
Tok ... tok ... tok ....
Terdengar ketukan pintu kamar Kezra dari luar. Lalu menyusul suara Keanu.
"Bu ... Sampai kapan Ibu berada di dalam kamar dan tidak keluar?"
Keanu memberanikan diri untuk menghampiri guru cantiknya itu. Pasalnya dari siang Kezra sama sekali tidak keluar kamar dan belum makan apa-apa hingga malam.
Tidak ada sahutan dari wanita cantik itu sehingga membuat Keanu gelisah. Ia mengetuk pintu kamar itu sekali lagi sembari menempelkan telinganya.
"Bu, apa Ibu di dalam? Ayolah keluar dan kita makan malam. Saya meminta maaf karena telah mencium Ibu. Tapi bagaimana bisa saya mengembalikan ciuman pertama Ibu yang tidak sengaja saya curi? Itu juga ciuman pertama saya, Bu. Tapi saya tidak meminta Ibu untuk mengembalikan ciuman pertama saya. Saya ikhlas kok, Bu. Bahkan jika Ibu meminta ciuman kedua, maka dengan sangat ikhlas saya akan memberikannya saat ini juga." Keanu terkikik di dalam hati. Apa yang telah ia katakan sungguh menggelikan hatinya.
"Sebenarnya ada orang apa nggak sih? Kenapa Bu Kezra belum keluar juga?" ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sangat heran mengapa Bu Kezra tidak mau keluar juga. Apa kesalahannya sangat fatal?
Atau di dalam kamar itu tidak ada orang? Dengan sangat penasaran ia mencoba membuka pintu kamar Kezra yang tidak terkunci. Kepalanya melongok ke dalam kamar, netranya liar memindai isi kamar yang tidak ada seorang pun di sana.
"Lah ... Dia kemana?" tanya Keanu pada dirinya sendiri. Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki kamar itu dengan kepala yang tidak mau diam.
"Bu ... Ibu di mana?" ia menajamkan pendengarannya, siapa tahu guru muda itu sedang berada di kamar mandi. Tapi kamar itu benar-benar tidak ada orang. Hingga kakinya terus melangkah sampai ke meja rias Kezra. Sebuah bingkai foto menarik perhatiannya. Tangannya meraih bingkai foto bewarna pastel itu, menelisik dua anak manusia yang ada di sana sedang tersenyum mengarah padanya.
"Ibu itu sangat cantik dan manis. Apalagi jika tersenyum," lirihnya seraya mengusap wajah Kezra yang ada di dalam bingkai foto. Wajahnya berubah masam ketika melihat seorang pria yang ada di samping Kezra. Tangan kanan pria itu merangkul tubuh Kezra dengan mesra hingga menimbulkan percikan api cemburu di hatinya.
"Kenapa harus ada pria brengsek ini sih? Apa Ibu benar-benar mencintai pria brengsek ini? Apa Ibu tidak bisa melihat kebusukan pria ini? " ucapnya dengan kesal.
"Andai kemarin tidak ada Ibu, udah aku hancurin itu muka si brengsek. Lihat aja ntar, aku akan menunjukkan betapa brengseknya pacar Ibu itu!" ia mengepalkan tangannya. Menggenggam erat bingkai foto itu dan menatap pria yang ada di foto dengan penuh dendam dan amarah.
"Lukas! Kita tunggu aja nanti. Lo bakal habis di tangan gue!"
"Apa yang kamu lakukan?" suara seorang wanita mengejutkan Keanu. Tanpa sengaja Keanu menjatuhkan bingkai foto yang ia pegang hingga pecah.
"Astaga!" Keanu sangat terkejut dan ia segera berjongkok.
"Keanu Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menghancurkan bingkai foto milikku?" Kezra sedikit berlari menghampiri Keanu yang mengumpulkan pecahan kaca.
__ADS_1
"Maaf, Bu. Saya tidak sengaja." ujar Keanu dengan sangat bersalah. Kezra menatap pecahan kaca yang hancur itu dengan sedih dan kecewa. Kezra berjongkok, jemarinya terulur mengambil foto dirinya dan Lukas di antara serpihan kaca. Di foto itu ia dan Lukas tersenyum bahagia. Foto itu di ambil ketika keduanya berada di sebuah cafe dengan latar belakang pantai yang indah.
"Kenapa kamu masuk ke kamar saya? Dan kenapa kamu memecahkan bingkai fotonya?"
"Saya tidak sengaja, Bu. Saya minta maaf." kata Keanu dengan penuh penyesalan. Tadinya ia memang ingin menghancurkan bingkai foto itu karena kesal melihat kemesraan pasangan kekasih itu. Tapi niat buruknya ia urungkan dan dengan tanpa sengaja keinginannya malah terjadi begitu saja. Ia sangat terkejut karena kedatangan Kezra yang tiba-tiba.
"Mengapa kamu berada di kamar saya? Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kezra dengan marah. Ia menatap Keanu penuh selidik.
"Sa-saya mencari Ibu. Saya khawatir karena Ibu tidak keluar kamar sejak tadi siang. Bahkan Ibu belum makan apa-apa."
"Kamu khawatir pada saya?"
Keanu hanya mengangguk. Kezra menatap Keanu tak percaya, tapi wajah pria yang ada di hadapannya itu tidak menunjukkan kebohongan sedikitpun.
"Saya baru saja supermarket, membeli bahan makanan." ucap Kezra. Wajahnya sudah tidak setegang tadi.
"Ohya? Kenapa Ibu nggak ngomong sama saya? Kalau Ibu ngomong, pasti saya akan mengantar Ibu berbelanja."
"Saya bisa sendiri. Lagi pula kamu juga tidak keluar kamar. Saya pikir kamu tidur. " Kezra berdiri seraya menatap foto dirinya dengan sang kekasih.
Kezra mengalihkan pandangannya pada Keanu yang menatapnya penuh arti lalu mengangguk.
"Ya, saya sangat mencintainya. Dia adalah cinta pertama saya," kata Kezra seraya tersenyum. Menatap foto kekasihnya dengan penuh cinta. Matanya berbinar, sangat jelas terlihat oleh pandangan Keanu. Keanu hanya bisa menelan kekecewaan, ia pun ikut berdiri.
"Jika nanti dirinya tidak sebaik yang Ibu kira, apa yang Ibu lakukan?"
Kezra menatap Keanu dengan tanda tanya besar di kepalanya. Ia mengerutkan keningnya,
"Mengapa kamu bertanya seperti itu?" ia menatap Keanu heran.
"Ya cuma nanya."
"Ya kan semua manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bukankah jika kita mencintai seseorang, maka kita harus siap menerima semua kekurangannya?"
__ADS_1
"Jika nantinya Ibu mengetahui sesuatu yang menyakitkan, apakah Ibu masih akan terus bertahan dengannya?"
Kerutan di dahi Kezra semakin dalam.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu?"
"Nggak. Saya cuma bertanya, bagaimana jika seorang Lukas tidak setia? Apa yang akan Ibu lakukan?"
"Kamu bertanya seolah-olah tahu sesuatu. Apa ada yang kamu sembunyikan pada saya?"
"Astaga. Saya hanya bertanya, ingin mendengar jawaban dari Ibu." elaknya seraya terkekeh.
"Mana mungkin mas Lukas menyakiti saya? Dia sangat mencintai saya dan pasti setia. Jangan berbicara sembarangan kamu. Dia itu pria yang baik, dan kami akan menikah sebentar lagi. So ... Secepatnya kita harus berpisah agar saya dan Mas Lukas bisa mewujudkan impian kami. Jangan bertanya yang tidak-tidak, karena saya tidak mudah terhasut oleh omongan bocah ingusan seperti kamu."
"Astaga. Selalu saja bilang saya bocah ingusan." protes Keanu seraya mengerucutkan bibirnya.
"Ya karena memang kamu itu masih bocah."
"Tapi saya bisa bikin bocah. Ibu mau bukti?"
"Bukti apaan sih? Jangan aneh-aneh deh kamu."
"Biar Ibu percaya saya bisa bikin bocah dan nggak di panggil bocah lagi." Keanu melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka.
"Apa sih? Sana keluar. Tunggu di luar, nanti saya masak untuk makan malam." Kezra mencoba menghindar, tapi tubuhnya sudah sangat dekat dengan ranjang hingga ia tak bisa kemana-mana.
"Kita buktikan dulu," goda Keanu. Ia sangat suka melihat wajah Kezra yang memerah.
"Heh bocah ingusan tidak waras. Sana keluar! Saya tidak perlu bukti. Cepat keluar!" usirnya seraya mendorong tubuh Keanu agar menjauh. Tapi tubuh pria itu hanya kaku, diam di tempat dan tidak bergerak sama sekali.
"Sekali lagi bilang saya bocah ingusan, beneran saya buktiin bisa bikin bocah." ancam Keanu sehingga membuat mata Kezra membulat sempurna.
"Astaga. Dasar tidak waras!" Kezra hendak menghindar dan menggeser tubuh Keanu, tapi kakinya terpeleset menginjak pecahan kaca hingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Tangannya tak sengaja dengan cepat meraih kaos yang di kenakan oleh Keanu sehingga tubuh keduanya terjatuh ke ranjang yang sama dengan posisi Keanu berada di atas Kezra dan menghimpit tubuh wanita itu.
__ADS_1
Deg ....
Jantung keduanya seolah berhenti berdetak. Netra keduanya bertemu dan saling menatap.