
Satria benar-benar di buat pusing oleh masalah ini. Waktu lima jam bukanlah waktu yang lama. Apalagi di saat masalahnya serumit ini. Ia benar-benar tidak tau harus mencari Yumi kemana.
"Aku harus menghubungi Ihsan dulu" Gumam Satria setelah terpaku oleh pikirannya yang kacau.
Tutttt Tuttt
Suara handphone menyambung. Satria masih terlihat kalut dengan wajah yang begitu tegang ia terus menelpon bawahan kepercayaannya itu.
"Hallo tuan"
Satria menghela nafas lega setelah mendapati Ihsan mengangkat teleponnya.
"Apa kau sudah menemukan lokasinya?" Tanya Satria.
"Belum tuan. Masih di telusuri. Kami hanya menemukan tempat terakhir mobil itu berhenti, setelah itu kami tidak menemukan jejaknya lagi!" jelas Ihsan.
"Dimana terakhir kali mobil itu berhenti?" Tanya Satria lagi.
"Di jalan Ampera tuan. Jika tuan menginginkan lokasi pastinya, saya akan mengirim GPS nya" Jawab Ihsan.
"Bukankah itu jalan menuju pantai. Apa Haikal membawa Yumi kesana?" gumam Satria.
"Kirim padaku dulu!" Ucap Satria kemudian.
"Oh ya! Tetap telusuri seluruh kota. Aku tidak ingin istriku kenapa-kenapa. Nanti akan aku kirimkan foto penculik istriku, tugas kalian hanya perlu melacak keberadaannya" Lanjut Satri lagi memerintah.
__ADS_1
Ihsan pun hanya mengiyakan perintah Satria, "Baik tuan!"
"Kabari aku segera jika kalian menemukan petunjuk" Tegas Satria lagi.
Satria pun mematikan teleponnya setelahnya. Ia hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, menahan sesak di dadanya karena memikirkan nasib istrinya saat ini.
Tidak lama setelah handphone itu ia matikan. Seketika handphone nya kembali berdering.
"Papa!" gumam Satria. Lalu mengangkat teleponnya segera.
"Hallo pa!" seru Satria.
"Kenapa kamu tidak memberitahu Papa kalau Yumi di culik orang?" Pekik Pak Herman.
"Papa tau dari mana?" Bukannya menjawab pertanyaan papanya itu, Satria malah balik bertanya.
"Pelayan disini mengatakannya" Jawab pak Herman.
"Papa sudah pulang? Syukurlah Pa, tolong bantu aku mencari Yumi Pa. Teman sekelas ku yang telah menculik Yumi" jelas Satria.
"Memangnya kamu ada masalah apa sama temanmu itu?" tanya Pak Herman balik.
"Ceritanya panjang pa. Nanti setelah Yumi di temukan aku akan cerita semuanya sama Papa" Jawab Satria.
"Baiklah. Papa akan membantu mu mencari Yumi" Ucap Pak Herman kemudian.
__ADS_1
"Terimakasih Pa. Aku tutup dulu, karena aku akan mencari Yumi lagi"
Satria pun menutup segera teleponnya itu. Setelah mendapatkan Lokasi mobil yang membawa Yumi, Satria segera menuju kesana sebelum waktunya terbuang sia-sia selama 5 jam kedepan.
"Kalian cari ke arah timur, saya dan beberapa yang lainnya akan mencari ke arah barat. Kabari segera jika kalian menemukan petunjuk" Perintah Satria setelah sampai di lokasi.
Semua pengawal hanya mengangguk mengiyakan. Lalu pergi sesuai perintah yang sudah di arahkan oleh Satria kepada mereka.
Cukup lama mereka menyusuri seluruh tempat yang berada di lokasi jalan Ampera, namun mereka tidak menemukan jejak apapun disana.
Hingga Jam sudah menunjukan pukul 6.30 malam, Satria nampak begitu frustasi karena tidak menemukan keberadaan Yumi. Kini waktunya tinggal tersisa 1 jam lagi. Sungguh, keadaan ini sangat membuat Satria tertekan. Seandainya saja, ia harus lebih hati-hati dalam menjaga Yumi, semua ini tidak akan pernah terjadi. Itulah yang Satria sesali. Namun tidak ada gunanya lagi menyesal, karena semuanya sudah terjadi, dan kini ia benar-benar tidak tau harus mencari Yumi kemana lagi. Karena seluruh tempat di kota itu sudah mereka cari sejak tadi.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1