
Kezra mondar mandir di ruang tamu seraya memegang ponsel. Wanita itu mencoba menghubungi Keanu yang belum pulang sejak tadi. Ia menoleh pada jam dinding yang menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
"Ya ampun ini anak kemana sih? Udah jam segini belum pulang juga. Di chat nggak di bales, di telepon nggak di angkat. Awas aja yah kalo ntar pulang," umpatnya kesal. Ia sangat merasa khawatir pada suami berondongnya itu. Meski Keanu seringkali bertingkah menyebalkan, tapi tetap saja dirinya merasa khawatir. Kezra melemparkan tubuhnya ke sofa panjang berwarna coklat muda yang ada di sana. Menghempaskan tubuhnya yang merasa lelah karena sudah hampir satu jam ia berdiri menunggu kepulangan sang suami.
"Astaga bocah itu sangat menyebalkan dan merepotkan! Harusnya aku udah terbang ke alam mimpi. Udah tidur nyenyak dan bisa bangun dengan Fresh besok pagi. Pengen bodo amat, tapi ya gimana? Dia tinggal serumah sama aku, dan nanti apa yang harus aku katakan pada pamannya?" keluhnya seraya mengacak rambut panjangnya yang tergerai.
Terngiang dengan jelas ucapan pamannya ketika dirinya dan Keanu melangsungkan pernikahan paksa yang tak pernah ia inginkan itu.
"Saya hanya bisa berharap pada Anda, Bu Kezra. Saya sudah tidak tahu bagaimana caranya untuk membuat Keanu berubah. Saya benar-benar sudah tidak sanggup menghadapi kelakuan anak itu. Dan saya sangat berharap anda bisa mengubah Keanu menjadi lebih baik. Dia itu penerus perusahaan Papanya dan jika kelakuan anak itu masih begajulan, mana mungkin saya akan menyerahkan perusahaan itu padanya? Saya sangat berharap pada Anda, Bu Kezra. Tolong bantu saya."
"Arrghhh ... lagian kenapa aku yang harus jadi tumbal sih? Kenapa juga harus aku?" Kezra kembali mengacak rambutnya kala mengingat permintaan sang pemilik sekolah yang terus terngiang di benaknya.
__ADS_1
"Keanu ... Keanu. Kau sangat menyusahkan! Ah andai aja membunuh itu nggak dosa dan nggak di penjara. Udah aku cekik atau aku mutilasi dia. Siapa suruh jadi orang kok menyusahkan? Harusnya suami itu yang jagain istri, yang membimbing istri. Ini kok malah kebalik. Ah ... ini nih makanya aku nggak mau nikah sama berondong. Aku kan maunya di sayang-sayang, di manjain. Ini malah aku yang ngurusin anak kecil. Ngurusin bocah kayak dia. Ya Tuhan, izinkan aku untuk membunuhnya. Kalo nggak di cekik, di mutilasi nggak papa. Atau di kasih racun aja kali yah. Hi hi hi ... udah kayak silikopet aja akunya. Eh salah, psikopat. Tapi aku tuh psikopat cantik. Hi hihi ...." Kezra tergelak sendiri karena ucapannya yang melantur.
"Ah mau tidur tapi ngantuknya udah hilang. Mending baca novel online aja deh, siapa tau tuh bocah balik bentar lagi." ujar wanita itu seraya membuka sebuah aplikasi favorit yang ada di ponselnya. Ia sangat menyukai membaca, terlebih lagi membaca novel romantis. Hingga dirinya bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya demi membaca novel. Bahkan koleksi novel cetak miliknya pun sudah banyak, baginya mempunyai koleksi novel dari para penulis favoritnya membuat kebahagiaan tersendiri untuknya.
***
Deru suara mesin motor sport memasuki garasi, Keanu segera memasuki rumah dengan kunci cadangan yang ia bawa. Ia pun merasa heran ketika melihat lampu ruang tamu yang masih menyala padahal waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Ia berjalan perlahan seraya mengerutkan dahi. Pandangan matanya tertuju pada sosok wanita yang kini sedang tertidur di sofa ruang tamu dengan ponsel yang berada di dadanya.
"Tapi kasian juga. Kayaknya ngantuk banget nih Tante. Liat aja tuh pules banget, di gendong genderuwo juga nggak bakal kebangun kayaknya."
Keanu memandang wajah Kezra yang sedang terlelap. Senyum terbit di wajah tampannya ketika menatap wajah polos sang guru muda yang menjadi istrinya itu.
__ADS_1
"Kenapa sih Bu, kok cantik banget. Meski nggak pake apa-apa juga tetap cantik. Nggak salah kalo aku suka sama Ibu dan sekarang malah nggak nyangka kita menjadi suami istri. Lucu yah." gumamnya tanpa memutuskan pandangannya pada wanita yang ada di hadapannya. Ia berjongkok, pandangannya berubah menjadi sayu.
"Maaf Bu, perasaan ini semakin tumbuh. Apa ini salah? Aku harap suatu saat Ibu juga mempunyai rasa yang sama." ia tersenyum kecil. Wajah Kezra putih bersih, dengan alis tipis dan hidung bangir. Bibirnya tipis bewarna pink pucat. Tanpa sadar, Keanu mendekatkan bibirnya pada wajah Kezra yang terlelap. Pria muda itu menutup mata, semakin mendekatkan wajah dan bisa merasakan hembusan napas wanita yang ada di bawahnya.
Tanpa Keanu sadari, Kezra membuka mata. Wanita itu terkejut bukan main mendapati wajah Keanu dan dirinya yang sangat dekat tak berjarak.
"Apa yang kamu lakukan?"
Deg ....
Jantung Keanu seakan berhenti seketika. Netranya terbuka, keduanya saling tatap untuk beberapa saat.
__ADS_1
Sungguh ia tak menyangka jika dirinya akan ketahuan. Ketahuan hendak mencuri sebuah ciuman!