
Keanu berdiri di pintu kamar, pria itu menatap khawatir pada istrinya yang tampak sangat lemah. Wanita itu berbaring di atas tempat tidur dari tadi. Wajahnya tampak pucat dengan mata yang terpejam. Pria muda itu berjalan mendekat, duduk di tepi ranjang dengan perlahan. Tangannya terulur menyibak Surai coklat milik sang istri. Menyentuh lembut dahi Kezra yang hangat.
"Tubuhnya panas," gumamnya semakin khawatir. Tak lama netra yang terpejam itu perlahan terbuka. Guru cantik itu menatap sayu pada suaminya.
"Sebaiknya kita pergi ke dokter sekarang." ujar Keanu pada istrinya. Kezra menggeleng pelan.
"Aku baik-baik saja, Ke. Sebentar lagi juga pasti sembuh." tolak Kezra. Ia sangat enggan untuk pergi ke rumah sakit.
"Aku tidak tenang, sayang. Apa kau tidak tahu bahwa suami tampan mu ini sangat khawatir? Nanti ketampananku akan berkurang jika melihat istrinya sakit. Apa kamu tidak menyesal nanti jika punya suami jelek?"
Kezra menggeleng menahan senyum. Dalam keadaan seperti ini suaminya itu masih saja bercanda. Kezra berusaha untuk bangun di bantu oleh Keanu. Wanita itu bersandar di kepala ranjang dan menatap geli pada suaminya.
"Ya tinggal cari suami baru," goda Kezra. Sontak saja ucapan istrinya membuat pria itu mendelik sempurna.
"Apa kamu bilang? Cari suami baru?" ia mengulang ucapan Kezra dengan suara lantang. Kezra hanya mengangguk tanpa dosa.
"Astaga jahat sekali anda ...!" Keanu menggelengkan kepalanya, memasang wajah pura-pura tersakiti. Sementara Kezra hanya tertawa kecil.
"Dasar istri durhakim! Enteng banget dia bilang mau cari suami baru. Emangnya aku barang yang bisa di ganti kalau sudah jelek?" Keanu bersungut-sungut dan membuang muka. Tentu saja hal itu membuat Kezra semakin geli dan ingin menggodanya.
"Lah kan kamu nya sudah jelek. Kan tinggal cari yang baru."
"Tahu nggak apa yang kamu lakukan itu, JAHAT! Jahat banget. Duh, sakit sekali hatiku. Sangking sakitnya mau buang angin aja sakiitt ...." Keanu berakting amat kesakitan, meremas dadanya dengan berpura-pura ingin menangis. Sontak saja hal itu membuat Kezra tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Hahahaha .... Keanu ... Keanu ... Emang boleh selucu itu?"
Keanu yang melihat tawa Kezra menjadi tersenyum, runtuh sudah pertahannya untuk berpura-pura merajuk. Awalnya ia berniat untuk menjahili Kezra kembali dengan pura-pura marah, tapi tawa wanita yang begitu ia cintai meruntuhkan tembok pertahanan yang ia bangun. Kezra tertawa hingga matanya menyipit, ia tertawa lepas meski tubuhnya belum pulih.
"Kenapa tertawa? Memangnya ada yang lucu?"
"Iya lah. Kamu itu lucu banget, Ke."
"Iyalah. Makanya kamu cinta dan sayang banget kan sama aku?" pria itu menaik turunkan alisnya menggoda sang istri. Berucap dengan sangat percaya diri dan memasang wajah imut di depan istrinya.
"Astaga Ke. Perut aku sakit gara-gara kamu."
"Bukannya kalau sakit jadi sembuh, ya? Kok malah sakit sih?"
"Iya, aneh banget."
"Ya sama kayak kamu. Sama-sama aneh!"
"Tapi kamu cinta 'kan?"
"Apa sih Ke? Cinta-cintaan Mulu ngomongnya."
"Biarin lah. Kan sama istri sendiri, emangnya nggak boleh?"
__ADS_1
Kezra hanya tertawa menanggapi ucapan suaminya.
"Ayo kita ke dokter. Lagi pula aku pengen banget liat hasilnya. Apa iya dalam perut kecil kamu ini ada isinya." Pria itu mengelus lembut sang istri yang masih datar.
"Ada lah isinya masak nggak ada."
"Tadi kan udah isi roti sama buah." Keanu menyipitkan matanya menatap sang istri.
"Bukan isi itu, sayang. Ah kamu mah."
"Haha iya iya. Aku bercanda Ke."
"Ayo kita ke rumah sakit. Aku nggak sabar pengen lihat dia. Kita langsung USG ya?" ucap Keanu antusias.
"Mana bisa lihat sekarang, Key? masih kecil banget," sanggah Kezra kesal. Kelakuan suaminya ada-ada saja.
"Yah memangnya nggak bisa ya sayang?" tanya pria itu kembali dengan agak kecewa.
"Nggak bisa, Ke."
"Ya udah deh. Yang penting kamu harus ke dokter, aku nggak mau kalau kamu kenapa-kenapa."
Demi menyenangkan hati suaminya dan supaya Keanu tidak khawatir lagi, Kezra akhirnya menyetujui ajakan Keanu. Keduanya segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
__ADS_1