
Satu jam sebelumnya, Kezra menelpon sahabat Keanu untuk mengikuti suaminya itu karena ia merasa ada yang aneh sejak siang dengan pria muda itu. Wanita itu berjalan mondar-mandir di kamarnya dan mendapatkan kabar dari Rifky dan Dion bahwa Keanu pergi ke club'. Mereka mengatakan bahwa Keanu dalam bahaya. Tanpa pikir panjang Kezra segera keluar dengan hanya menggunakan piyama panjang dengan gambar hello Kitty di bungkus jaket. Ia mengikat asal rambutnya yang tergerai. Bahkan lupa mengenakan helm dan hanya menggunakan sendal jepit. Dalam pikirannya Keanu dalam bahaya dan harus segera sampai agar bisa menolongnya.
Ia sampai di Club' itu dan bertemu Rifky dan Dion.
"Dimana Keanu?" tanya Kezra setelah sampai.
"Keanu ada di dalam, Bu. Ibu masuk aja sebelum semuanya terlambat." kata Rifky dan Dion mengangguk membenarkan.
"Apa saya harus ke dalam?" tanya Kezra ragu. Ia mengamati gedung yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya itu.
"Hanya Ibu yang bisa menyelamatkan Keanu." desak Dion. Kezra mengernyitkan keningnya, sesuatu apa yang begitu membahayakan suaminya? Meski ragu, ia masuk dan menerobos lautan manusia yang berjoget ria. Bau asap rokok dan minuman alkohol masuk ke indera penciumannya. Bahkan tak jarang beberapa pria menggodanya. Kezra ingin keluar saat itu, tapi mengingat Keanu dalam bahaya membuat wanita itu meneruskan langkahnya.
Guru muda itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Tidak mudah mencari seseorang di tempat ramai dan tidak begitu terang. Ia bahkan bersikap waspada dari mata-mata jahil yang menatapnya penuh napsu.
"Hei cantik, mau kemana? Duduk di sini aja yuk." seorang pria yang memegang segelas minuman keras menggodanya. Kezra takut, tapi ia hanya terlihat berani dan mempercepat langkahnya agar cepat menemukan suaminya. Ketika wanita muda itu hampir putus asa, netranya menemukan satu titik terang. Ia sangat mengenali sosok yang sedang bercumbu dengan seorang gadis muda yang berada di sudut ruangan.
Meski tempat itu tidak terlalu terang karena minim pencahayaan, Kezra bisa melihat dengan jelas siapa pria dan wanita yang sedang berpelukan mesra di sebuah sofa yang ada di sudut ruangan. Matanya membeliak dengan mulut yang terbuka tak percaya. Jujur hatinya sangat sakit seperti di sayat belati tajam. Ia bisa melihat Keanu dan Seorang gadis yang ternyata adalah Lisa sedang berciuman di sana. Mengesampingkan rasa sakit dan mengabaikan luka yang menganga di hati, ia menghampiri kedua orang itu. Mati-matian ia menahan air mata yang hendak jatuh.
__ADS_1
"Lisa! Keanu! Apa yang kalian lakukan?!" teriak Kezra dengan tubuh yang gemetar. Tampak Keanu yang sangat terkejut, ia segera menyadarkan diri. Sekuat tenaga mendorong tubuh Lisa yang mendekapnya dengan erat. Tubuh Lisa jatuh terjengkang ke lantai, sementara Keanu memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Keanu! Kenapa Lo dorong gue? Pinggang gue sakit!" teriak Lisa sembari menyeringai kesakitan. Keanu mengabaikan teriakan Lisa,
Ia menajamkan penglihatannya dan mengerjap sebentar untuk memastikan bahwa semua ini tidak mimpi.
Matanya melebar ketika menemukan sang istri yang menatapnya dengan marah.
"Bu Kezra?" lirih Keanu. Ia pun segera berdiri dan menghampiri sang istri agar tidak salah paham. Keanu hampir saja terjatuh karena kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Kamu tanya kenapa? Saya di sini karena kamu! kenapa memangnya kalau saya di sini? Kamu takut saya mengganggu kesenangan kamu, hah?" teriak Kezra marah di sela bingar suara musik yang terus berdentum keras.
"Bukan. Bukan begitu, Bu." Keanu panik, ia merasa bahwa dirinya salah bicara.
"Apanya yang bukan? Kamu sangat keterlaluan, Ke! saya benci sama kamu! Saya kira kamu berbeda dari Lukas. Tapi ternyata kamu sama saja! Memang semua pria tidak ada yang bisa di percaya!" teriak Kezra dengan marah. Air mata telah membanjiri wajahnya. Ia merasa sangat sakit. Ia seperti mengulang kembali saat Lukas ketahuan selingkuh. Wanita itu segera berbalik, berjalan meninggalkan Keanu yang kebingungan. Dengan cepat Keanu mengejar Kezra yang terus berjalan menjauh. Menghindari beberapa orang yang berada di sana.
"Bu, tolong dengar penjelasan saya dulu. Apa yang Ibu lihat semuanya salah. Ini semua tidak benar dan tidak seperti yang Ibu bayangkan." Keanu terus mengejar Kezra yang tidak menghiraukan dirinya. Kezra mempercepat langkahnya, sedikit berlari agar bisa cepat keluar dari tempat itu dan segera sampai ke rumah. Di tempat tadi, Lisa tersenyum penuh kemenangan. Ia menatap kepergian Kezra dan Keanu dengan senyum licik. Kedua tangannya di lipat di depan dada.
__ADS_1
"Lihat saja. Mungkin saat ini gue belum bisa dapetin Lo seutuhnya, Keanu. Tapi setidaknya malam ini gue bisa menghancurkan hubungan kalian berdua! Lo itu di takdirkan cuma untuk gue. Dan Guru tidak tahu diri itu, nggak pantes buat Lo!" ujarnya dengan sorot mata penuh kebencian.
Sesampainya di luar, Kezra segera mencari motor matic yang ia bawa. Berkali-kali memasukkan kunci tapi tidak bisa sehingga ia merasa sangat kesal dan mengamuk. Wanita itu memukuli motornya dengan tangis histeris.
"Kenapa lagi sih? Apa kamu juga tidak mau menolongku? Aku hanya ingin pulang!" teriaknya dengan tangis keras. Keanu yang melihat Kezra mengamuk segera berlari ke arah wanita itu.
"Bu tolong dengar penjelasan saya dulu."
"Jangan bicara apapun! Saya tidak butuh penjelasan apapun dari kamu! Saya benci sama kamu, Ke! Kamu sama saja dengan pria lainnya! Kalian sama saja!" teriaknya marah. Kezra kembali memasukkan kunci motornya dan segera menyalakan motor matic bewarna hitam itu tapi di cegah oleh Keanu.
"Bu, saya di jebak. Tolong percaya sama saya." Keanu tidak membiarkan wanita itu pergi dalam keadaan marah. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun Kezra mendorong tubuh Keanu dengan keras hingga pria itu terjatuh. Saat Keanu jatuh, Kezra segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Keanu bahkan sampai bergidik karena ternyata Kezra berani mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di jalan yang sangat ramai. Merasa khawatir dengan istrinya, Keanu segera menuju motornya untuk menyusul serta menjelaskan semuanya. Tapi baru saja ia akan sampai di mana motornya terparkir, Rifki dan Dion menghampirinya.
"Keanu!" teriak Dion. Keanu menoleh, melihat kedua sahabatnya yang berlari kecil menghampirinya.
"Gue harus susul Bu Kezra."
"Iya kita tahu. Biar gue yang bawa motornya." ujar Dion dan tanpa pikir panjang Keanu menyetujuinya. Sementara Rifky menyusul di belakang. Ketiganya melesat meninggalkan club' malam itu menuju kediaman Keanu dan Kezra. Di jalan, Kezra terus menangis. Menyalip kendaraan satu ke kendaraan lainnya dengan kecepatan tinggi. Ia mengabaikan klakson panjang ketika melewati sebuah mobil truk. Ia sangat kacau, hatinya sangat sakit mengingat semua hal yang telah terjadi. Tak di sangka jika suami yang ia percaya akan menyakiti dirinya juga sama seperti kekasihnya dulu. Hatinya terluka parah. Luka yang hampir kering kini kembali basah bahkan lebih parah.
__ADS_1