
Keanu dan Kezra memutuskan untuk makan di pinggir jalan, tepatnya di pedagang kaki lima. Kezra memesan gado-gado, sementara Keanu memesan sate ayam. Keduanya duduk bersebelahan di bangku panjang sederhana yang tersedia di bawah tenda bewarna orange khas kaki lima.
"Emang kamu nggak apa-apa makan di pinggir jalan kayak gini?" tanya Kezra pada Keanu ketika keduanya menunggu pesanan mereka selesai.
"Emangnya kenapa, Bu? apa ada yang salah?" tanya Keanu seraya menatap Kezra dengan heran.
"Ya ... Takut aja orang kaya kamu nggak biasa makan di pinggir jalan. Nanti kalo sakit perut, gimana?"
"Astaga Ibu mah. Saya udah biasa kali, makan di pinggir jalan kayak gini. Malahan rasanya lebih enak di sini daripada restoran mahal. Cuma mahal bayarnya doang, makanannya nggak ada yang enak." celetuk Keanu.
"Siapa tau, kan. Kamu malu atau apa gitu ...."
"Biasa aja sih. Kalau ada yang murah dan enak, kenapa harus pilih yang mahal dan nggak enak? Lagi pula selama itu bersih, saya nggak masalah." jelas Keanu dan di tanggapi dengan anggukan oleh Kezra.
Tak berselang lama pesanan mereka datang, keduanya mengucapkan terima kasih dan mulai mencicipi pesanan masing-masing.
"Ibu mau nyicip sate ayamnya nggak?" Keanu menawarkan setusuk sate ayam pada istrinya. Kezra mengalihkan pandangannya, melihat ke arah tusukan yang penuh daging ayam dengan bumbu menggiurkan.
"Enak nggak?" tanya Kezra ragu.
"Cobain dulu, udah di pastiin makanan di sini enak-enak. Karena saya sering makan di sini sama Dion dan Rizki." Keanu meyakinkan.
__ADS_1
Dengan ragu-ragu, Kezra membuka mulutnya. Menerima suapan dari Keanu. Meski awalnya ragu dan canggung, tapi wanita muda itu menikmatinya.
"Enak satenya. Ah tahu gitu saya tadi juga pesen sate ayam." ujar wanita cantik itu.
"Ya udah, saya pesenin yah." kata Keanu.
"Ah nggak usah. Ntar perut saya kekenyangan, gado-gado ini aja porsinya udah banyak banget. Ntar nggak habis gimana? Mubazir dong."
"Iya juga ya. Ya udah kita sepiring berdua aja, biar tambah romantis." ledek Keanu yang membuat Kezra tersenyum malu.
"Astaga. Ntar di kira orang-orang kita beneran pacaran, Loh."
Kezra hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia mulai mencicipi sepiring gado-gado yang ada di hadapannya.
"Eh, gado-gado nya juga enak loh. Cobain deh," Kezra menyodorkan sesendok gado-gado dengan berbagai sayuran yang di siram dengan kuah kacang tanah yang kenyal beserta bumbu lainnya. Keanu hanya pasrah membuka mulutnya, membiarkan istrinya menyuapinya. Diam-diam ia tersenyum dan bersorak dalam hati.
"Gimana? Enak, kan?" tanya Kezra seraya menatap Keanu, menunggu reaksi dari pria yang ada di hadapannya.
"Enak kok. Apalagi di tambah oleh suapan Ibu, aduh ... Makin mantap rasanya." ujar Keanu seraya tertawa kecil.
"Astaga bisa aja kamu. Ya udah ah kita habisin,"
__ADS_1
"Buru-buru amat? Emang habis ini mau ngajakin saya kemana, Bu?"
"Ya pulang. Emang mau kemana?"
"Ya siapa tahu, Ibu masih mau menghabiskan malam Minggu ini bersama saya. Menghilangkan kegalauan karena di tinggal lembur oleh sang kekasih." sindir Keanu yang membuat Kezra seketika mendelik.
"Dih ... siapa yang galau sih? Kan dia lembur juga demi masa depan kami. Buat modal nikah!" balas Kezra dengan sengit.
"Semoga aja ya, dia benar-benar lembur kerja."
"Apa maksud kamu?"
"Nggak, bercanda doang. Ayo habisin, abis ini kita pulang."
"Iya, iya." Keanu hanya menurut, sesekali keduanya saling menyuapi di selingi tawa yang membuat siapa pun melihatnya akan mengira jika mereka adalah sepasang kekasih yang penuh cinta dan keromantisan.
Tanpa keduanya sadari, ada dua orang yang melihat semuanya dengan ketidak percayaan. Ingin rasanya menepis kenyataan, tapi semuanya memang terjadi dan benar-benar nyata. Hingga keduanya hanya saling pandang dan mengucek kedua Mata mereka demi memperjelas penglihatan mereka.
"Gue nggak salah lihat, kan?"
"Kita nggak salah lihat, tapi kayaknya mereka yang salah minum obat."
__ADS_1