
Lukas mendelik, matanya hampir copot mengetahui siapa wanita yang kini berdiri di hadapannya. Lidahnya kelu, tubuhnya gemetar. Matanya mengerjap beberapa kali, memastikan penglihatannya sekali lagi.
"Kenapa kamu lakukan semua ini, mas?" lirihnya di sela isakan pilu yang menyayat hati. Keanu hanya diam di sudut kamar hotel, sementara wanita yang bersama Lukas berangsur berdiri. Ia sangat penasaran siapa wanita yang kini sedang berbicara dengan Lukas.
"Ke- Kezra ...." Lukas tergagap, lalu ia menoleh pada selingkuhannya yang kini berdiri di sampingnya.
"Lukas, siapa dia?" tanya wanita itu penasaran. Pria yang tertangkap basah itu kebingungan, ia melirik Kezra dan wanita di sebelahnya bergantian.
"Bukan siapa-siapa," jawab Kezra tanpa memutuskan pandangannya pada pria yang teramat ia cintai itu. Keanu yang mendengarnya pun hanya mendesah, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tugasnya hanya membawa Kezra untuk membuktikan bahwa pria yang di cintai oleh Kezra bukanlah pria baik.
"Jika bukan siapa-siapa, kenapa kamu menerobos masuk dan mengganggu kesenangan kami?" tanya wanita itu dengan marah. Kezra mengalihkan pandangannya pada wanita yang hanya di tutupi selimut itu. Tubuh wanita itu sedikit berisi, dengan rambut berwarna pirang. Bibirnya merah merona dengan tubuh yang putih. Sangat berbeda dengan Kezra yang cenderung kurus, dan tidak terlalu putih. Ia tak bisa memakai make up tebal dan wajahnya hanya di poles bedak ala kadarnya. Sangat berbeda dengan wanita yang bisa menyenangkan kekasihnya itu. Wajahnya full make up, dan yang pasti wanita itu bisa memberikan apa yang tidak bisa di berikan oleh Kezra. Yaitu ****.
Wanita muda itu menghapus jejak air mata di wajahnya, menguatkan hati dan berusaha tegar serta kuat. Ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Lukas. Menekan dalam-dalam rasa sakit yang seolah mengiris seluruh tubuhnya.
"Maaf, kami salah kamar. Saya kira sedang memergoki suami saya yang berselingkuh, tapi ternyata saya salah. Silahkan lanjutkan kegiatan kalian yang belum tuntas! Saya permisi." ujar Kezra. Ia menekan dalam-dalam rasa sakit yang mengulitinya. Keanu dan Lukas terperangah, menatap Kezra dengan tatapan tak percaya.
"Apa yang dia lakukan? Bukankah seharusnya Bu Kezra berteriak marah atau bahkan menghajar pria brengsek itu? Kenapa dia malah seperti itu?" Kening Keanu berkerut. Merasa heran dengan apa yang ia dengar. Begitu pun dengan Lukas, ia merasa heran dengan apa yang di ucapkan oleh Kezra.
"Kezra ...." lirih Lukas hampir tak terdengar.
"Maaf kami menggangu kalian. Kalau begitu, kamu permisi." Kezra menatap Lukas sebentar, lalu ia melirik Keanu yang kebingungan.
"Ayo kita pergi. Kita salah kamar," kata Kezra sebelum berbalik dan pergi dari kamar hotel itu.
"Ta-tapi Bu,"
Kezra terus melangkah, membuat Keanu terpaksa mengikutinya. Tapi sebelum dia keluar, ia berhenti di hadapan Lukas yang mematung dan masih shock.
"Harusnya dia menghajarmu seperti ini!"
Bugh ....
Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Lukas, membuat tubuh pria itu mundur ke belakang.
"Itu, dari Bu Kezra."
Keanu kembali Melayangkan tinjunya dengan sangat keras pada wajah Lukas.
Bughh ....
"Dan ini, dari gue!"
Wanita yang ada di sebelah Lukas pun menjerit tertahan. Ia membantu Lukas dan melihat bibir pria itu yang robek serta mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?!" teriak wanita itu.
"Saya melakukan hal yang seharusnya. Pria brengsek seperti dia memang pantas mendapatkannya. Bahkan seharusnya ia mendapatkan yang lebih dari semua ini!" ucap Keanu dengan marah. Lukas hanya diam dan tak berkata apapun. Ia hanya diam memegangi sudut bibirnya yang terluka. Lukas pun pergi meninggalkan pasangan mesum di kamar hotel itu. Saat ini ia hanya ingin mengejar Kezra. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada wanita itu.
Lukas mengabaikan wanita yang ada di sampingnya, ia segera meraih pakaian miliknya yang berceceran di lantai kamar lalu mengenakannya.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya wanita itu bingung.
"Ada sesuatu yang harus aku urus. Tunggulah di sini sampai aku kembali."
"Tapi bagaimana dengan luka mu? Lagi pula permainan kita belum selesai. Aku masih merindukan kamu," rengek wanita itu dengan manja. Bahkan tangannya sudah bergelayut di lengan Lukas. Selimut yang tadinya menutupi tubuh, ia biarkan terjatuh ke lantai. Membuat tubuhnya terekspos begitu saja, membuat Lukas meneguk ludahnya.
"Sayang, aku ada urusan sebentar. Nanti kita lakukan sepuasnya, aku hanya sebentar."
"Sayang, aku masih ingin. Aku menginginkanmu,"
"Aku juga begitu,sayang. Tapi ini urgent, aku harus keluar sebentar. Tunggulah di sini sampai aku kembali." Lukas terpaksa melepaskan rayuan wanita itu. Meski sebenarnya ia masih menginginkan hal itu, tapi ia terpaksa harus menundanya. Ia juga tidak siap jika harus kehilangan gadis sebaik Kezra. Ia berlari keluar, mengabaikan teriakan demi teriakan wanita itu. Ia terus berlari di sepanjang koridor, tapi tidak menemukan kekasihnya. Hingga sampai di parkiran, ia mendapati Kezra yang hendak naik motor. Dengan cepat, ia menarik lengan wanita itu.
"Ke, mas ingin bicara."
Kezra terkejut, begitu juga dengan Keanu.
"Ada apa lagi, hah?" teriak Keanu marah.
"Mulai sekarang, apapun hal yang menyangkut Bu Kezra akan menjadi urusan gue! Dan gue nggak suka kalau Lo dekat-dekat dengan Bu Kezra!"
"Memangnya Lo siapanya Kezra, hah?!"
"Gue adalah ...."
Dengan cepat Kezra memotong.
"Ke, sudah. Saya memang perlu bicara dengan mas Lukas. Untuk terakhir kalinya," ujar Kezra seraya menatap Keanu meminta pengertian. Keanu hanya diam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi jika yang meminta adalah Kezra. Lukas tersenyum miring, mengejek Keanu dengan tatapan mata.
Keduanya berjalan agak menjauh sedikit dari tempat Keanu. Keanu pun hanya bisa menghela napas putus asa. Bagaimana pun juga Kezra dan Lukas memang harus membicarakan semuanya biar lebih jelas.
Ia memukul jok motor yang ada di depannya.
"Brengsek!" teriaknya dengan kesal.
Ia marah, ia sangat-sangat marah dan ingin sekali menghancurkan Lukas dengan kedua tangannya hingga menjadi abu. Hatinya juga merasakan sakit luar biasa melihat wanita yang ia sayangi terluka.
"Mau bicara apa lagi?" tanya Kezra dingin. Ia tidak ingin banyak berbasa-basi. Tak ada lagi air mata yang jatuh, ia berusaha sangat keras untuk tetap tegar dan tidak ingin terlihat lemah.
__ADS_1
"Mas minta maaf," lirih Lukas. Ia menarik jemari Kezra, tapi segera di tepis oleh wanita itu sehingga membuat hati Lukas mencelos.
Kezra hanya diam, menunggu kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut pria yang ada di hadapannya. Ia membuang muka, muak melihat wajah orang yang telah mengkhianatinya. Meski ia melihat sudut bibir pria itu berdarah, ia tekan kuat-kuat keinginan untuk bertanya. Lagi pula ia juga yakin bahwa semua itu sudah di pastikan akibat dari perbuatan Keanu. Tak seberapa jika di bandingkan dengan hatinya yang hancur berkeping-keping bahkan hancur lebur menjadi abu.
"Ke, maaf. Mas melakukan semua itu juga karena kamu."
Kezra menoleh, keningnya berkerut sangat dalam. Tidak mengerti dengan ucapan Lukas yang tak masuk akal.
"Maksud kamu apa mas?"
"Sayang, mas melakukan semua itu untuk menjaga kamu. Bukankah kamu menolak ketika mas mengajak kamu melakukan **** sebelum menikah? Mas melakukan semua itu demi kamu. Mas itu juga pria normal, mas juga butuh melampiaskan nafsu."
Kezra hampir terbahak mendengar apa yang di ucapkan pria yang ada di hadapannya. Alasan yang benar-benar tidak masuk akal.
"Apa semua itu masuk akal? Apa kamu tidak punya alasan lain?"
"Sayang, aku menjaga kesucian kamu sampai kita menikah. Mas dengan wanita tadi hanya main-main. Semuanya hanya simbiosis mutualisme."
"Gila kamu, mas!"
"Kamu yang membuat aku begini, Ke. Coba saja kamu memberikan hak aku, mungkin aku tidak akan pernah mencari kepuasan pada wanita lain."
"Kamu sadar nggak dengan apa yang kamu ucapkan?"
"Apa? Kamu yang salah! Kamu yang menyebabkan aku melakukan hal seperti ini!"
"Kamu benar-benar sudah tidak waras, Mas. Kamu pikir aku ini istri kamu? Hak apa? Kamu tidak punya hak apapun ke aku, mas. Kita belum menikah dan aku kamu tidak berhak mendapatkan apa yang ada di tubuh aku, mas!" teriak Kezra dengan marah. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan pria yang salah di cintainya itu.
"Kamu itu sok suci, Ke! Jaman sekarang mana ada **** setelah menikah! Anak SMP aja melakukan **** sebelum menikah! Pikiran kamu itu sangat kolot! Sok suci kamu, Ke!"
Plak ....
Tamparan keras mendarat di wajah Lukas. Membuat pria itu terdiam dan meraba wajahnya yang terasa panas. Ia menoleh pada Kezra yang hampir menangis.
"Kita putus! Jangan pernah cari aku lagi dan pergi jauh-jauh dari kehidupan aku, Mas!" teriak Kezra dengan sangat marah. Lukas masih terdiam di tempatnya, tak tahu harus berbuat apa. Membiarkan Kezra berlari meninggalkannya, melihat wanita itu menjauh dan menghilang dari pandangan bersama pria muda yang tadi bersamanya.
🌹🌹🌹
Yakin nih nggak ada yang mau mampir ke karya baru author?
Ntar nyesel lohðŸ¤
Yok Mampir yok,
__ADS_1