
Yumi yang di tanya pun hanya melongo tidak mengerti. Membuat Satria sangat gemas karenanya.
"Apa kau tidak merasa ada yang aneh akhir-akhir ini. Khususnya di rumah ini?" Tanya Satria serius.
"Aku khawatir jika Meida tiba-tiba masuk ke rumah ini. Dan ingin mencelakakan kamu" Ujar Satria lagi.
Yumi yanga ditanya pun masih diam. Sampai pada akhirnya ia terperanjat karena sentuhan tangan suaminya kepada pundaknya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Satria lagi dengan wajah yang heran.
Yumi menatap wajah suaminya dengan nanar, "Sebenarnya,,,,,, Aku beberapa hari belakangan ini merasa seseorang mengawasi ku dari jauh. Aku tidak tau, entah itu perasaan ku saja atau semacamnya, karena merasa terlalu cemas sejak kematian Papa. Dan belum lama ini, Winda juga meninggal karena di bunuh juga. Aku sangat takut!" Jelas Yumi kepada Satria. Lalu Yumi pun kembali menceritakan di beberapa titik tempat biasa yang sering ia rasa ada seseorang yang mengawasinya kepada Satria. Sementara Satria pun mendengarkan dengan seksama cerita istrinya itu.
"Aku sangat takut. Aku sampai gak mau keluar dari kamar karena masalah ini!" Lanjut Yumi lagi. Bulu kuduknya terasa berdiri, seakan ia sedang menceritakan cerita horor kepada suaminya itu. Namun sosok misterius itu, sangat mengguncang jiwanya akhir-akhir ini.
Satria menarik pundak Yumi, dan membawanya kedalam pelukannya. Sepertinya lelaki itu sangat mengerti bagaimana perasaan Yumi saat ini.
"Aku akan mengurusnya. Kamu jangan takut lagi! Besok aku akan memerintahkan pengawal untuk selalu menjaga mu dengan ketat di rumah ini. Niat Satria yang ingin memperlihatkan sebuah rekaman cctv itu pun ia batalkan begitu saja. Melihat Yumi yang begitu ketakutan, membuat Satria berpikir dua kali untuk memperlihatkannya kepada Yumi.
"Mas! Tadi kau mau menunjukan apa buka rekaman cctv?" Yumi pun akhirnya bertanya.
__ADS_1
"Tidak ada. Iseng aja buka tadi. Karena kamu kelihatan tegang banget makanya aku bertanya kamu kenapa" Ujar Satria. Dan Yumi pun percaya begitu saja atas perkataan suaminya itu.
"Oh begitu! Aku pikir kenapa. Soalnya kamu tadi serius banget" Jawab Yumi yang di iringi tawa kecilnya.
"Aku lapar. Kita makan yuk!" Ajak Satria.
"Yuk! Aku juga belum makan dari siang" Jawab Yumi menyetujui ajakan suaminya itu.
Mereka berdua pun pergi ke meja makan. Disana pelayan ternyata sudah menyiapkan makan malam untuk malam ini. Yumi dan Satria pun segera makan, lalu kemudian kembali ke kamar setelah selesai makan.
"Sayang! Kamu duluan aja ke kamar. Aku mau ke ruang kerjaku dulu. Ada berkas yang ingin aku kerjakan" Pamit Satria setelah berada di depan pintu kamar mereka.
"Iya mas! Aku juga mau mandi, tadi belum mandi sama sekali" Jawab Yumi. Satria pun mengecup kening Yumi lembut sebelum meninggalkan istrinya itu, "Segeralah tidur setelah mandi. Aku akan segera kembali" Ucap Satria, lalu kemudian pergi setelah mendapatkan persetujuan dari Yumi.
Sebuah rekaman yang sengaja ia simpan, yang menampakan seseorang berdiri tidak jauh dari tempat Yumi berada.
Sesekali ia terlihat menyeruput kopi yang ada di mejanya yang sudah ia pesan sebelumnya kepada pelayannya.
"Wanita ini tidak pernah berubah. Dia masih saja berani datang kerumah ini. Untung saja aku sudah siap siaga dengan rekaman yang sengaja aku pasang di setiap penjuru rumah, jadi aku bisa langsung tau kalau wanita itu memang sempat datang melihat Yumi. Sepertinya, keberadaan Yumi memang sedang terancam saat ini" Gumam Satria setelah melihat beberapa rekaman disana.
__ADS_1
*****---
Keesokan harinya. Satria sengaja bangun lebih awal. Pagi ini mendadak Satria memiliki rapat penting perusahaan. Ia sampai tidak sempat berpamitan kepada Yumi. Istrinya itu terlihat sangat nyenyak di dalam tidurnya. Satria sampai tidak tega untuk membangunkannya.
Tidak lama setelah Satria masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu pun mulai melaju meninggalkan rumahnya.
Sementara di tempat lain. Seorang pria terlihat sedang berdiri di seberang jalan depan rumah Satria.
"Dia sudah pergi!" Ucapnya kepada seseorang di balik teleponnya.
"Baik! Kami menunggu di tempat yang sudah kita sepakati" Ucapnya lagi, lalu kemudian mematikan teleponnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung