
Yumi dan Satria pulang lebih dulu ke rumah kediamannya. Terlihat Satria begitu bahagia setelah apa yang terjadi kepada Meida. Setelah apa yang Meida perbuat, kini Meida memetik hasil perbuatannya sendiri. Satria tidak hentinya mengucap syukur di dalam hatinya, satu wanita yang selama ini selalu membuat drama di rumahnya sudah ia atasi.
"Satria! Aku ingin menelpon Papa" Ujar Yumi. Baru saja sampai ke depan pintu kamar, Yumi langsung mengutarakan keinginannya.
"Tidak masalah. Ini, handphone baru untukmu!" Balas Satria dengan memberikan sebuah kotak yang berisikan Handphone kepada Yumi.
Yumi melongo, "Kamu tau kalau handphone ku rusak?" Tanya Yumi penasaran. Karena setahunya, tidak ada siapapun yang tau mengenai handphone nya yang rusak karena siraman air dari Meida tadi pagi kepadanya.
"Tentu saja, karena itu aku siapkan handphone ini untukmu. Disini sudah ada nomor Papa dan nomor Ku. Jangan menambahkan nomor siapapun disini" Ucap Satria.
Yumi langsung meraih kotak handphone itu, lalu membuka kotaknya. Setelah Handphone itu ia dapatkan, segera ia mengotak-katiknya, dan benar saja, disana memang hanya ada nomor Satria yang sudah di ubah namanya menjadi Suamiku Sayang.
Mata Yumi membulat sempurna, lalu menatap Satria yang terlihat tersenyum manis kepadanya.
"Jangan mengubah namanya, jika kamu mengubahnya, maka aku akan memberikan hukuman kepadamu" ucap Satria cepat memberikan peringatan sebelum sebuah protes keluar dari mulut istrinya itu.
"Kamu yakin pakai nama ini?" tanya Yumi tidak percaya mengenai nama yang Satria buat di layar handphone nya itu.
"Kenapa? Tidak ada yang salah dari nama itu." ucap Satria percaya diri dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Baiklah, terserah kamu saja" Jawab Yumi pasrah. Yumi benar-benar tidak ingin berdebat kali ini, ia hanya menurut lalu membuka pintu dan masuk.
Satria terlihat masih mematung, lalu seperdetik kemudian ia kembali mengejar Yumi yang sudah masuk kedalam kamar.
"Hei, tunggu!"
Yumi menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan dengan malas.
"Ada apa lagi?" Tanya Yumi.
"Kau tidak berniat untuk berterimakasih kepada ku?" Tanya Satria.
__ADS_1
"Baiklah terimakasih"
Yumi langsung berbalik badan setelah mengatakan itu, namun tangan Satria dengan cepat menarik tangan Yumi, sehingga membuat Yumi berbalik badan dan kembali menghadap Satria dan mendekap di dada bidang Satria.
Kedua mata mereka saling bertemu cukup lama, entah sudah berapa kalinya Yumi selalu mengagumi wajah tampan Satria. Baginya, wajah itu selalu membuatnya tidak berdaya, pesona yang membuat jantungnya seakan mau copot karenanya.
Satria semakin mendekatkan wajahnya inci demi inci, wajah cantik nan mempesona itu sangat menggoda kelelakiannya.
Cup!
Belum sempat bibir itu menyatu, namun sebuah jari manis menghalangi ciuman Satria.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Yumi.
Satria merasa sangat malu bukan main, baru saja berniat mau mencium sang istri, namun sudah di tahan oleh jari manis istrinya sendiri.
Ia segera melepas pelukannya kepada Yumi, kemudian berlalu tanpa menjawab pertanyaan Yumi.
Yumi segera mengeluarkan gawainya yang tadi sempat Satria berikan kepadanya, lalu menelpon sang Ayah. Setelah beberapa hari di rumah mertua, ia samasekali belum menelpon ayahnya.
Setelah sambungan teleponnya di angkat, Yumi segera berbicara, "Hallo Pa!" Ucap Yumi dengan semangat.
"Yumi? Ini kamu nak?" Tanya Pak Hasan dari seberang sana.
"Iya Pa. Maaf Yumi gak nelpon Papa kemarin, Handphone Yumi rusak dan sekarang baru di beliin sama Satria yang baru" Jelas Yumi.
"Syukurlah nak. Papa senang mendengarnya. Gimana kabar kamu disana? Apa kamu bahagia bersama keluarga suami mu?" tanya Pak Hasan.
"Alhamdulillah Pa, Yumi bahagia. Papa udah makan?" tanya Yumi balik.
"Sudah nak. Tadi sudah di kasih sama Santo" Jawab Pak Hasan.
__ADS_1
"Syukurlah. Papa baik-baik disana ya! Yumi akan pulang beberapa hari lagi" Ucap Yumi.
"Iya nak. Hati-hati disana ya! Kamu harus bersikap baik sama keluarga suamimu" Ucap Pak Hasan mengingatkan.
"Baik Pa"
Setelah berbincang-bincang, akhirnya Yumi pun mematikan teleponnya.
"Kamu bicara sama Papa?" tanya Satria tiba-tiba, seketika membuat Yumi terkejut.
Yumi menoleh ke arah suara, namun seketika matanya terpaku kepada dada bidang yang menampilkan roti sobek yang terekspos tepat di depan matanya dengan balutan handuk yang menutupi bagian bawahnya, namun masih dapat Yumi lihat dengan jelas sesuatu yang menonjol membentuk sebuah gunung di bagian intim Satria.
Yumi merasa Syok, Tubuhnya seakan ingin meleleh, ini baru pertama kalinya Satria menampakan tubuh kekarnya itu dengan bertelanjang dada di hadapan Yumi. Bagaimana tidak? Lekukan tubuh kekarnya yang begitu sempurna dengan menampilkan bagian intim yang membuat jantung Yumi seakan keluar karenanya. Lagi-lagi laki-laki itu membuat dirinya tidak berdaya, mengagumi sosok yang begitu sempurna sungguh membuat Yumi tidak bisa menahan imannya.
Satria hanya tersenyum tipis, kala melihat wajah istrinya itu yang seakan tidak berkedip.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Skip dulu ya! akan dilanjut nanti siang🤣🤣🤣
__ADS_1