
Setelah di lakukan otopsi oleh pihak rumah sakit. Satria pun membawa jenazah ayah mertuanya pulang dengan kawalan yang begitu ketat.
Di rumah. Para pelayat juga sudah mulai berdatangan menunggu kedatangan jenazah Pak Hasan untuk di makamkan. Kali ini, Satria sengaja membawa jenazah Pak Hasan ke rumahnya, dan juga akan di makamkan di makam keluarga mereka.
Setelah jenazah sampai. Yumi terlihat kembali menangis. Tubuhnya seketika ambruk tak berdaya. Melihat papanya yang sudah meninggal dan tak bernyawa membuat Yumi merasa kehilangan gairah hidupnya. Papa yang selama ini membesarkannya dan merawatnya dengan penuh cinta. Hingga di hembusan nafas terakhirnya, Yumi tidak ada di sampingnya. itulah yang Yumi sesali.
Satria nampak segera menghampiri Yumi. Tangannya langsung meraih tubuh itu dan membawanya masuk beriringan dengan jenazah yang juga di bawa masuk ke dalam.
"Sayang! Kamu harus kuat. Masih ada aku bersamamu. Percayalah, Papa pasti akan tenang di alam sana jika melihat anaknya mengikhlaskan dia pergi" Ujar Satria lembut kepada Yumi.
Yumi tidak menjawab, tatapannya terlihat begitu kosong, membuat Satria semakin merasa kasihan kepada istrinya itu. Satria hanya bisa merangkul tubuh Yumi dengan erat sembari melihat proses pemandian jenazah saat ini.
Tidak lama setelah acara pemandian dan pemasangan kain Kapan. Jenazah pak Hasan kembali di bawa untuk disholatkan di sebuah masjid besar. Lalu setelah itu di bawa ke pemakaman keluarga Satriawan.
Di pemakaman. Yumi terlihat menaburkan bunga di atas tanah pemakaman ayahnya.
"Yumi akan merindukan mu Papa. Maafkan Yumi yang tidak sempat membalas semua jasa mu dan meminta maaf kepadamu atas semua kesalahan Yumi kepada Papa. Kau adalah Papa terbaik yang aku punya. Selamat jalan, dan sampai bertemu kembali di surga. Titip salam untuk ibu" Yumi berbicara di dalam hatinya. Sungguh, kenyataan ini memang mengguncang jiwanya. Namun hanya keikhlasan lah yang bisa ia berikan untuk melepas kepergian sang ayah.
__ADS_1
Satria yang masih setia di samping Yumi, mengusap lembut pundak sang istri. Yumi hanya sedikit menoleh dengan tersenyum tipis.
Sementara di tempat lain.
Seseorang berdiri tidak jauh dari makam dengan baju hitam serta wajah yang tertutup. Tatapannya mengarah kepada Yumi dan Satria. Sudut matanya terlihat sangat tajam, dan penuh dendam.
"Kehilangan ku adalah kehilangan mu Yumi. Semakin kau menikmati kebahagiaan mu, semakin keras pula aku membuatmu menderita. Akan aku pastikan tidak akan ada lagi orang-orang yang menyayangi mu dan mencintaimu. Termasuk Satria" lirihnya dengan tersenyum licik. Lalu ia pun pergi begitu saja dari sana.
Setelah pembacaan doa oleh seorang ustadz. Semua orang pun pulang meninggalkan pemakaman. Tidak lupa mereka berpamitan kepada Satria dan Yumi dan mengucapkan belasungkawa atas kepergian sang ayah.
Setelah kepergian semua orang. Yumi kembali berjalan mendekati makam sang ayah. Ia duduk berjongkok dengan tangan sebelahnya menyentuh Kayu yang bertuliskan nama lengkap ayahnya.
Setelah merasa cukup, Satria membantu sang istri untuk berdiri, lalu pergi dari sana meninggalkan makam sang ayah.
Setelah berada di rumah. Acara tahlilan pun mulai di persiapkan di rumah oleh Satria. Rencananya, mereka akan mengundang anak yatim-piatu dan beberapa warga terdekat mereka untuk melakukan doa bersama. Yumi terlihat juga antusias mempersiapkan semuanya. Setelah mendapatkan beberapa nasihat dari orang terdekat dan Pak ustadz, Yumi sadar bahwa takdir seseorang tidak akan pernah bisa di ubah. Tugasnya sekarang hanyalah mendoakan sang ayah, dan memberikan yang terbaik untuk sang ayah.
"Amalan pertama yang dapat menyelamatkan orang tua yang telah meninggal dunia dari azab dan siksa kubur adalah doa. Doa seorang anak yang Sholehah sangat di butuhkan oleh orang tau yang sudah tiada"
__ADS_1
"Doa merupakan amalan dan bentuk birr (kebaktian) terhadap orangtua yang sangat mudah dilakukan, namun manfaatnya sangatlah besar. Dengan memanjatkan doa dan istighfar untuk mereka berdua mungkin saja akan membahagiakan kehidupan mereka di alam kubur, sebab doa sang anak ; terhitung sebagai amalan orangtuanya yang belum terputus pahalanya serta sangat mustajab disisi Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadis"
Melalui nasihat yang diberikan ustadz kepadanya, Yumi mengerti satu hal. Ayahnya tidak membutuhkan kesedihannya. Tapi melainkan doa anaknya yang shalihah. Doa seorang anak yang akan membantunya di alam sana. Sebagaimana yang sudah di jelaskan oleh ustadz kepadanya.
.
.
.
.
.
Bersambung
Yuk mampir
__ADS_1