
Sebuah motor sport melaju kencang dengan kecepatan 120km/jam di atas jalanan aspal yang tidak begitu ramai oleh kendaraan lain. Dua motor sport berwarna hijau dan merah menyusul di belakangnya dengan kecepatan sama kencangnya. Mengenakan helm full face dengan motor sport bewarna hitam, Keanu terus melajukan motor kesayangannya itu menuju garis finish. Hingga beberapa detik kemudian, motor yang ia kendarai mencapai garis finish dan pria itu memenangkan balapan. Riuh jeritan para temannya yang berada di area balap liar menjadi kesenangan tersendiri bagi Keanu setiap kali memenangkan balapan itu.
Keanu berhenti tak jauh dari garis finish, membuka helmnya dan tersenyum puas atas kemenangannya. Dion dan Rifky sahabat karibnya berjalan mendekat dengan senyum yang sama lebarnya.
"Wah, selamat bro! Gue udah feeling Lo pasti akan menang lagi malam ini." ucap Dion seraya menepuk bahu Keanu.
"Selamat yah, gue juga udah feeling Lo bakal menang. Nggak akan ada yang bisa ngalahin Lo. Lo adalah raja jalanan," Rifky juga ikut menepuk bahu sahabatnya itu dan mengucapkan selamat. Wajah keduanya di penuhi senyum lebar begitupun dengan Keanu yang sangat bangga dengan kemenangannya malam ini.
"Thanks ya, ini semua berkat kalian berdua juga." ujarnya tetap mempertahankan senyuman manisnya. Kedua sahabatnya hanya tertawa renyah menyambut ucapan terimakasih yang di lontarkan oleh Keanu.
"Ah Keanu ... Selamat yah. Lo emang the best! Gue makin kagum sama Lo." Seorang gadis dengan rambut coklat sebahu menghampiri Keanu dengan gaya centilnya. Detik berikutnya bergelayut manja di lengan Keanu. Dion dan Rifky hanya saling pandang lalu memutar bola mata serentak. Gadis itu bernama Lisa, mereka bersekolah di SMA yang sama. Sudah sejak lama menaruh hati pada sosok Keanu sang idola. Terlalu agresif sehingga Keanu seringkali merasa risih dengan segala sikapnya yang merayu Keanu secara terang-terangan. Lisa anak seorang pengusaha terkenal dan ayahnya sudah bersahabat lama dengan paman Keanu.
"Lo apaan sih, Lisa? Bisa nggak jangan gelayutan kayak si otan?" Keanu berusaha menyingkirkan tangan mulus milik Lisa. Wajah Keanu menunjukkan rasa risih serta tak nyaman, tapi Lisa hanya menanggapinya dengan cuek.
"Ish Keanu jahat banget, sih? Masak gue cewek paling cantik di sekolah di samain sama si otan?" protes Lisa seraya memanyunkan bibirnya tanpa melepaskan tangan Keanu yang susah payah di dapatkannya.
"Terus mau di samain sama apa? Sama kingkong?"
Sontak saja ucapan Keanu membuat kedua sahabatnya tergelak.
__ADS_1
"Ha ha ha ... Lucu banget tuh, ada kingkong namanya Lisa. Ntar di pake in bikini sama lipstik merah, wah pasti lucu banget tuh." sahut Dion dengan tawa terbahak-bahak dan di sambut dengan anggukan oleh Rifky.
"Apaan sih Dion? Jangan sama-samain gue sama Hewan menjijikkan kayak mereka yah?! Seorang Lisa Gunawan nggak pantes banget di samain sama mereka. Kalo kalian baru pantes, kan kalian berdua rakyat jelata." sinis Lisa. Keduanya langsung terdiam, mereka sadar Lisa adalah anak pengusaha terkenal sementara Dion dan Rifky adalah anak orang biasa.
"Lo apaan sih Lis? Lo nggak berhak ngatain orang seenak jidat Lo! Jangan sok jadi bangsawan sementara kelakuan Lo kayak gini!" ujar Keanu dengan marah. Ia menghempaskan tangan Lisa dengan marah hingga Gadis itu mundur beberapa langkah.
"Lo kenapa sih? Belain rakyat jelata kayak mereka sampe segitunya? Lo itu keponakan pemilik sekolah, Keanu. Lo nggak pantes gabung sama mereka!"
"Kita sama-sama manusia, Lisa. Sama-sama numpang di dunia ini, jadi nggak ada yang bisa di banggain dari apa yang kita miliki! Semuanya itu hanya titipan. Bahkan nyawa kita juga cuma titipan! Jangan bangga sama apa yang kamu miliki dan jangan pernah Lo hina sahabat gue!" Jari telunjuk Keanu berada tepat di wajah Lisa. Gadis yang memakai T-shirt bewarna hitam itu hanya melotot tak percaya.
"Keanu, gue tuh sayang sama Lo! Gue nggak mau mereka berdua membawa dampak buruk buat Lo."
"Lo jelas-jelas udah tau dari dulu, Lis. Gue tuh nggak pernah suka sama Lo, tapi kenapa Lo tetep aja ngejar gue sampe gue risih sama Lo! Mending Lo jauh-jauh dari gue deh. Sebelum gue makin ilfeel sama Lo." Keanu turun dari motornya dan mengajak kedua sahabatnya pergi dari sana.
"Keanu Lo mau kemana? Lo nggak boleh ninggalin gue kayak gini!" teriak Lisa dengan marah. Gadis itu menghentakkan kakinya ke aspal yang ada di bawahnya. Mengepalkan kedua tangannya dengan geram.
"Lihat aja ntar. Lo bakal bertekuk lutut di kaki gue! Dan kalian berdua si rakyat jelata, bakal gue kasih pelajaran!"
"Nggak bakalan gue bertekuk lutut sama cewek gila kayak Lo! Nenek Lampir kayak Lo mah nggak cocok sama gue. Yang ada sehari aja gue sama Lo, bakal jadi gila gue. Dih, amit-amit cabang bayi." Keanu bergidik ngeri.
__ADS_1
"Keanu! Lo yah, bener-bener dah!"
"Apa? Bener-bener ganteng maksudnya? Lah emang iya. Gue emang ganteng dari lahir! Makanya Lo sampe tergila-gila sama gue!" Lisa hanya menatap Keanu tak berdaya. Benar adanya apa yang di ucapkan oleh Keanu, jika tidak karena ketampanan pria itu maka Lisa tidak akan bisa tergila-gila pada Keanu sampai seperti ini.
"Apa kalian berdua lihat-lihat? Awas yah kalian berdua!" ancam Lisa dengan marah menatap Dion dan Rifky.
"Apa sih Lo? bisanya ngancem doang!" ujar Dion.
"Iya tuh. Dasar nenek lampir!" lanjut keduanya seraya mengejek Lisa yang sudah di liputi rasa jengkel dan marah yang menguasainya.
Bahkan wajah cantik gadis itu sudah menjadi jelek karena marah.
"Sini kalian berdua! Gue cakar biar tau rasa!"
"Uhh serem." ujar Dion dengan gestur takut di buat-buat sehingga membuat Lisa semakin marah.
"Udah, biarin aja si nenek Lampir. Anggap aja dia lagi kehabisan obat, jadi ngoceh nggak karuan. Ayo kita ambil hadiahnya dan kita pergi ke cafe, gue yang traktir." ucap Keanu dengan wajah ceria full senyum.
"Ah Lo bisa aja. Bukannya biasanya begitu? Kan Lo terus yang traktir kita berdua. Kita berdua mana pernah traktir Lo." celetuk Dion.
__ADS_1
"Nah bener tuh kata Dion. Kan Lo terus yang traktir kita. Kita berdua mana pernah punya duit buat traktir."
"Ah kalian bisa aja. Nggak juga kok, malam ini kan gue menang jadi gue bakal traktir kalian berdua makan sepuasnya. Ayok!" ajak Keanu merangkul kedua sahabat karibnya. Ketiganya hanya tertawa kecil meninggalkan Lisa yang menatapnya dengan kesal.