Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Cemburu


__ADS_3

"Turun di sini saja." kata Kezra ketika motor yang di kendarai oleh Keanu melewati halte bus yang tidak jauh dari sekolah.


"Kenapa berhenti di sini?"


"Jangan tanya kenapa. Apa kau mau membuat satu sekolah tahu kalau kita adalah sepasang suami istri?"


"Ide bagus." Sahut Keanu seraya tersenyum penuh arti. Sementara Kezra malah mendelik dan menepuk pundak Keanu dengan keras.


"Apa kamu sudah tidak waras? hentikan motornya sekarang juga!" kata Kezra dengan sedikit memekik. Sementara mereka telah sampai di depan gerbang sekolah. Keanu mengabaikan permintaan Kezra, ia malah mempercepat laju motornya sehingga membuat Kezra mendelik sempurna.


Sontak saja kedatangan keduanya membuat para siswa yang telah ramai itu pun menatap keduanya dengan penuh tanda tanya. Banyak pasang mata yang menatap keduanya dan setelahnya berbisik.


"Sudah sampai, tuan putri." ucap Keanu dengan senyum lebar. Tak mempedulikan tatapan protes dan kekesalan dari sang istri. Bahkan pria itu membantu Kezra turun dari motor bahkan pria itu juga membantu membuka helm yang di kenakan oleh Kezra.


"Kau benar-benar sudah tidak waras!" bisik Kezra dengan kesal.


"Malah saya akan tampak tidak waras jika terus menyembunyikan seorang istri secantik ini."


"Terserah!" ketus Kezra membalikkan tubuhnya, tapi ketika baru berjalan wanita itu berhenti mendadak karena merasakan sakit yang kembali menjalar di pangkal pahanya. Bagaimana inti tubuhnya tidak sakit setelah kejadian semalam di tambah lagi dengan ritual mandi bersama yang pastinya tidak benar-benar "mandi bersama".


Keanu yang sedang meletakkan helm-nya di spion motor segera menghampiri sang istri.


"Ibu tidak apa-apa?" tanya pria itu dengan khawatir. Kezra melirik sinis pada Keanu.


"Saya tidak apa-apa. Jangan dekat-dekat, kita harus jaga jarak." ucapnya dengan pelan dan penuh penekanan.


"Biar saya bantu Ibu. Ini juga karena salah saya. Maaf ya, gara-gara saya Ibu harus kesusahan untuk berjalan."


"Astaga. Menyingkirlah! Apa kamu tidak melihat semua mata tertuju kepada kita? Kau mau membongkar pernikahan kita sekarang juga?" Kezra melotot sementara Keanu hanya tertawa kecil.


"Kenapa Ibu sangat takut ketahuan? Bukankah itu hal biasa saja? Yang penting kita sudah halal."


"Bisa gila lama-lama saya di sini." kata Kezra seraya kembali berjalan. Ia menahan sakit itu, mencoba menghindari Keanu yang baginya sangat menyebalkan.


"Saya gendong saja ya, Bu."


"Jangan gila! Kamu pikir ini di rumah?" wanita itu tertatih, sesekali tampak wajahnya meringis.


"Ayolah. Jangan seperti ini."


"Duluan saja sana!"


"Ya sudah Ibu duluan, saya mengikuti dari belakang."

__ADS_1


Kezra mengabaikan pria muda itu, terus berjalan tanpa menoleh lagi. Sementara Keanu berjalan perlahan di belakang Kezra dengan terus memperhatikan wanita itu dari belakang.


Saat Kezra berada agak jauh dari Keanu, seorang guru pria yang telah lama menaruh hati pada Kezra muncul dari samping gedung perpustakaan.


"Bu Kezra tidak apa-apa?" sapa pria itu. Ia memperhatikan langkah Kezra yang tertatih dan tampak kesulitan.


"Ah, Pak Doni. Saya baik-baik saja, Pak. Hanya terpeleset tadi di kamar mandi." bohongnya.


"Kenapa tidak hati-hati? Lain kali Ibu Kezra harus lebih berhati-hati. Biar saya bantu, ya."


"Tidak usah, Pak. Saya bisa sendiri kok. Ini bukan masalah besar." tolak Kezra dengan halus.


"Tapi Bu Kezra tampak menahan sakit. Biar saya bantu." pria itu memaksa, bahkan hendak merangkul bahu Kezra. Dengan cepat wanita itu mengelak, menjauhkan diri dari guru pria bernama Doni itu. Dari kejauhan, Keanu menatap kezra dan Pak Doni dengan cemburu.


"Apa maksud guru genit itu? Dia mau merangkul istri gue? Enak aja! Langkahi dulu mayat gue!" sinisnya seraya berlari. Tanpa banyak bicara pria itu segera menggendong istrinya sehingga membuat Kezra menjerit.


Pak Doni pun kebingungan melihat Keanu yang tiba-tiba menyela dan menggendong guru cantik yang ia taksir itu.


"Apa yang kamu lakukan? Turunkan saya!" pekik Kezra seraya menepuk pundak Keanu. Bukannya mendengarkan, Keanu terus berjalan dengan Kezra yang berada di dalam gendongannya.


"Keanu! Turunkan Bu Kezra! Nanti dia bisa jatuh!"


Keanu membalikkan tubuhnya, menatap sinis pada Pak Doni.


"Apa hak kamu, hah? Jangan kurang ajar sama guru. Meskipun kamu keponakan pemilik sekolah, tetap saja kamu harus punya sopan santun terhadap guru kamu! Turunkan Bu Kezra sekarang juga!"


"Kalau saya tidak mau, bagaimana?" tantang Keanu dengan senyum miring. Kezra menatap Pak Doni dan Keanu bergantian, sementara murid lain saling berbisik menatap mereka bertiga.


"Kamu akan mendapatkan sanksi dari sekolah!"


"Terserah! Lakukan saja. Saya tidak takut!" ucap Keanu. Pria itu kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Pak Doni yang tampak sangat kesal.


"Awas kamu, Ke! Akan saya beri pelajaran karena berani melawan saya!" ucap pria itu dengan mengepalkan tangannya.


Dari kejauhan, Lisa menatap pemandangan itu dengan hati yang terbakar.


"Loh, kenapa mereka malah semakin mesra dan mengumbar di sekolah? Apakah rencana gue kemarin gagal?" ia menggertakkan gigi. Padahal sewaktu di club' ia pikir akan merusak hubungan antara Kezra dan Keanu. Tapi yang ia lihat pagi ini malah mematahkan ekspektasi-nya.


"Turunkan saya sekarang juga!" pekik Kezra saat berada di koridor yang sepi. Keanu bergeming, ia terus berjalan tanpa mau mendengarkan Kezra.


"Turunkan saya atau saya loncat sekarang juga!" Keanu berhenti, menghela napas berat lalu menurunkan Kezra dengan perlahan.


"Kamu itu apaan sih, Ke? Apa kamu tidak bisa menahan diri? Ini di sekolah!"

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Pria itu menatap Kezra dengan datar. Kecemburuan yang ia rasakan semakin meluap, sulit untuk di kendalikan.


"Kamu mau semua orang tahu dengan pernikahan kita?"


"Saya tidak peduli! Memangnya saya harus diam saja ketika istri saya akan di rangkul sembarangan oleh laki-laki lain? Oh apa sebenarnya Ibu senang jika di rangkul atau di gendong sama Pak Doni?" tuding Keanu dengan kesal.


Kezra menatap Keanu tak percaya.


"Kamu pikir saya serendah itu?"


"Memangnya Ibu nggak tahu saya cemburu, hah?"


Mulut Kezra terbuka, ia terus menatap pria berseragam putih abu-abu yang berada di depannya.


"Saya nggak rela Ibu di pegang sama pria lain! Saya nggak rela kalau ada pria lain yang menaruh perhatian ke Ibu. Tolong hargai perasaan saya sebagai suami Ibu."


Kezra hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi.


"Jadi, saya mohon. Jangan dekat-dekat lagi dengan Pak Doni. Saya tahu isi kepalanya, Bu. Dia itu sebenarnya sudah lama menyimpan perasaan sama Ibu. Jadi saya mohon, jangan menerima perhatian dari pria itu sedikit pun."


"Kamu tahu dari mana kalau Pak Doni suka sama saya?"


"Bisa di lihat dari gerak geriknya selama ini. Bagaimana cara dia menatap Ibu, memberi perhatian kecil."


"Lalu, apakah saya boleh meminta kalau kamu jangan dekat lagi dengan Lisa?" Keanu mengernyitkan dahi.


"Apa hubungannya dengan Lisa? Kita sedang membahas Pak Doni." tanya Keanu tak mengerti.


"Pikir saja sendiri. Memangnya ada apa kamu sama Lisa? Jangan hanya mau membatasi saya untuk tidak dekat dengan laki-laki lain sementara kamu bebas pergi bersama gadis lain. Bahkan terakhir kali malah peluk-pelukan dan hampir berciuman. Apakah itu adil?"


"Apakah Ibu cemburu?"


"Menurutmu?"


Keanu tersenyum, wajahnya yang semula kesal kini berubah seketika. Entahlah, ia merasa senang ketika istri juteknya itu merasa cemburu.


"Cie, Bu Kezra cemburu." pria itu menoel hidung mancung milik wanita yang mengenakan blazer bewarna Milo di hadapannya.


"Siapa yang cemburu?" elak Kezra.


"Sudahlah, jangan mengelak. Jika cemburu katakan saja cemburu. Jangan malu-malu!" goda Keanu. Kezra mengalihkan wajahnya ke sembarang arah, ia yakin pasti wajahnya kini telah memerah bak udang rebus. Tak ingin ketahuan bahwa ia cemburu, wanita itu segera melarikan diri. Berjalan dengan cepat mengindari Keanu meski terseok-seok menahan sakit.


"Ayolah, Bu. Jangan menahannya. Saya suka kalau Ibu cemburu." pekiknya dengan senyum lebar. Kezra yang sudah berada jauh di depannya hanya menutup kedua telinganya.

__ADS_1


__ADS_2