
"Maafkan aku, Ke! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tolong, maafkan aku!" rengek Kezra seraya memeluk erat tubuh pria yang ada di hadapannya. Tanpa mereka sadari, Lukas menatap keduanya dengan kening yang berkerut.
"Apa? Bukankah itu Keanu sepupu Kezra? Apa maksudnya? Mereka berpelukan? Apakah aku tidak salah lihat?" gumam Lukas dengan penuh rasa penasaran. Pria itu terus mengamati apa yang di lakukan sepasang suami istri yang berada tidak jauh darinya.
"Penjual crepes itu tidak ada apa-apanya di Banding kamu, Ke. Bahkan kamu lebih tampan darinya. Aku tidak bermaksud apa-apa, Ke. Tolong jangan marah lagi, ya." bujuk Kezra dengan susah payah. Tanpa Kezra tahu, sebenarnya Keanu tersenyum penuh arti. Sebenarnya ia tidak benar-benar marah, apalagi setelah di peluk oleh Kezra tanpa di minta. Sisi jahilnya meronta-ronta, ingin mengerjai dan membuat Kezra kapok.
"Apa iya?" sahutnya. Sementara senyum itu dengan cepat di sembunyikan oleh pria muda suami Kezra itu.
"Kamu nggak percaya sama aku, Ke?"
Kezra melepaskan pelukannya, menarik tubuh Keanu agar berbalik menghadapnya.
"Kasih bukti dulu, biar aku percaya!"
"Bukti apa?" Kezra mengernyitkan dahi. Menatap bingung pada Keanu yang tampak menaikkan sebelah alisnya.
"Cium aku sekarang!"
"APA?!"
Mata Kezra melotot sempurna. Mulutnya terbuka lebar, tak menyangka dengan permintaan konyol sang bocah.
"Kamu sudah gila? Tempat ini sangat ramai, Ke!" Kezra mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Di sana tidak hanya ada dirinya dan Keanu. Tapi orang dengan berbagai kalangan berkumpul di sana.
"Yang bilang tempat ini sepi itu siapa?" Keanu berkacak pinggang.
"Ya kamu sih ada-ada aja! Di rumah aja, jangan di sini! Aku malu! Nanti kalau ada yang kenal sama kita gimana?"
"Oh, ternyata istri aku malu ya. Ya udah di rumah aja, tapi aku nggak janji cuma cium doang." Keanu tersenyum licik sementara Kezra kembali melotot.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Ke? Jangan aneh-aneh deh! Bukannya baru tadi pagi kita melakukannya? Gila kamu!" Kezra bersungut-sungut.
"Ya Abisnya kamu tuh candu buat aku. Kenapa? Nggak mau?"
"Nggak!" Kezra melengos. Ia menatap ke arah lain. Tak ingin melihat bocah tengil yang tidak berhenti membuatnya kesal.
"Ya udah kalau nggak mau! Cium bibir aku, sekarang!" Kezra menoleh, Bola matanya hampir keluar karena permintaan aneh sang berondong.
"Are you crazy, Keanu? Do you want kill me?"
"Ayolah My wife, honey Boney sweety. Kalau kamu tidak mau di sini, kita di rumah saja ya. Mungkin kamu malu kalau di lihat banyak orang. Kamu malu dan takut mereka tahu kalau sebenarnya guru galak ini sangat di luar Nurul tidak habis pikri."
"Kamu ngomong apa sih, Ke? Kamu demam? Atau salah minum obat?" Kezra meletakkan punggung tangannya di dahi sang suami.
"Apa sih? Ayo kita pulang!"
"Ayolah istriku sayang. Apa kamu benar-benar mau jika aku menciummu di tempat ini sekarang?" ancam Keanu yang membuat Kezra hampir menyerah.
"Kamu benar-benar sudah gila, Ke!" umpat Kezra kesal.
"Iya, aku benar-benar sudah gila. Yang jelas tergila-gila sama guru cantik dan galak seperti kamu, Bu."
Kezra mendengus kesal. Tak segan memutar bola matanya terang-terangan. Pria yang ada di hadapannya ini sangat menyebalkan! Tapi sejujurnya ia sayang.
"Ayo kita pulang!"
"Nggak mau!" Kezra kembali menggeleng. Bahkan ia mundur beberapa langkah ke belakang, membuat Keanu geram. Tanpa aba-aba, pria itu segera membawa tubuh Kezra ke dalam gendongannya. Tidak bisa di elakkan lagi, wanita itu meronta-ronta di dalam gendongan Keanu. Sontak saja yang ada di sana langsung melihat kehebohan yang di ciptakan oleh sepasang suami istri itu.
"Turunkan aku, Ke! Kamu benar-benar sudah tidak waras!" teriak Kezra.
__ADS_1
"Tidak akan! Aku akan menghabisi kamu malam ini! Siapa suruh membuat ku kesal, heh?"
"Memangnya kapan aku membuat mu kesal?"
Keanu menghentikan langkahnya, ia menatap wanita yang ada di dalam gendongannya dengan tatapan mengerikan.
"Apa kau lupa, sayang? Baru beberapa waktu lalu kau memuji pria lain di hadapanku. Dengan mata berbinar dan wajah bersemu. Bahkan kau tanpa bersalah mengucapkannya dengan hati riang di hadapan suamimu. Apa kau lupa, sayang?" Keanu menaikkan sebelah alisnya. Sudut bibirnya terangkat, menyeramkan.
Gleek ....
Kezra menelan Saliva nya dengan susah payah. Bak ada batu yang tersangkut di tenggorokannya.
"Apa kau benar-benar lupa?"
"Ma-maafkan aku, Ke. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." cicit Kezra.
"Aku akan memaafkan kamu, sayang. Tapi kamu harus menjalani serangkaian hukuman yang aku berikan!"
"Please! Lepaskan aku, Ke. Kamu mau apa? Mau aku buatkan nasi goreng? Atau mau aku buatkan pangsit kuah kesukaanmu?" Kezra mencoba untuk bernegosiasi. Tapi Keanu dengan tegas menolak, ia menggeleng dengan kuat.
"Tidak ada penawaran, Nyonya! Malam ini kau milikku, dan aku tidak akan melepaskan kamu sampai pagi! Kau tidak di perkenankan untuk mengajukan protes atau pun menolak!"
"Astaga! Mati aku!" Kezra memejamkan mata. Ia tidak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah.
Sementara Keanu meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.
Sementara itu, Lukas terus mengambil foto keduanya dari jauh. Rasa dendam dan sakit hati menyelimuti hati pria itu.
"Lihat saja, Kezra! Aku akan membuat kamu hancur! Siapa suruh kamu Main dengan berondong? Bahkan kalian sudah tinggal bersama! Cih! Dasar wanita murahan! Aku tidak pernah menyangka jika ternyata kamu semurahan itu. Padahal ketika aku meminta nya kamu selalu menolak dan sok suci! Ternyata di belakang ku, kamu malah kumpul kebo dengan pria yang katamu adalah sepupu! Lihat saja nanti pembalasanku!" ucap pria itu dengan sorot mata yang lebih dengan kebencian. Ia tersenyum, melihat layar ponsel yang menampakkan beberapa foto antara Kezra dan Keanu yang tampak begitu mesra.
__ADS_1