Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 6 Pandangan Yang tidak biasa


__ADS_3

"Hallo" Satria nampak mengayunkan tangan nya di depan wajah Yumi, sekedar menyadarkan Yumi yang nampak melamun.


"Eitss kamu ini. Sudah pergi sana! Dan ingat, anggap kita tidak pernah mengenal selama berada di luar. Mengerti" Kata Yumi mengingatkan dengan penuh penekanan.


Yumi pun pergi begitu saja setelah menyampaikan perintahnya. Satria nampak hanya tersenyum senang. Lalu tidak lama setelah itu, ia pun juga pergi dari sana.


*****


Siang harinya.


Yumi sudah lebih dulu berada di rumah. Ia juga sudah memakai baju santai sehari-harinya.


Di ruang makan.


Yumi nampak menata makan di atas meja, seorang pria paruh baya nampak sedang duduk di salah satu kursi di sana seraya menunggu Yumi menyelesaikan hidangan yang akan di makan siang ini.


"Suami mu dimana?" Pak Hasan pun membuka suara.


Yumi sejenak menoleh kearah papanya dengan wajah yang gugup, "Ahh itu, Satria mungkin lagi ke rumah temannya" Kata Yumi berbohong. Karena sejatinya, ia tidak pernah tau kemana Satria akan pergi.


"Kalian gak barengan pulangnya?" Tanya pak Hasan lagi.


"Tidak pa. Nanti apa kata orang-orang kalau kita jalan bareng. Bisa-bisa di pecat aku kalau ketahuan ada hubungan sama murid sendiri" Jelas Yumi.


"Emang Satria gak apa-apa di gituin?" Tanya Pak Hasan lagi.


Yumi menatap papanya sejenak, "Pa, mau gak mau ya harus mau. Lagi pula Satria juga perlu sekolah, kasihan dong kalau dia berhenti dari sekolahannya hanya karena kita sudah menikah" Jawab Yumi.


"Ya sudah. Tapi saran papa, jika berada di luar jangan terlalu cuek sama dia dan terkesan tidak perduli" Kata Pak Hasan mengingatkan.


"Papa kok baik banget sama Satria? Papa sudah mulai suka ya sama Satria" Tanya Yumi penasaran.

__ADS_1


"Ya mau di bilang suka sih, ya suka aja. Lagi pula Satria kan menantu papa, jadi papa sudah anggap dia anak papa sendiri"


Yumi hanya tersenyum menanggapi ucapan papanya itu, "Nah, ini Yumi bikinin sup ayam kampung kesukaan papa. Yuk kita makan dulu" Ajak Yumi. Pak Hasan pun tersenyum seraya mengangguk mengiyakan.


"Assalamualaikum"


Seketika Yumi dan Pak Hasan menatap kearah suara, "Walaikumsalam" Jawab keduanya serempak.


"Pa!" Seru Satria, lalu menghampiri papa mertuanya itu seraya mencium punggung tangan pak Hasan.


Satria kembali berdiri, namun pandangan nya tidak lepas dari Yumi yang ada di hadapannya.


Seketika Yumi melongo tidak mengerti, "Apa?" Tanya Yumi kepada Satria yang membentangkan tangannya ingin menyalami Yumi.


"Yumi! Cium tangan suami mu" Perintah Pak Hasan secara tiba-tiba.


Yumi nampak mendengus kesal, tatapannya seakan tidak terima dengan adegan seperti ini. Sementara, Satria hanya tersenyum manis melihat ekspresi wajah Yumi yang kesal.


Yumi pun dengan terpaksa mencium punggung tangan Satria di depan sang ayah.


"Iya pa!" Jawab Yumi lesu.


"Oh ya Satria. Kamu sudah bilang sama keluarga mu, bahwa kamu sudah menikah dan pindah kesini?" Tanya Pak Hasan kepada Satria.


Satria pun mulai duduk di salah satu bangku di sana sebelum menjawab pertanyaan ayah mertuanya itu.


"Sudah pa" Jawab Satria.


"Kapan mereka kesini! Papa ingin berkenalan dengan keluarga mu" Kata Pak Hasan lagi.


Nampak Satria sedikit meringis, "Nanti pa, secepatnya. Nanti Satria kabari lagi" Ucap Satria ragu.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu silahkan kamu makan dulu"


Mereka pun mulai makan, sesekali Satria menatap Yumi yang juga sedang makan di hadapannya. Ia terlihat tersenyum tipis, seakan mengagumi wajah cantik seputih kapas yang ada di depannya itu. Sungguh membuatnya semakin betah berada di sana.


"Aku akan mendapatkan cinta mu. Aku berjanji Yumi" Batin Satria.


"Oh ya Satria"


Satria pun segera tersadar, "Iya kenapa?" Tanya Satria cepat. Gugup, itulah yang Satria rasakan. Takut jika Yumi menyadari bahwa dirinya sejak tadi hanya menatap wajah Yumi yang cantik itu.


"Mulai sekarang aku adalah guru privat mu dan mengajari mu bagaimana caranya belajar dengan baik"


"Satria! Apa kau tidak mendengarkan aku?" Tanya Yumi. Kala menyadari Satria hanya menatapnya seraya tersenyum manis.


"Ahh iya. Aku dengar. Mulai sekarang aku mau belajar" Jawab Satria dengan penuh semangat.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya 😊


Hai hai hai. Segera kumpulkan poin kalian dan berikan dukungan sebanyak-banyaknya ya!🥰🥰 Semoga beruntung!


__ADS_2