
Lukas menepikan mobil miliknya tepat di depan pagar rumah bergaya minimalis yang di tinggali oleh sepasang suami istri beda usia. Ia menarik napasnya yang terasa sesak. Mengingat kejadian tadi siang membuatnya sakit hati. Wajah Kezra yang terlihat bahagia, tertawa lepas bahkan memeluk Keanu dengan mesra membuatnya tidak tenang. Apa mungkin hubungan mereka hanya sepupu? Mengapa terlihat sangat mesra? Pikiran buruk selalu menghantuinya. Ia telah mencoba menghubungi Kezra sejak tadi siang, tapi wanita yang berstatus kekasihnya itu tidak menjawab telepon ataupun membalas chatnya. Hal itu membuatnya semakin tidak tenang dan memutuskan untuk menghampiri Kezra langsung malam ini.
Dengan ragu, ia turun dari mobil. Berjalan perlahan menuju rumah yang terlihat sepi dan tidak ada tanda kehidupan. Ia berhenti tepat di depan teras, merogoh saku dan mengambil ponsel miliknya. Lukas embali menghubungi sang kekasih. Mencoba berkali-kali, tapi ia tidak mendapatkan jawaban dari wanita itu.
"Kamu itu sebenarnya kemana sih, Ke? Kenapa tidak mengangkat panggilan dariku? Apa kamu masih marah padaku?" gumamnya gelisah. Ia juga masih sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi antara Keanu dan Kezra. Hati kecilnya mengatakan bahwa ada sesuatu di antara keduanya.
Pria itu memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku kemeja, menarik napas sekali lagi. Melangkahkan kaki yang terasa berat, mencoba mengetuk pintu.
Tok ... tok ... tok ....
"Assalamualaikum, Ke." tak ada sahutan. Semuanya terlihat sepi dan tidak ada yang menyahut dari dalam hingga membuat hati Lukas semakin gelisah.
"Ke, apa kamu ada di dalam?" teriaknya sedikit keras. Tapi hasilnya sama, tetap tidak mendapatkan sahutan dari dalam. Ia mencoba mendorong pintu itu yang ternyata tidak terkunci.
"Loh, kok tidak di kunci? Apa Kezra ada di dalam? Ceroboh banget sih kamu, Ke." Lukas menggelengkan kepalanya. Baru saja ia akan masuk, ponselnya berdering. Ia pun segera mengambil ponsel miliknya dan menerima panggilan itu.
__ADS_1
"Halo, ada apa?"
"Iya, nanti. Aku ada urusan sebentar, nanti setelah pulang aku akan mampir ke rumah kamu."
"Iya, tunggu ya. Ohya, jangan lupa pakai baju yang aku belikan kemarin."
"Baiklah, ku harap malam ini tidak mengecewakan." ia pun segera menutup telepon dengan tersenyum puas.
"Walaupun aku tidak pernah mendapatkannya dari Kezra, tapi aku bisa mendapatkan semuanya dari Nadine. Tapi Kezra akan tetap menjadi istriku nantinya. Aku akan tetap memilihnya dan tentu saja aku hanya main-main dengan Nadine. Mana mungkin aku mau menikahi wanita murahan seperti dia? Hanya Kezra yang pantas menjadi istriku." gumamnya seraya tersenyum licik. Ia pun melanjutkan langkahnya yang tertunda. Memasuki rumah yang pintunya tak terkunci itu dengan perlahan. Dengan hati-hati ia mencoba mencari keberadaan sang kekasih. Netranya berkeliaran memindai seisi rumah dan memasuki ruangan. Rumah itu benar-benar kosong bak tak berpenghuni. Hingga di salah satu kamar, sayup-sayup terdengar seorang suara yang sangat di kenalinya. Ia pun mengernyitkan dahi, mempercepat langkahnya.
"Saya udah melakukannya dengan lembut, Bu. Udah pelan-pelan juga." sahut Keanu. Lukas semakin mempertajam pendengarannya agar bisa mendengarkan dengan jelas apa yang sedang di bicarakan oleh dua anak manusia berbeda jenis kelamin yang ada di dalam kamar.
"Tapi kenapa terasa sangat sakit?"
"Ibu belum pernah sama sekali?"
__ADS_1
"Belum. Ini yang pertama buat saya. Jadi tolong lakukan dengan hati-hati. Lihatlah! Darahnya sangat banyak."
"Maafkan saya, Bu. Saya janji akan melakukannya dengan perlahan. Ibu rileks aja, ya. Semuanya akan baik-baik aja."
Bak di tusuk ribuan tombak, hati Lukas luar biasa terasa sakit. Apa yang mereka lakukan di dalam kamar? Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan amarah. Semua pikiran buruk menyeruak masuk dengan terburu-buru. Wajahnya memerah menahan marah, kedua tangannya terkepal dengan kuat. Tanpa membuang waktu, ia segera mendorong pintu kamar yang ternyata tidak terkunci sama sekali. Dengan di kuasai amarah yang membludak, Lukas menerjang keduanya dengan teriakan keras.
"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN, HAH?!" matanya semakin melebar dengan sempurna ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Sontak saja Kezra dan Keanu terkejut bukan main dengan kedatangan Lukas secara tiba-tiba.
"Mas Lukas?" Lirih Kezra dengan keterkejutan luar biasa. Bahkan ia memegangi dadanya karena sangat terkejut.
🌻🌻🌻
Hai readers zheyeng 😘
Mampir dong ke karya baru author. Masih sepi nih kayak kuburan🤠Ramein Yook. Sambil nungguin author sengklek ini up, kalian bisa baca karya author yang baru yaa. Makasih 🥰
__ADS_1