Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 52


__ADS_3

Yumi kini terlihat duduk di depan televisi seraya menonton berita terbaru dari kematian Winda. Setiap hari, wanita itu selalu mengikuti perkembangan kasus Winda yang mati terbunuh.


Yumi sungguh penasaran akan dalang pembunuhan di balik kematian Winda tersebut.


Plakkkk Krakkkkk.


Yumi yang masih fokus menonton seketika terperanjat kaget. Ia yang semula duduk, spontan berdiri dengan menatap ke arah suara.


Seorang pelayan berlari menuju ke arah suara, "Maaf Nona. Tadi ada kucing liar masuk dan menjatuhkan piring di dapur!" Ujar pelayan itu meminta maaf.


Yumi sedikit menghela nafas lega, entah kenapa sejak kematian Winda karena di bunuh membuat Yumi selalu merasa waspada. Apalagi Meida si mantan mertuanya itu juga sedang kabur dari penjara. Yumi sangat takut, jika sewaktu-waktu wanita itu benar-benar muncul di hadapannya.


"Tidak apa-apa Bik. Lain kali, kalau mau nangkap kucing jangan di kejar. Dia pasti akan takut" Nasehat Yumi yang hanya di balas dengan sebuah anggukan oleh pelayannya.


Yumi pun kembali duduk dan menonton televisi. Namun kali ini berita yang ia tonton memperlihatkan seorang wanita bernama Sally menjadi tersangka utama atas pembunuhan Winda.


Yumi yang penasaran akan berita aslinya langsung membuka handphone nya dan mencari berita terbaru mengenai tersangka itu di dalam internet. Setelah menemukannya, disana di katakan Sally di tetapkan sebagai tersangka karena adanya sebuah rekaman cctv yang memperlihatkan Sally masuk ke dalam toilet setelah Winda masuk ke dalam toilet tersebut. Dan di waktu yang sama pembunuhan terjadi dan penemuan mayat Winda di temukan setelah seorang pelayan masuk ke dalam toilet. Jadi Sally adalah tersangka yang terakhir kali masuk ke dalam toilet.


Yumi terlihat begitu serius membaca berita mengenai kasus tersebut. Hingga sebuah suara kembali mengejutkan dirinya.

__ADS_1


"Yumi!"


"Hahh" Yumi terkesiap, spontan menjauh dari sumber suara di belakangnya.


"Sa-sayang! Kamu mengagetkan aku saja" Ucap Yumi lega dengan sedikit memegang dadanya yang terasa ingin lepas.


Satria menatap heran istrinya itu, lalu duduk disana.


"Kamu kenapa? Kok kaget gitu?" Tanya Satria setelahnya.


"Gak apa-apa. Tadi aku lagi baca berita terbaru kematian Winda. Katanya Sally jadi tersangka utama kasus ini. Ehh, kamu nongol gitu aja, ya aku kaget dong" Ucap Yumi.


"Sudah! Tadi detektif Rio yang ngasih tau. Tapi itu baru dugaan sementara aja. Karena cctv setelah di toilet itu semuanya gak melihat Sally. Hanya di toilet itu saja menunjukan kalau wajahnya itu wajah Sally" Jelas Satria.


"Bener gak sih kalau wanita itu yang ngebunuh? Terus apa masalah Winda sama Sally itu?" Tanya Yumi heran.


Satria hanya menghembus nafas panjang, lalu kembali berdiri, "Yuk ke kamar!" Ajak Satria. Yumi pun hanya menurut dan mengikuti Satria yang mengajaknya ke kamar.


Di dalam kamar. Satria terlihat mengeluarkan sebuah Laptop dari dalam tas kerjanya. Lalu ia menepuk kursi di sebelahnya menyuruh Yumi untuk duduk di sampingnya

__ADS_1


"Ayo duduk sini!" Perintah Satria. Yumi yang heran pun hanya menurut saja walaupun ia tidak mengerti akan apa yang ingin suaminya itu perlihatkan.


Setelah Yumi duduk di sampingnya, Satria pun segera membuka Laptopnya. Ia memperlihatkan beberapa rekaman yang Yumi tebak itu adalah rekaman cctv.


"Apa kau merasa aneh akhir-akhir ini?" Tanya Satria kepada Yumi.


Yumi yang di tanya pun terlihat melongo tidak mengerti.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2