
Kezra tiba di arena balap liar di antar oleh Rizki dan Dion. Netra wanita muda itu liar berkeliling mencari sosok yang ia cari di antara banyaknya muda mudi yang ada di sana. Dion dan Rizki ikut celingukan mencari sang sahabat. Hingga tak berapa lama ketiganya melihat Keanu yang sedang duduk di atas motornya seorang diri sementara ia berhadapan dengan dua pemuda yang berdiri di hadapannya. Dua pemuda yang seumuran dengannya itu terlihat penuh emosi.
"Eh Ki, bukannya itu Keanu ya?" ujar Rizki tanpa mengalihkan pandangannya pada seseorang yang berada tak jauh dari hadapannya itu.
"Iya, itu Keanu." sahut Dion antusias.
"Tapi itu kucing sama Tikus kenapa di sana? Wah jangan-jangan mereka mau nyari gara-gara nih sama Keanu." imbuh Dion dan di balas anggukan oleh Rizki.
"Bu, itu si Keanu ...." Belum selesai kalimat Rizki, Kezra sudah melenggang dengan cepat ke arah Keanu.
"Astaga itu Ibu Kezra nggak ada basa-basi lagi. Langsung sat set aja, mana nggak nungguin lagi." celetuk Dion.
"Iya tuh, eh Lu ngerasa ada yang aneh nggak sih sama Keanu dan Bu Kezra?" bisik Rizki pada Dion. Pria yang mulanya mau menyusul Kezra itu mengurungkan niatnya.
"Gue sih ngerasa ganjel sih, tapi gue nggak mau menduga-duga. Ntar jatuhnya jadi suudzon. Lagi pula nih ya, Bu Kezra dan Keanu nggak mungkin ada apa-apa. Liat aja mereka berdua, mana pernah akur."
"Iya juga sih, tapi nih ya entah kenapa gue ngerasa aja mereka tuh agak aneh."
Dion menoyor kepala sahabatnya itu dengan gemas.
"Ah elu udah kayak cewek aja, perasa amat. Sekalian aja pake feeling atau indera ke enam."
__ADS_1
"Ya Ela elu, gue beneran ini."
"Tauk ah! Mending kita nyusulin Bu Kezra. Gue penasaran itu tikus ma kucing ngapain sama Keanu." Dion segera melangkah dengan tergesa di ikuti oleh Rizki.
"Dasar bocah nakal! Kamu bilang mau berangkat ke sekolah, taunya balapan!" Kezra menarik telinga Keanu tanpa aba-aba. Sesampainya di sana, guru muda itu tidak membuang waktu. Ia menarik telinga Keanu dengan kuat sehingga membuat pria muda itu meringis.
"Aduh ... sakit, Bu. Jangan kencang-kencang narik telinga saya. Nanti kalo copot gimana?" keluh Keanu seraya memegangi tangan Kezra .
"Biarin! Lagian ini telinga nggak ada gunanya. Di bilangin jangan bolos, tetap aja bolos."
"Ya ampun, Bu. Dengerin penjelasan saya dulu. Jangan galak-galak sama suami sendiri!"
"Biarin! Suami model kamu gini emang pantes di giniin. Suka bikin kesel dan bikin tensi saya naik setiap hari!"
"Nggak peduli! Mau istri Solehah, mau istri solehot saya nggak peduli. Sekarang kamu pulang! Sampai rumah kamu jelasin semuanya tanpa ada yang di tutupin." teriak Kezra dengan marah. Bahkan wajahnya ikut memerah antara menahan marah dan terik matahari.
"Ampun, Bu. Lepasin dulu tangannya. Ntar kalo beneran copot ini telinga, gimana? Ntar saya jelasin di rumah ya." bujuk Keanu. Melihat wajah suaminya yang memelas kesakitan itu pun membuat Kezra menarik tangannya. Melepaskan jeweran yang cukup membuat telinga memerah dan panas. Keanu mengusap telinganya seraya melihat istrinya yang sedang berusaha keras menahan amarah yang sedari di tahan. Dada wanita itu naik turun dengan mata yang memancarkan amarah. Kezra terlihat sangat marah padanya, ada rasa bersalah yang diam-diam menyelinap masuk ke dalam relung hatinya.
"Maaf yah, ayo kita pulang. Nanti biar saya jelasin di rumah."
"Naik apa?!" tanya Kezra bingung.
__ADS_1
"Ya naik motor saya. Ayo, naik!"
Kezra hanya diam mematung dengan bingung.
"Ayo buruan naik. Apa mau saya gendong?"
"Nggak! Saya bisa naik sendiri." Kezra pun segera naik ke motor sport milik Keanu sementara suaminya memakai helm full face miliknya.
"Eh Keanu lu mau kemana? Urusan kita belum selesai!" cegah Tommy dan Jerry, dua orang yang sebelumnya menjadi lawannya di area balapan itu.
"Urusan apa lagi? Kan semuanya udah jelas. Gue yang menang dan kalian yang kalah! Urusan apa lagi? Ohya, gue lupa. Jangan lupa transfer." ujar Keanu dengan senyum miring penuh kemenangan sehingga membuat dua pria muda yang ada di hadapannya menggeram antara malu dan marah. Detik berikutnya motor Keanu melaju kencang meninggalkan area balapan liar itu. Dan tanpa Keanu sadari, kepergian mereka berdua tak luput dari tatapan kebingungan Dion dan Rizki.
"Ki, lu denger kan apa yang Bu Kezra dan Keanu bilang tadi?"
"Gue denger, dan gue bingung. Kok mereka bertengkar kayak suami istri ya? Kok ada bahasa suami dan istri?"
"Iya nih, gue kok bingung. Apa pendengaran kita bermasalah, ya?"
"Bisa jadi. Wah, nggak beres nih. Sebaiknya kita cepet-cepet periksa. Takutnya tambah parah." tukas Rizki dengan masih di selimuti kebingungan yang teramat sangat.
"Ho oh, ayok buruan."
__ADS_1
"Ayok lah, gas keun." Keduanya pun ikut meninggalkan area balap itu dengan di liputi kebingungan serta tanda tanya yang memenuhi otak mereka.