Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong
Bolos


__ADS_3

"Woi pria gila!" teriak pengguna jalan yang lain. Hal itu membuat Keanu mengurungkan niatnya untuk menghampiri mobil yang berjarak beberapa senti meter di hadapannya.


Bunyi klakson terdengar bersahutan, membuat Keanu harus menekan dalam-dalam amarah yang seolah akan meledak. Ia kembali menghampiri motornya dan meminta maaf.


"Maaf pak," ujarnya seraya bersikap hormat.


"Lampu udah ijo masih aja mau keluyuran. Emang jalan ini punya Bapak kamu, apa?" hardik seorang pria bersepeda motor matic yang berada tepat di belakangnya.


Keanu tak menghiraukan ocehan dan teriakan para pengguna jalan itu, ia segera menyalakan motornya untuk mengejar sebuah mobil bewarna hitam yang telah melesat jauh meninggalkan dirinya.


"Ah gara-gara lampu hijau nih, jadi ketinggalan jejak kan. Gagal gue ngasih pelajaran ke brengsek itu!" gerutunya tanpa menghentikan laju motornya. Bola matanya liat mencari keberadaan mobil yang ia yakini adalah Lukas, kekasih Kezra.


"Kalau dia sekarang lagi sama cewek lain, lalu Bu Kezra sama siapa?" Memikirkan hal itu membuatnya menepi. Ia segera mengambil ponselnya yang ada di dalam ransel miliknya. Tanpa menunggu lama, ia segera menghubungi Kezra. Dalam panggilan ke tiga Kezra baru mengangkat telepon.


"Halo, Keanu. Ada apa?" terdengar suara sahutan dari seberang telepon.


"Ibu lagi dimana?" tanya Keanu khawatir.


"Udah di jalan, nih. Kenapa?"


Keanu menarik napas lega.


"Nggak apa-apa, cuma mau nelpon Ibu aja."


"Dih, nggak jelas. Udah ah, matiin aja. Lagian kamu pasti belum sampai ke sekolah kan?"


"Belum, Bu. Saya hanya ingin memastikan bahwa Ibu baik-baik aja."

__ADS_1


"Halah modus. Udah ah matiin!"


Tuuut ....


Sambungan telepon terputus.


"Duh resiko punya istri galak." ujarnya seraya menggelengkan kepala.


"Ngomong-ngomong mimpi apa ya gue, usia segini udah punya istri. Wah emang gue itu pemecah rekor," Keanu hanya terkikik geli sendiri. Kini ia bisa melanjutkan perjalannya yang tertunda.


-


-


-


"Keanu mana? Kenapa dia tidak ada di dalam kelas?"


Semua murid hanya bisik-bisik hingga Dion, teman dekat Keanu mengatakan alasannya pada Kezra.


"Keanu libur kayaknya Bu. Soalnya dari tadi nggak keliatan di Sekolah."


"Apa? libur? Bukannya tadi Keanu jelas - jelas pergi duluan. Bahkan bocah tengil itu tidak sempat untuk sarapan."


"Lah, Ibu tahu dari mana kalau Keanu udah pergi duluan di banding Ibu?" tanya Keysa, murid yang cukup cantik di kelas itu.


Menyadari bahwa ia telah salah bicara, Kezra segera memutar otak mencari alasan agar para muridnya tidak tahu jika mereka sudah resmi menikah dan tinggal di bawah atap yang sama.

__ADS_1


"A-anu, ta-tadi Keanu duluan. Dia melewati taksi yang saya pesan. Ya, begitu." ujarnya mencari alasan.


"Tapi kenapa Ibu berbicara seolah kalian tinggal satu rumah? Sampai - sampai Ibu tahu kalau Keanu tidak sempat sarapan?" tanya Dion penuh rasa curiga.


"Ya, saya hanya menebak saja. Kalau orang buru-buru, pasti akan lupa untuk sarapan."


"Iya, ya. Benar juga." sahut para murid yang lain.


"Lalu, kemana bocah tengil itu pergi? Kenapa ia belum sampai ke sekolah?"


Rasa khawatir dan takut menyeruak menguasai seluruh penjuru hati Kezra. Ia takut jika terjadi sesuatu pada Keanu.


"Jangan-jangan Keanu balapan?" celetuk Rizki seraya menyikut lengan Dion dan masih terdengar oleh Kezra.


"Wah bisa jadi tuh. Bukannya kemarin Jerry nantangin Keanu?"


"Iya, bener banget Lo. Jangan-jangan Keanu.


"Apa? Balapan? Berarti Keanu bolos dong."


Kedua sahabat karib Keanu itu hanya bisa menunduk.


"Kenapa sih, Keanu hanya mencari masalah saja." kata Rizki.


"Nanti setelah pelajaran selesai,kalian antar saya ke sana. Ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Bisa-bisa menjadi kebiasaan untuk bolos dan mengabaikan pelajaran."


"Ba-baik Bu." jawab Rizki dan Dion berbarengan.

__ADS_1


"Awas aja kamu, Keanu. Habis kamu nanti?" ujar Kezra seraya mengambil buku yang ia bawa. Ia siap untuk memberikan materi bagi para muridnya.


__ADS_2