Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 8 Bangun lebih awal


__ADS_3

Segera Yumi berdiri, wajahnya nampak memerah karena menahan malu. Bagaimana mungkin, dia juga bisa terhanyut di dalam ciuman itu.


"Sebaiknya kamu langsung tidur. Lupakan yang telah terjadi" Ucap Yumi dengan aura yang dingin. Segera ia pergi dari sana dan menuju kasurnya.


Satria hanya tersenyum tipis, menatap Yumi dengan penuh rencana, "Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku" Ucap Satria di dalam hatinya.


******


Pagi hari pun menyapa. Nampak Yumi menyerjapkan matanya, dengan sedikit menggeliat meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.


Seketika, tatapan matanya mengarah kepada sebuah kursi panjang yang ada di sisi kiri kamarnya. Tidak ada siapapun disana. Dimana Satria?


Yumi mulai mengedarkan pandangannya, menatap ke seluruh penjuru ruangannya, mencari sosok Satria disana. Namun tidak ada siapapun yang dapat ia temukan disana.


"Dimana dia" Gumam Yumi. Lalu ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencari Satria, namun kamar mandi pun juga kosong.


"Apa dia sudah berangkat ke sekolah? Sepagi ini?" Tanya Yumi kepada dirinya sendiri. Mata Yumi sejenak menatap sebuah jam yang ada di atas meja kerjanya.


Jam masih menunjukan pukul 05.30 pagi. Hatinya bertanya-tanya tentang keberadaan Satria. Setahunya selama ini Satria selalu saja bangun terlambat, bahkan berangkat ke sekolah pun selalu saja terlambat.


Yumi membuka pintu kamarnya dan mencari sosok Satria di luar, namun yang di cari juga tidak ada di sana. Ia mencari ke seluruh ruangan, mulai dari dapur, ruang tamu, hingga taman depan rumahnya. Namun Satria juga tidak bisa ia temukan di manapun.


"Sudahlah, untuk apa juga aku perduli kepadanya" Gumam Yumi tidak peduli. Ia pun berbalik dan hendak kembali masuk ke dalam rumah.


"Ketangkap"


"Hahhhhhhh" Teriak Yumi kaget.


Satria memeluk mesra istrinya itu dari belakang, Yumi berbalik menghadap Satria. Sedikit pukulan kecil ia berikan kepada suaminya itu.

__ADS_1


"Iiihhhh, kamu mau bikin aku jantungan ya!" Bentak Yumi kesal.


Satria terkekeh kecil, "Mana mungkin aku berani. Lagian ngapain sih dari tadi aku liat celingak-celinguk aja di sini. Pasti nyariin aku ya? Ayo ngaku!" Goda Satria.


Wajah Yumi seketika bersemu merah, "Iiihhh apaan sih. Siapa juga nyariin kamu. Aku tuh lagi mencari udara segar, jangan ke GR an deh" Kata Yumi salah tingkah. Lalu ia pun berlalu pergi begitu saja dari sana, sementara Satria hanya mengekor dari belakang dan mengikuti Yumi masuk ke dalam kamar.


******


Tidak lama setelahnya, Yumi dan Satria berangkat ke sekolah dengan kendaraan masing-masing.


Sesampainya disana. Satria memarkirkan motornya di parkiran khusus siswa. Sementara Yumi berada di parkiran khusus guru.


"Tumben datangnya awal?" Seru Satpam itu senang.


"Biasalah pak. Namanya juga mau berubah" Ujar Satria dengan sedikit tersenyum tipis. Seketika matanya beralih kepada seseorang yang ada di parkiran ujung.


Mata Satria nampak tidak berpaling dari Yumi yang sedang mengobrol dengan seorang pria yang juga berprofesi sebagai guru olahraga disana. Sebut saja namanya Pak Razi.


Satria nampak berjalan mendekati Yumi dan Pak Razi.


"Oh ya buk. Kalau ada waktu, boleh gak kita makan siang bareng?" Tanya Pak Razi ramah.


Satria yang sudah hampir sampai disana segera membuka suara, "Maaf pak. Buk Yumi sudah ada janji sama saya bahwa dia akan mengajari saya siang ini" Ucap Satria dengan gayanya yang cool.


Pak Razi menatap tidak percaya kepada Satria, karena setahunya Satria bukanlah seseorang yang mau di ajarkan apa-apa di sekolah ini.


"Apakah siswa seperti kamu perlu untuk di beri pelajaran tambahan? Aku rasa itu tidak akan pantas untuk seorang murid yang pembangkang seperti mu, buk Yumi pasti tidak akan mampu untuk mengajari kamu" Ujar Pak Razi dengan tatapan meremehkan.


Satria hanya tersenyum miring, "Kalau begitu, tanyakan saja kepada Buk Yumi. Buk Yumi! Bukankah ibu yang sudah bersedia untuk mengajari saya siang ini?" Tanya Satria kepada Yumi.

__ADS_1


"Aku rasa itu tidak akan mungkin. Iyakan Buk Yumi?" Timpal pak Razi yang juga bertanya.


Pak Razi juga menatap Yumi, menunggu jawaban yang sama keluar dari mulut Yumi.


Yumi terlihat menatap kedua pria itu secara bergantian, "Maaf, saya masih ada janjian dengan kepala sekolah siang ini. Ada yang harus saya sampaikan kepada beliau. Oh ya Satria, pelajarannya kita di tunda nanti sore ya! Jangan terlambat" Ucap Yumi mengingatkan.


Satria nampak tersenyum dengan penuh kemenangan seraya menatap Pak Razi yang terlihat kesal disana.


"Aku rasa Bapak juga harus menunda ajakan bapak tersebut, Karena Buk Yumi akan mengajari aku hingga kelulusan siswa" Ucap Satria senang sebelum meninggalkan tempatnya. Lalu ia menarik tangan Yumi untuk meninggalkan tempat itu.


Pak Razi sedikit menggeram, baru kali ini ada seorang siswa yang berani melawan dirinya.


"Aku akan membuat kamu menyesal karena sudah menolak ajakan ku Yumi" Lirih Pak Razi geram.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya 😊


__ADS_2