Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 50


__ADS_3

Satria menganggukkan kepalanya, "Iya aku serius! Meida kabur dari penjara, itu sebabnya aku langsung pulang untuk menemui mu. Aku takut jika Meida menyakiti kamu" Ujar Satria.


"Tapi aku janji, aku akan menangkap wanita itu segera. Kamu jangan khawatir" Lanjut Satria lagi. Yumi hanya tersenyum simpul. Berharap semua yang di katakan Satria itu akan cepat terlaksana.


Sementara di tempat lain.


Di sebuah ruangan kecil yang mereka sebut dengan Toilet umum. Winda berjalan mundur di saat seorang wanita berjalan maju mendekatinya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Winda dengan wajah khawatir di kala Sally mendekati nya dengan wajah yang menyeramkan. Lebih menyeramkan lagi sebuah pisau yang Sally pegang.


Sally menyeringai licik, "Ternyata kau takut juga sama pisau. Aku pikir kau tidak takut apapun. Seperti waktu itu kau mengancam ku untuk menjauhi Satria" Ucap Sally.


Winda ingat, waktu itu ia memperingati Sally untuk menjauhi Satria. Namun nyatanya, wanita itu lebih gila dari apa yang ia kira.


"A-aku hanya bercanda. Kau jangan marah Sally. Aku tidak benar-benar mengancam mu" Jawab Winda takut-takut.


Sally tertawa lepas, lalu seperdetik kemudian wajahnya berubah menyeramkan.


"Inilah diriku Winda. Aku akan menghabisi siapapun yang mencoba menghalangi jalanku"


"Jangan gila Sally. Itu hanya masalah pria. Kita bisa rundingkan ini baik-baik. Aku tidak akan mengganggu Satria lagi jika kau mau, tapi aku mohon jangan bunuh aku!" Pinta Winda memohon. Wajahnya sedikit terpejam ketika Sally sudah memainkan pisau itu di wajahnya.


Senyuman Sally yang menyeramkan benar-benar membuat Winda ketakutan setengah mati.

__ADS_1


"Masalahnya bukan itu sekarang Winda. Aku menginginkan kematian setiap orang yang mencintai Satria" Ucapnya lirih dengan senyum kepuasan.


Cap!


"Akhhhh"


Winda merasakan sebuah benda tajam mulai tertanam di perutnya, dan siap untuk merobek segala isi di dalamnya. Sally dengan cepat menutup mulut Winda sebelum ia benar-benar merobek perut itu dengan sempurna.


Setelah Winda sudah tidak bernyawa, wanita yang Winda sebut dengan Sally itu pun menyeringai puas. Lalu pergi dari sana setelah mencuci tangannya yang terkena darah.


Setelah benar-benar jauh, wanita yang Winda sebut Sally itu pun membuka topeng di wajahnya. Lalu tersenyum Devils dengan tampilan wajah yang sudah berbeda.


"Aku akan membuat semuanya rumit untuk mu Satria. Inilah sebabnya jika kamu sudah membuatku masuk penjara" Meida menyeringai licik.


Polisi setempat pun sudah melakukan olah TKP dan memeriksa lebih dalam kasus tersebut.


Yumi yang sedang menonton televisi pun sontak terkaget setelah melihat berita kematian seorang wanita yang tidak lain Adalah Winda. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa wanita itu akan meninggal dengan cara seperti ini.


Yumi yang awalnya biasa saja, kini merasa bulu kuduknya mulai merinding. Ia merasa, seseorang sedang mengawasi nya dari jauh. Segera ia menutup televisi itu dan beranjak ke kamar.


"Kenapa selalu saja orang yang aku kenal yang meninggal tragis seperti ini. Siapa pembunuh Winda? Kenapa akhir-akhir ini banyak terjadi kasus pembunuhan!" Batin Yumi penuh tanya.


Krekkkk.

__ADS_1


"Hahhh" Yumi berteriak kaget kala Satria tiba-tiba membuka pintu.


"Astaghfirullah, sayang kamu kok tiba-tiba buka pintu gitu" Ucap Yumi setelahnya dengan kesal.


Satria berjalan mendekat, "Kenapa? memang harus ketuk dulu? Biasanya saja aku langsung buka aja kamu gak kaget?" Jawab Satria namun dengan beberapa pertanyaan yang sulit Yumi jelaskan dengan kata-kata.


"Kamu tau gak kalau Winda sudah meninggal? Aku melihat beritanya di tv. Aku kepikiran terus sama pembunuh dia itu" Jelas Yumi dengan ekspresi yang takut.


"Sudah tau. Tadi aku di telpon sama Ihsan. Aku mau pergi kesana. Kamu mau ikut?" tanya Satria.


"Gak deh. Aku di rumah aja, lagi pula aku lagi kedatangan tamu bulanan. Jadi agak gak nyaman buat pergi keluar" Jawab Yumi. Hal itu pun di balas anggukan kepala oleh Satria. ia mengerti bahwa istrinya pasti tidak akan nyaman dengan keadaan seperti ini, apalagi harus banyak bergerak keluar.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2