Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 13 Rasa Yang Tidak Biasa


__ADS_3

Satria pun kembali membuka buku itu di halaman terakhir ia membacanya sewaktu di mobil siang tadi.


Sudah satu jam Satria menghadap buku dan membacanya serta mempelajari dengan mendalam bagaimana menjadi suami yang baik.


Hingga sayup-sayup matanya kini mulai melemah, sesekali ia menggelengkan kepalanya dengan cepat agar rasa mengantuknya menghilang.


"Jangan tidur, jangan tidur" ucap Satria yang mencoba menyemangati dirinya yang sudah mengantuk dengan menepuk kedua pipinya pelan sekedar menyadarkan dirinya.


"Huaaahhhhamm" Kembali Satria menguap dan kali ini dia benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan matanya dan dia pun terlelap disana.


Tidak berapa lama, Yumi pun pulang. Beberapa kali ia mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Dimana Satria?" Gumamnya dengan nada kesal. Lalu mencoba memegang gagang pintu itu, dan Krekkkkkk....


Pintu yang terbuka tanpa di kunci membuat Yumi merasa khawatir. Pasalnya Satria mengeluh sakit perut sebelum ia tinggalkan tadi, "Apakah anak itu pingsan!"


Tanpa menunggu lama, Yumi pun segera masuk kedalam dan masuk ke kamarnya.


Tatapannya tertuju kepada Satria yang terbaring di atas kursi dengan buku yang menutupi wajah Satria.


Yumi mendekat dengan sedikit mengendap, memastikan apakah Satria tidur atau pingsan.


"Hrokkkk Hrokkkk"


Suara dengkuran halus dari Satria pun membuat Yumi menghela nafas lega, dia pikir Satria sudah pingsan sekarang. Lalu tatapan Yumi pun beralih kepada sebuah buku yang masih tertempel di wajah Satria.


Pelan namun pasti, Yumi mengambil buku itu dengan sangat hati-hati. Dia tidak mau, aksinya itu akan membuat Satria terbangun.

__ADS_1


Setelah berhasil, Yumi mula-mula membaca halaman cover buku yang secara tidak langsung membuatnya menautkan kedua alisnya.


"Cara Menjadi Suami Yang Baik dan Bertanggung Jawab" Gumam Yumi pelan. Matanya sejenak menatap Satria, dengan sedikit senyuman tipisnya yang mengukir indah.


"Apa dia benar-benar ingin menjadi suamiku? Kenapa dia mempelajari buku seperti ini?" Ujar Yumi penuh tanya. Entah kenapa, perasaan bahagia muncul begitu saja di hati Yumi setelah melihat buku itu.


Setelah lama memandangi buku itu, Yumi pun hendak mengembalikan buku itu dan meletakkannya di atas meja samping Satria.


Tiba-tiba, sebuah tarikan tangan membuat Yumi hampir terjatuh, namun Satria dengan cekatan menangkap tubuh itu dan Yumi terjatuh tepat di atas dada bidang Satria.


Terlihat Satria tersenyum sumringah, sementara Yumi malah merasakan getaran yang begitu hebat. Perasaan yang begitu berbeda dari sebelumnya.


Cukup lama ia memandang wajah tampan Satria, hingga suara Satria menyadarkan Yumi.


"Apa aku setampan itu, sehingga kamu tidak berkedip sama sekali disaat memandangi aku?" Tanya Satria.


Segera ia berdiri, dan sedikit merapikan rambutnya. Tanpa menjawab, ia pun segera pergi dari sana tanpa meninggalkan sedikit kata pun.


Satria kembali duduk, tatapannya masih tertuju kepada Yumi yang sudah keluar dari kamar dengan tersenyum manis.


******


Keesokan harinya.


Seperti biasa, Satria akan bersiap untuk pergi ke sekolah. Begitupun dengan Yumi yang juga akan berangkat ke sekolahan yang sama untuk mengajar.


Pagi-pagi sekali Yumi sudah berangkat lebih dulu dari Satria. Meninggalkan semangkuk bubur dan secarik kertas di sampingnya.

__ADS_1


Satria membuka tudung saji yang bewarna merah di atas meja makan. Segera ia mengambil secarik kertas itu dan membacanya.


"Jangan lupa makan buburnya dan berangkatlah lebih awal agar tidak terlambat"


Satria terlihat tersenyum senang setelah membaca pesan Yumi melalui kertas itu.


Satria pun duduk dengan nyaman, lalu melahap makanan yang sudah Yumi sediakan untuknya.


"Tumben Yumi menyiapkan sarapan khusus untukku. Sepertinya dia mulai suka nih sama aku" Ucap Satria senang.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.

__ADS_1


Maaf ya teman-teman, jika karya author masih jauh dari kata bagus. sejauh ini Author juga masih dalam tahap belajar. Semoga kalian gak bosen ya sama karya ini!


__ADS_2