Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 16 Leader Geng


__ADS_3

Satria terlihat gelisah, seraya memegang Handphone miliknya dan menghubungi seseorang.


"Hallo" Ucap seseorang dari seberang sana.


"Temui aku di Kantin samping sekolah!" Ujar Satria memerintah.


"Baik tuan"


**


Satria terlihat sudah menunggu di Kantin samping sekolah. Tentunya tidak melalui jalan depan. Namun Satria sengaja pergi dari sekolah dengan memanjat pagar yang biasa ia gunakan untuk keluar dari sekolah.


Tidak berapa lama, sebuah mobil sport bewarna hitam datang. Seorang pria dengan setelan jaz hitamnya keluar dari mobil, lalu menghampiri Satria dengan menunduk hormat.


"Maaf membuat tuan menunggu terlalu lama" Ucapnya dengan sopan.


Satria tidak bergeming, ia mengambil tas nya yang ada di atas meja, lalu masuk ke dalam mobil begitu saja.


"Jalan, aku ingin pulang ke rumah" Ucap Satria setelah pengawalnya masuk kedalam mobil.


Tanpa membantah, pengawal itu pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolahan itu.


***


Mobil pun terparkir di depan sebuah rumah mewah bertingkat dua dengan interior rumah yang terkesan mewah dengan luas 100 m².


Satria turun dari mobil, lalu di sambut oleh beberapa pengawalnya disana.


Sesampainya di dekat sebuah ruangan keluarga, seorang wanita terdengar mencebik, "Dasar anak jalanan, keluar masuk kerumah seenaknya saja"

__ADS_1


Satria menghentikan langkahnya, lalu menatap wanita yang sedang duduk di Sofa depan TV itu dengan sorot mata tajam.


"Urusanku bukan urusanmu, jadi urus saja urusanmu sendiri" Kecam Satria, lalu ia pergi dengan menaiki anak tangga menuju ke lantai atas.


Wanita terlihat menatap kepergian Satria dengan wajah yang merah padam, "Kenapa begitu sulit menyingkirkan anak itu, sudah di usir, lalu kembali lagi" Cercanya dengan kesal.


Meida Anjani. Itulah namanya. Ia adalah ibu sambung Satria yang umurnya dua kali lipat dari Satria. Satria selalu pulang dan pergi semaunya, tidak ingin sekolah dan tidak ingin mengerjakan apapun selagi berada di rumahnya. Itu karena ia merasa marah dan kesal karena ayahnya menikahi seorang wanita jahat yang selalu ingin mengusir dirinya dari kediaman Satriawan sehingga membuat Satria menjadi membenci wanita itu.


Di dalam kamar.


Satria melempar tas miliknya ke sembarang arah, lalu ia duduk di sebuah bangku dengan ada leptop di atas mejanya.


Terlihat ia begitu fokus memperhatikan laptopnya, lalu membuka sebuah link yang bertuliskan Geng JangBeros.


JangBeros adalah nama sebuah Gang. Dimana geng itu terdiri dari 153 orang anggota. Dan Leadernya adalah Satria sendiri.


Tanpa sepengetahuan ayahnya, Herman Satriawan. Satria mendirikan sebuah gengnya sendiri yang bernama JangBeros. Pertemuannya bersama Yumi waktu itu membuat Satria tertarik akan kecantikan Yumi, dan meninggalkan Geng miliknya dalam beberapa bulan terakhir ini. JangBeros adalah salah satu geng yang di takuti dari beberapa geng yang ada. Karena JangBeros terkenal dengan julukan Penakluk Dunia Hitam. Karena Geng tersebut di bangun untuk memberantas kejahatan.


"Utus salah satu orang kita untuk menemui ku siang ini, jangan lupa cari yang benar-benar ahli dalam menyelidik sebuah kasur"


"Hei anak gak tau diri!"


Satria secepat kilat segera menutup Laptopnya ketika suara wanita yang ia panggil nenek sihir itu menyeru dirinya.


"Ada apa?" Tanya Satria dengan malas. Bukan tanpa alasan, Satria sangat malas untuk berdebat dengan wanita itu saat ini.


"Kamu sudah ijin sama ayahmu mau kesini?" Tanyanya dengan penasaran.


"Sudah aku katakan bukan urusanmu" Jawab Satria, lalu berdiri dan mengambil tasnya dan pergi dari sana, tidak lupa ia juga membawa laptop miliknya itu.

__ADS_1


Mata Meida menatap sebuah laptop di tangan Satria dengan curiga.


"Sepertinya Satria sedang melakukan sesuatu" Batin Meida curiga dengan masih menatap Satria dengan penuh selidik.


***


Satria kembali pergi dari sana dengan menggunakan mobil dan di atar oleh pengawalnya. Tujuan Satria kali ini kembali ke sekolahannya. Walaupun satu jam terhitung bolos mata pelajaran Penjaskes yang di ajarkan oleh pak Razi, si guru menyebalkan itu. Satria merasa tidak rugi walaupun tidak mengikuti pelajarannya.


Sesampainya disana.


Satria masuk ke sekolah dengan memanjat pagar.


"Hei Satria!" Pekik seseorang.


Satria seketika tersentak kaget, ketika mengetahui siapa yang telah meneriakinya itu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.


__ADS_2