
Yumi menatap kesal pria yang ada di depannya ini, "Jangan bercanda deh" Pekik Yumi kesal yang sudah mendaratkan pukulannya di bahu Satria.
"Duh malah di pukul lagi, perutku sakit nih" Ucap Satria yang nampak masih meringis kesakitan.
"Sudah. Yuk ke kamar dulu" Ajak Yumi, Satria hanya membalas dengan anggukan saja.
Yumi pun memapah Satria menuju kamarnya.
"Enak banget kalau di perhatiin kayak gini" Batin Satria senang.
*****
Di dalam kamar.
Satria nampak sudah berbaring di kursi panjang. Tempat biasa yang ia tempati untuk tidur.
Yumi mendekati Satria dengan membawa secangkir air jahe untuk meredakan rasa nyeri yang Satria rasakan.
"Nih minum" Yumi menyodorkan secangkir air jahe ke depan Satria.
"Apa ini?" Tanya Satria penasaran.
"Minum aja. Itu bukan racun kok" Jawab Yumi ketus.
Satria mengambil air itu dari tangan Yumi dengan ragu. Aroma yang menyengat khas bau jahe membuat Satria merasa mual.
"Ayo diminum!" Suruh Yumi.
"Menurut buku yang ayah berikan kepadaku, biar istri selalu senang, turuti apapun yang dia inginkan" Batin Satria.
"Kali ini harus berhasil, Yumi harus senang walau pun air ini membuatku mual" Gumam Satria meyakinkan dirinya.
__ADS_1
Satria pun menjepit hidungnya dengan sebelah tangannya, lalu mulai meminum air itu hingga habis dengan wajah yang merem melek.
Entah seperti apa ekspresi wajah Satria saat minum air itu, namun Yumi terlihat tersenyum geli.
"Su-sud-dah habis. Ahhhhh" Ucap Satria dengan memberikan gelas kosong itu ke tangan Yumi.
"Nah gitu dong. Sesekali kamu harus nurut. Kalau beginikan aku jadi senang" Ujar Yumi senang, lalu berdiri dan meletakan gelas itu di sisi meja kerjanya.
Satria nampak tersenyum kecut, "Senang sih senang. Tapi suami mu ini sepertinya akan pingsan sebentar lagi" Gerutu Satria di dalam hati.
"Sekarang kamu istirahat dulu. Nanti malam ada acara syukuran di rumah adiknya Papa, kalau kamu masih sakit gak usah ikut, biar aku dan papa saja yang ikut kesana" Ujar Yumi.
"Aku ikut" Jawab Satria cepat. Yumi yang mendengar jawaban Satria pun segera menoleh kepada Satria.
"Kamu yakin? Nanti sakit perutmu kumat lagi gimana?" Tanya Yumi.
"Terus kalau perutku kumat lagi dan kamu pergi aku bisa mati sendirian dirumah. Kamu mau?"
"Ya sudah. Nanti malam aku akan mengantar papa dulu kesana dan setelah itu menemani mu di rumah" Jawab Yumi kemudian.
Senyum Satria seketika mengembang dengan sempurna setelah mendengar perkataan Yumi.
****
Malam hari.
Sebuah mobil taksi online sudah menunggu di depan rumah.
Yumi terlihat sedang memapah sang ayah menuju mobil.
"Satria! Kamu tunggu rumah dulu ya" Ujar Yumi yang sudah berdiri setelah membantu ayahnya masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Iya, jangan lama-lama" Balas Satria manja dengan wajah yang dibuat selemah-lemahnya.
Yumi tidak menjawab, terlihat ia hanya tergeleng melihat sikap Satria yang tiba-tiba sangat manja.
Yumi pun masuk kedalam mobil, dan tidak lama setelahnya, mobil itu pun melaju dan meninggalkan rumah itu.
Setelah mobil yang Yumi tumpangi itu sudah menjauh, Satria terlihat begitu senang dan masuk ke dalam rumah.
Dijatuhkannya tubuhnya di sebuah kursi dan merebahkan tubuhnya dengan sempurna. Lalu Satria mengambil sebuah buku yang ada di dalam tasnya yang berada di samping kursinya.
"Aku harus banyak belajar dari buku ini agar aku bisa menaklukkan hati Yumi" Gumam Satria.
Satria pun kembali membuka buku itu di halaman terakhir ia membacanya sewaktu di mobil siang tadi.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.
__ADS_1