Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 34


__ADS_3

"jika kalian mengganggu hidupku lagi, kalian akan merasakan akibatnya nanti " ucap Satria memperingati kedua wanita itu.


******


Satria kembali ke rumah setelah pulang sekolah, terlihat ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur di dalam kamarnya dengan wajah yang lelah.


"Ada apa? Kok kusut gitu wajahnya?" Yumi bertanya dan duduk di samping Satria dengan memberikan segelas Teh kepada Satria.


Satria mengambil teh itu, lalu menyeruputnya baru menjawab pertanyaan istrinya itu.


"Aku kesel banget hari ini. Winda sama Sally itu berantem gara-gara memperebutkan aku, dan gara-gara mereka aku juga di panggil sama guru ke ruang BK" Satria menatap istrinya seraya bercerita.


Yumi terlihat menatap sang suami, "Selly? Selly siapa? perasaan gak ada nama Selly disana?" Tanya Yumi penasaran.


"Siswa baru. Dia baru masuk beberapa hari yang lalu. Aku heran aja, baru aja kenal sudah kayak orang kerasukan" Celoteh Satria kesal. Kembali ia menyeruput teh miliknya sekedar menenangkan pikirannya yang kacau.


"Terus, kamu suka di perebutkan para wanita seperti itu?" Yumi kembali bertanya dengan wajah cemberut, dengan menatap Satria dengan kesal.


Satria tersenyum melihat kecemburuan istrinya itu, "Mana mungkin aku suka. Aku akan selalu setia sama kamu" ucap Satria dengan merangkul pundak istrinya lembut.


Yumi kembali menatap wajah suaminya itu dengan wajah yang serius, lalu seperdetik kemudian Yumi menghela nafas panjang, walaupun ada rasa cemburu, namun ia harus memaklumi bahwasanya suaminya ini masihlah anak SMA, dan tentu masih banyak wanita yang mengejar cintanya. Beruntung bahwa Satria masih setia kepada dirinya saat ini.


"Oh ya, Papa kemana? Kok gak kelihatan dari tadi" Tanya Satria kemudian.


"Tadi papa bilang mau keluar Negeri, ada urusan bisnis" Jawab Yumi.


"Terus, kamu sudah telepon papa kamu kalau besok kita gak jadi pulang?" Tanya Satria lagi.

__ADS_1


"Belum, aku kasihan Papa sendirian disana"


"Kalau gitu bawa aja Papa kamu kesini, Papa ku gak akan keberatan kok" Ucap Satria menawarkan.


"Bener gak apa-apa?" Tanya Yumi lagi memastikan.


"Iya bener"


Yumi tersenyum senang, "Iya nanti aku telepon Papa" Jawab Yumi dengan tersenyum bahagia.


Yumi pun beranjak dari tempatnya, berniat ingin pergi ke kamar mandi.


Satria memperhatikan langkah Yumi yang terlihat aneh baginya. Lalu kembali bertanya, "Kakimu sakit?" tanya Satria dengan wajah penuh tanya.


Yumi seketika menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan, membalas tatapan suaminya dengan kesal.


Lelaki itu langsung mengerti ucapan Yumi, hanya tersenyum lalu berdiri mendekati Yumi. Seperdetik kemudian, Satria tiba-tiba menggendong tubuh wanitanya itu ala bridal style.


"Aku akan bertanggung jawab, sekarang kemanapun kamu ingin pergi, aku akan menggendong mu kemana pun" Ucap Satria yang sudah menggendong tubuh Yumi.


Yumi tersenyum bahagia, "Kamu ini ada-ada aja. Cepet turunin, aku berat loh"


Satria menggeleng, "Nggak mau, aku akan gendong kemana pun kamu pergi" Satria langsung membawa Yumi ke kamar mandi dengan sedikit berlari, hal itu membuat Yumi menjerit ketakutan akan terjatuh. Namun nyatanya, Satria benar-benar kuat, dan Yumi mendarat dengan selamat di kamar mandi.


**


Malam harinya.

__ADS_1


Suara dering handphone terdengar menyeruak di dalam ruangan kamar Satria.


Segera Satria mengangkat telepon itu, "Hallo!"


"Papa mu kecelakaan!"


Satria seketika tersentak, ia semula berbaring, spontan langsung terduduk dengan wajah yang cemas.


Tittttt Tittttt


Belum sempat Satria menjawab ucapan pria itu, handphone nya sudah lebih di matikan.


"Hallo, Hallo" Ucap Satria lagi dengan panik. Segera ia menelpon balik nomor itu, namun tidak dapat tersambung lagi.


Satria terus menghubungi nomor itu berkali-kali, namun masih tidak bisa tersambung. Akhirnya, Satria memiliki menelpon sekertaris papanya yang juga mengikuti papanya pergi bertugas ke luar kota.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2