
Kezra mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari suaminya. Tapi di tempat seluas dan seramai itu sangatlah sulit menemukan seseorang. Wanita itu berdiri di tengah-tengah keramaian, hampir putus asa.
"Kamu di mana sih Keanu? Kenapa cepat sekali menghilang?" lirihnya dengan memejamkan mata. Apakah sikapnya benar-benar keterlaluan dan sangat menyakiti hati pria itu? Jika sikapnya benar-benar keterlaluan dan menyakiti hati Keanu, maka ia tidak akan mengulanginya lagi. Sungguh dirinya benar-benar merasa menyesal karena terlanjur bersikap sangat bodoh.
"Aku harus mencarinya! Aku harus minta maaf padanya." ucap gadis itu dengan tekad penuh. Kezra kembali melangkahkan kakinya dan mencari Keanu. Tapi saat baru saja beberapa langkah, tubuhnya tak sengaja tertabrak oleh seorang pria yang membuatnya terjatuh.
"Aduuhh ...." Kezra meringis, tubuhnya terhuyung dan terjatuh ke jalan.
"Maaf-maaf, saya tidak sengaja." ucap seorang pria yang langsung mengulurkan tangannya untuk menyambut Kezra. Tapi sebelum wanita itu menerima uluran tangan sang pria yang menabraknya, ia mengernyitkan keningnya.
"Lukas?" lirih wanita itu dengan terkejut. Hal yang sama juga di tunjukkan oleh sang pria.
"Loh, Kezra? Kamu Kezra 'kan?" tunjuk pria bernama Lukas itu dengan senyum yang tiba-tiba terbit di wajahnya. Kezra memutar bola matanya kesal. Wanita itu langsung berdiri dan mengabaikan uluran tangan Lukas.
"Apa kabar, Ke?"
"Baik," jawab Kezra dengan enggan sembari membersihkan bokongnya yang bisa saja kotor karena terkena debu jalanan.
"Kamu kenapa di sini sendirian? Apa kamu sekarang benar-benar sendirian dan mencari pasangan ke tempat ini, Ke?"
Kezra menoleh, menatap sinis pada Lukas.
"Memangnya apa urusannya dengan kamu? Lagian apa hak kamu bertanya seperti itu? Kamu juga sendirian! Kemana selingkuhan kamu? Atau kamu sekarang sedang mencari mangsa?" cibir Kezra dengan senyum sinis. Ia benar-benar muak dengan pria itu.
__ADS_1
"Kita sudah putus. Kalau kamu nggak keberatan, kita bisa jalan bareng. Bahkan jika kamu mau, kita bisa kembali lagi seperti dulu lagi. Kita perbaiki hubungan kita dan menikah tahun ini." ujar Lukas penuh harap. Ia tersenyum manis pada Kezra sehingga membuat Kezra ingin terbahak mendengar ucapan Pria yang ada di hadapannya.
"Nikah saja sana sama pohon! Jangan harap saya mau kembali sama cowok tukang selingkuh kayak kamu! Lagi pula saya sudah punya pengganti yang jauh lebih baik dari kamu. Jadi, jangan pernah berharap ataupun menginginkan hal mustahil itu lagi. Sebaiknya selingkuhan kamu aja sana di ajak nikah! Jangan di pake terus tapi di nikahi enggak." sindir wanita itu dengan ketus.
Lukas tampak kesal dan menatap Kezra dengan tajam.
"Siapa pria yang bisa menggantikan saya di hati kamu, Kezra? Saya mau tahu seperti apa dia?"
"Kenapa? Mau di bandingkan dengan kamu?" wanita itu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah! Yang pasti dia jauh lebih baik dari kamu! ingat, semua ini sudah menjadi keputusan kamu sendiri. Kita berpisah juga karena ulah kamu sendiri! Jadi jangan pernah mengganggu saya lagi! Dan jangan pernah berharap apapun dengan hubungan kita. Hubungan kita sudah berakhir kemarin. Dan saya tidak akan pernah mau untuk kembali bersama kamu. Ingat itu!" ucap Kezra dengan penuh penekanan. Setelah mengatakan hal itu guru muda yang cantik itu segera berlalu meninggalkan sang mantan kekasih.
Lukas menatap punggung Kezra dengan geram, ia mengepalkan tangannya dengan kuat.
Kezra terus mencari keberadaan Keanu dengan bingung. Bahkan wanita itu rasanya ingin menyerah dan pulang saja jika benar-benar tidak menemukan Keanu di mana pun. Tapi saat ia hampir putus asa dan mengeluh, netranya tak sengaja menatap sosok pria yang ada di sebuah tenda di pinggir jalan yang menjual bakso.
"Bukankah itu Keanu? Aku sampai kebingungan mencarinya dan dia ternyata malah enak-enakan makan bakso?" wanita itu menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Benar-benar menyebalkan! Dia sengaja mengerjai ku?"
"Awas saja dia! Seenaknya saja membuatku mencarinya di tempat seramai ini." wanita itu tak memutuskan pandangannya dari pria yang sibuk menikmati semangkuk bakso di bawah sebuah pohon.
"Heh, Keanu! saya sudah kelelahan mencari kamu, ternyata kamu enak-enakan makan bakso di sini!" ujar Kezra dengan berkacak pinggang. Keanu menoleh, mengabaikan semangkuk bakso yang sedang di nikmatinya. Menatap sosok wanita yang tampak menggemaskan menurutnya.
__ADS_1
"Kenapa? aku pikir kamu sedang bersama tukang crepes ganteng itu." sindir Pria itu kembali menikmati baksonya.
"Apa sih Ke? Aku kan cuma bercanda. Aku minta maaf jika sikapku keterlaluan. Tapi aku benar-benar tidak bermaksud apapun. Aku hanya refleks memujinya. Lihat saja penampilan Abang-abang itu. Mirip opa-opa Korea. Ganteng banget!" secara tak sadar wanita itu kembali memuji sang penjual crepes sehingga membuat Keanu cemberut.
"Puji aja terus sampai aku mau muntah!" sindir Keanu tak suka. Bakso yang ada di hadapannya tak lagi nikmat. Ia mendorong semangkuk bakso yang ada di hadapannya. Lalu pergi untuk membayar dan mengabaikan Kezra. Sementara Kezra menutup mulutnya dan memejamkan mata dengan rasa penyesalan yang teramat dalam. Bagaimana dirinya bisa keceplosan dan dengan sangat frontal memuji pria penjual crepes itu?
Ia segera mengejar Keanu dan tidak ingin jika pria itu kembali hilang di dalam keramaian.
"Keanu, tunggu!" teriak Kezra. Keanu tidak menghiraukannya. Lalu pergi begitu saja, berjalan beberapa langkah di depan Kezra mengabaikan teriakan demi teriakan di belakangnya. Ia benar-benar merasa cemburu, ia tidak suka jika istrinya memuji pria lain di depannya. Entahlah, mungkin rasa cintanya yang terlalu besar membuat rasa cemburu itu juga sangat besar.
"Keanu, Please tunggu aku. Maafkan aku, Ke!" Kezra berlari kecil, lalu saat sudah sangat dekat wanita itu nekat untuk memeluk tubuh Keanu dari belakang sehingga membuat langkah Keanu terhenti. Jantung pria itu seolah berhenti berdetak, di tengah keramaian tiba-tiba saja Kezra memeluknya. Wanita itu mengabaikan tatapan orang-orang di sekitarnya. Yang ia pikirkan hanya Keanu! Ia tidak ingin jika Keanu berlarut-larut marah padanya.
"Maafkan aku, Ke! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tolong, maafkan aku!" rengek Kezra seraya memeluk erat tubuh pria yang ada di hadapannya. Tanpa mereka sadari, Lukas menatap keduanya dengan kening yang berkerut.
"Apa? Bukankah itu Keanu sepupu Kezra? Apa maksudnya? Mereka berpelukan? Apakah aku tidak salah lihat?" gumam Lukas dengan penuh rasa penasaran.
πΉπΉπΉ
Hai allπ₯°π
Apa kabarnya nih? Maaf jika Author baru bisa up sekarang. Berhubung novel author yang berjudul Dendam Clarissa udah tamat, Author bisa lanjutin novel ini. Maaf ya udah bikin kalian nunggu lama. Dan makasih banget karena kalian udah setia nungguin kelanjutan cerita ini. Author sayang kalian semua ππ Jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia β€οΈ
Kasih vote n gift banyak-banyak yah, biar author semangat π€£βοΈβοΈ(Ngarep)
__ADS_1