. Aku hanya ingin di peluk oleh istriku sepanjang malam. Aku ingin di elus oleh istriku malam ini." lirih pria itu dengan suara rendah. Kezra mengernyitkan dahi, merasa aneh dengan ucapan pria yang ada dalam dekapannya.
"Apa kau ada masalah, Ke?" tanya Kezra penasaran. Karena tidak biasanya pria itu bersikap seperti ini.
Keanu menggeleng.
"Lalu? Tidak biasanya kamu bersikap seperti ini," Kezra mengelus lembut kepala suaminya.
Keanu kembali menggeleng, pria itu memilih untuk memejamkan matanya.
"Aku ingin tidur, biarkan tetap seperti ini sampai pagi. Aku hanya butuh pelukan." pintanya. Kezra mengangguk, meski pria itu tidak bisa melihatnya. Ada rasa bersalah seraya rasa iba dalam hatinya. Bahkan rasa penasaran juga menyelimuti hati guru muda itu.
🌹🌹
Hai all😘
Gimana kabar kalian hari ini? jangan lupa jaga kesehatan ya.
__ADS_1
Makasih selalu setia buat baca novel receh author. makasih banyak buat kalian yang selalu menjadi moodboster buat aku. Sayang kalian semua😘
sehat-sehat ya kalian❤️❤️