Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 36


__ADS_3

Setelah itu, Satria pun pergi dari sana menuju ruang kerja ayahnya, karena akses rekaman Cctv berada disana.


Satria nampak sudah duduk di meja kerja ayahnya dengan mata yang terfokus kepada sebuah Laptop yang berada di depannya, yang mengakses semua rekaman cctv di rumahnya.


Ia langsung mencari rekaman cctv yang ada di sekitar kamarnya, termasuk di halaman belakang yang mempertemukannya langsung dengan balkon teras kamarnya.


Satria nampak begitu serius memperhatikan, hingga seketika ia terfokuskan oleh seseorang yang terlihat mencurigakan dengan pakaian yang serba hitam.


Terlihat dengan jelas bahwa orang itu melempar tikus-tikus mati itu ke atas balkon teras kamarnya.


"Sial! kenapa wajahnya tidak terlihat" Satria mendecah dengan kesal.


Satria beranjak dari duduknya, lalu pergi keluar.


Di halaman rumahnya, semua pengawal nampak sudah berbaris rapi seusai keinginan Satria.


Satria berdiri dengan menghadap kepada semua pengawalnya.


"Dengar semuanya, mulai hari ini perketat keamanan rumah ini. Aku tidak ingin kejadian tadi pagi akan terulang kembali, atau kalian akan menerima akibatnya karena telah membuat istriku ketakutan. ingat! Periksa halaman belakang setiap 15 menit sekali. Dan ingat juga, jangan memberi celah apapun kepada seorang penjahat yang ingin merusak kenyamanan di rumah ini. Mengerti!!" Ujar Satria lantang.


"Siap! Dimengerti tuan" Jawab mereka serempak.


"Bagus, laksanakan tugas kalian sesuai yang sudah saya arahkan" Ucap Satria lagi mengingatkan.

__ADS_1


Setelah merasa cukup, Satria pun kembali masuk kedalam. Segera ia menghampiri Yumi yang masih berada di dalam kamar tamu.


"Sayang!". Seru Satria lembut.


Yumi sedikit menoleh, "Iya sayang. Kenapa?" tanya Yumi.


Satria duduk di samping istrinya, nampak ia tersenyum manis seraya menatap lekat wajah istrinya saat ini.


"Kamu sudah gak takut lagi kan?" tanya Satria lagi dengan lembut.


"Nggak kok. Oh ya, gimana tadi apa hasil rekaman cctv nya?" tanya Yumi balik.


"Ada seseorang yang sengaja melempar tikus-tikus itu ke kamarku, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup oleh Kain hitam di wajahnya. Tapi aku janji akan menangkap orang itu, kamu jangan takut. Ada aku yang akan melindungi mu" Ujar Satria serius.


"Sejak kapan kau sedewasa ini?" tanya Yumi. Hal itu membuat Satria melongo tidak mengerti.


"Sejak aku menjadi suamimu" Balas Satria cepat.


Yumi seketika tertegun mendengar perkataan Satria, entah kenapa kata-kata yang Satria ucapkan itu membuatnya merasa sangat bahagia. Seakan dirinya ingin terbang melayang ke angkasa luar dan berteriak sekencang mungkin.


"Sayang! Kau baik-baik saja?" tanya Satria khawatir kala melihat Yumi hanya diam mematung.


Yumi seketika terperanjat, "Ah iya, aku baik-baik saja. Hampir saja aku kehilangan nafas" Gumam Yumi.

__ADS_1


"Apa? Hilang nafas? Maksudmu?" tanya Satria beruntun.


"Tidak, tidak. Maksudku, aku sedikit merasa sesak nafas" Ucap Yumi gelagapan.


"Sebaiknya kau bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sebentar lagi akan ujian" Ujar Yumi lagi mengingatkan.


"Tapi aku masih ingin bersama mu"


Mendengar itu membuat Yumi mendengus kesal. ia berdiri, lalu menarik tangan Satria, dan memaksanya untuk masuk ke kamar mandi.


"Sayang! Aku masih ingin disini" Tolak Satria yang terus tidak ingin masuk ke kamar mandi.


"Kenapa kau menjadi sangat manja seperi ini. Cepat masuk, ingat perjanjian kita? Jika kau tidak lulus, maka,,,,,," Yumi sengaja menggantung ucapannya untuk mengancam Satria.


"Baik-baik. Aku mandi sekarang" Satria pun akhirnya terpaksa menurut keinginan istrinya itu. Ia pun masuk ke dalam dengan sedikit meringis.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2