Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Ajakan Keanu


__ADS_3

"Udah selesai," Lukas menyimpan obat dan kain kasa ke dalam kotak. Menurunkan kaki Kezra dari atas pahanya dengan perlahan.


"Terima kasih, Mas. Maaf aku ngerepotin kamu." ujar Kezra sungkan.


"Ngerepotin apa sih, yang? Kamu itu pacar aku, calon istri aku. Jadi sudah sewajarnya aku ngobatin kamu. Masak kaki calon istrinya luka, malah di obatin laki-laki lain?" sindir Lukas seraya menaikkan alis sebelahnya menatap Kezra. Kezra yang merasa di sindir pun hanya menatap tidak enak pada kekasihnya.


"Keanu sepupuku, Mas. Lagi pula dia hanya membantuku untuk mengobatinya."


"Tapi kenapa harus di dalam kamar? Lagian nih ya, suara kamu itu bikin otak ku traveling tahu nggak?"


Kezra mengernyitkan dahi tak mengerti.


"Maksudnya? Traveling gimana?"


"Ya suara kamu itu, loh yang. Apalagi kalian hanya berdua di dalam kamar, apa nggak bikin otak traveling? Bilang sakit lah, pelan-pelan lah, apalagi kamu bilang ini adalah hal pertama yg kamu rasain. Ya ampun, siapa pun orangnya pasti mikir kesana."


"Kesana kemana mas? Ini emang beneran pertama kali kena kaca bingkai foto loh, mas. Aku nggak ngerti deh maksud kamu gimana." ujar Kezra dengan polos.


"Intinya, aku udah berpikiran macem-macem. Lagian kenapa kok bisa pecah sih itu bingkai?"


"Nggak sengaja kesenggol," jawab Kezra asal.


Lukas hanya manggut-manggut.


"Ohya, aku minta maaf soal tadi siang. Aku hanya cemburu ngeliat kalian berdua pelukan gitu. Apalagi ngeliat kelakuan tengil sepupu kamu itu. Tambah emosi lah aku."


"Maaf ya, Mas. Aku refleks peluk Keanu karena dia bawa motornya ngebut banget."


"Lain kali jangan mau di boncengin dia, apalagi sampe peluk-peluk begitu."


"Iya, Mas. Maaf ya, udah bikin kamu cemburu."


"Iya sayang, nggak apa-apa kok."


"Makasih, ya mas." Kezra tersenyum menatap pria yang ada di hadapannya itu. Pria mapan dan dewasa yang kelak akan menjadi suaminya. Masa depannya.


"Eh tapi Ke, emang si bocah tengil itu beneran sepupu kamu?" tanya Lukas.


"Eh ... Iya, mas. Ke- Keanu itu sepupu aku." jawab Kezra gugup. "Me-memangnya kenapa mas?"


"Nggak. Aku kok kayak nggak percaya sih, kalo dia itu sepupu kamu. Nggak ada mirip-miripnya sama sekali."


"Ha ... ha ... Ya ampun, Mas. Saudara kandung aja ada yang nggak mirip, apalagi ini saudara sepupu. Beda ayah beda Ibu," Kezra tertawa canggung demi menutupi kebohongannya. Dadanya berdebar, takut jika kebohongannya akan terbongkar.


"Umm ... gitu ya."


"Iya, Mas." Tak berselang lama Keanu datang dengan sebuah apel di tangannya. Ia menggigit apel bewarna merah itu seraya mengawasi sepasang kekasih yang duduk di sofa. Pria muda itu pun mendaratkan tubuhnya di sofa yang kosong di sana.

__ADS_1


"Kenapa belum pulang? Udah mau Maghrib nih." kata Keanu pada Lukas. Ia menatap pria itu dengan tatapan tak bersahabat.


"Apa sih, Lo? Mau ngusir?"


"Lo tau nggak, di larang duduk berduaan. Takut ada orang ketiga. Dan tau nggak, orang ketiganya itu siapa?"


"Siapa?" tanya Lukas ingin tahu.


"Orang ketiganya itu setan!"


"Iya, setannya itu elu."


"Lah ... kok gue?" Keanu mendelik tak terima.


"Lah, gue kan berduaan sama Kezra. Lah elu Dateng, jadi ... orang ketiganya elu, so Siapa dong setannya?" Lukas mengangkat sebelah alisnya dengan senyum smirk yang tercipta di wajah tampan pria itu. Kezra tertawa kecil, melihat wajah Keanu yang telah berubah masam.


"Asem lu! Pulang sana! Udah mau Maghrib. Nggak enak di lihat tetangga."


"Awas lu ya. Ntar kalo gue udah nikah sama Kezra, nggak bakal gue izinin lu kerumah kita."


"Yakin lu, mau nikahin Bu Kezra? pede banget sih Lu? Langkahi dulu mayat gue kalau mau nikahin Bu Kezra."


"Apa sih, Lu. Jangan sok-sokan lu! Sepupu Kezra aja belagu!"


"Gue su...."


"Ya udah, Sayang. Mas pulang dulu, yah. Ohya, malam ini mas mau lembur."


"Lembur? Ini kan malam Minggu mas." Kezra mengernyitkan keningnya menatap heran pada kekasihnya itu.


"Eh, iya sayang. Kerjaan mas lagi banyak banget. Jadi harus kejar target biar cepet selesai. Ini semua kan demi kamu juga, sayang. Demi masa depan kita." Lukas beralasan. Ia mengelus wajah Kezra dengan lembut.


"Lembur apa lembur? Jangan-jangan lemburnya sama simpanan." Sindir Keanu sehingga membuat Lukas mendelik sempurna. Bagaimana bisa Keanu berbicara seperti itu? Seolah-olah dia tahu apa yang di lakukan oleh Lukas.


"Husst ... Kalo ngomong di jaga. Jangan sembarangan kamu, Ke."


"Ya abisnya, malam Minggu malah lembur."


"Udah Mas, jangan di dengerin dia. Anaknya emang gitu, suka ngeselin."


"Iya, sayang. Mas pulang dulu, yah. Cepat sembuh." Lukas mengecup kening Kezra sebentar, lalu ia melangkah keluar rumah. Tak lupa memberikan tatapan penuh ancaman pada Keanu.


"Yakin, Bu. Dia mau ke kantor?"


Kezra menatap Keanu dengan jengah.


"Jangan mencoba mempengaruhi saya. Saya percaya seratus persen sama Mas Lukas. Jangan berpikiran macam-macam deh."

__ADS_1


"Kalau kenyatannya itu nggak sesuai dengan apa yang di katakan dia, Apa yang akan Ibu lakukan?" Keanu menatap Kezra serius. Ia menunggu jawaban guru muda itu. Tampak Kezra berpikir sebentar sebelum menjawab pertanyaan Keanu yang cukup membuatnya sakit meski sedikit. Membayangkan jika apa yang di katakan Lukas tidak sesuai kenyataan, dan jika benar ia bersama wanita lain malam ini. Pasti ia akan terpuruk dan merasakan kesakitan yang teramat sangat.


"Entahlah. Yang pasti aku akan sangat terluka dan sakit. Tapi aku percaya kok sama mas Lukas. Dia pasti akan menjaga hatinya untuk saya. Dan pada waktunya nanti, ia akan meminta restu langsung pada Bapak dan Ibu. Mas Lukas pasti akan menikahi saya, seperti janjinya." ucap Kezra dengan tersenyum. Cintanya pada Lukas amatlah besar, ia memberikan kepercayaan penuh pada pria itu.


"Ya, semoga saja." Keanu tersenyum kecut. Ia tahu kenyataan yang sebenarnya. Lukas tidak sebaik yang Kezra kira.


Tak lama terdengar suara perut Kezra yang berbunyi minta di isi.


Kruuukkk ....


Kezra memegangi perutnya dan merasa malu pada Keanu. Sontak saja hal itu membuat Keanu tertawa.


"Ha ... ha ... haha ... Ibu lapar?" tanya Keanu pada Kezra yang tersenyum malu-malu.


Wanita cantik itu mengangguk malu.


"Astaga. Ayo kita cari makan. Dari pada Ibu masak dulu, kelamaan."


"Tapi sholat dulu," kata Kezra.


"Ah iya, saya lupa. Ayok, kita sholat Maghrib dulu. Sholat jamaah, mau nggak? Biar pahalanya berlipat ganda." ajak Keanu pada istrinya.


"Umm ... boleh." Kezra menerima ajakan suaminya dengan tersenyum.


"Ya udah ayo, abis itu kita cari makan di luar sambil malam mingguan."


"Oke, deh. Saya ambil wudhu dulu,"


"Bisa jalan nggak?" tanya Keanu.


"Bisa, kok pelan-pelan."


"Kalo nggak bisa, biar saya gendong."


"Ogah. Yang ada ntar di lemparin lagi kayak karung beras." tolak Kezra.


"Ha ... ha ... Maaf,"


"Udah sana! Cepetan ambil wudhu."


"Iya sayang, iya." sahut Keanu seraya menahan tawa.


"Sayang ... sayang. Kepala mu peyang!"


"Jangan marah-marah, Bu. Nanti saya diabetes. Abis Ibu manis banget sih."


"Astaga malah ngegombal! Sana buruan! Keburu Maghribnya abis."

__ADS_1


"Iya bawel," Keanu segera berlari ke kamarnya karena takut di lempar sendal oleh istrinya. Sebab di tangan Kezra sudah ada sebelah sandal yang siap terbang ke kepala pria muda itu. Kezra hanya tersenyum melihat kelakukan suami berondongnya itu.


__ADS_2