Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 20 Dikeluarkan


__ADS_3

Kembali Yumi di buat terkejut oleh perkataan buk Sonia. Apa yang dia takutkan akhirnya terjadi.


"Mau jadi apa kamu, peraturan disini guru tidak boleh memiliki hubungan bersama muridnya sendiri. Sebelum menjadi seorang guru bukankah kamu tau itu? Dasar J*l*ng!" Ucap Buk Sonia lagi dengan sinis.


Pak Razi yang juga berada di ruangan itu menatap kecewa akan pujaan hatinya itu. Dia pikir, Yumi adalah wanita yang sempurna dan tak tersentuh. Ternyata Yumi bersikap acuh karena dia sudah memiliki suami. Begitulah pikir Pak Razi kepada Yumi. Kekecewaan pun sangat terlihat di wajah Pak Razi, terlebih lagi semua guru juga menatap sinis kearah Yumi.


Bulir air mata Yumi seketika menetes begitu saja, Yumi merasa sangat malu. Semua orang membenci dirinya, bahkan tidak menghormati dia sebagai guru disana. Hanya hinaan lah yang mereka lontarkan kepada Yumi.


"Buk Yumi. Kepala sekolah memanggil anda!" Ucap salah satu guru disana. Yumi pun mengusap wajahnya yang sudah sembab dan segera pergi meninggalkan ruangan guru.


"Bu Yumi, Bu Yumi"


Yumi yang sudah melewati pintu keluar seketika menghentikan langkahnya ketika seorang siswa laki-laki berjalan mendekati dirinya dengan melipat kedua tangannya kedepan.


"Makanya, jadi guru itu jangan kecentilan. Jadinya kayak gini deh. Masak murid aja di embat. Guru kok bego banget" Hina Haikal.


"Jaga ucapan mu ya!"


"Itu kenyataan kok. Kalau ibu itu sudah menikah bersama Satria. Satria sendiri yang bilang sama semua orang kalau ibu menikahi dia karena ibu menyukainya bukan? Awalnya aku menyukai ibu, tapi makin kesini kayaknya nggak deh. Aku gak suka sama wanita kayak ibu" Ucap Haikal lagi dengan tersenyum licik.


Yumi sejenak terdiam, kepalanya seakan ingin pecah, semua orang seakan menganggap dirinya salah. Dan Satria? Apakah mungkin dia dalangnya?.


Yumi berjalan dengan gontai menyusuri koridor menuju ruangan Kepala sekolah dengan terisak-isak. Sesekali ia mengusap air matanya yang tidak mau berhenti keluar.

__ADS_1


Tanpa memperhatikan jalannya, tiba-tiba Yumi menabrak sebuah dada bidang seseorang yang sangat ia kenal.


Satria menangkap tubuh Yumi yang terhuyung dan Hendak terjatuh. Mata keduanya saling bertemu, menatap manik mata indah itu dengan sangat dalam.


"Kau menangis?" Tanya Satria. Matanya seakan menatap dengan penuh selidik.


Yumi segera berdiri dan melepaskan pegangan tangan Satria. Lalu mengusap air matanya kasar.


"Jangan mengganggu ku" Ucap Yumi dingin. Ia pun segera pergi, namun pegangan tangan Satria menghentikan langkah Yumi.


"Katakan siapa yang telah membuatmu menangis?" Tanya Satria dengan tatapan tajam.


Yumi memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Satria.


"Jawab aku Yumi?" Bentak Satria. Yumi terperanjat menatap Satria dengan nyalang.


Satria terdiam, menatap wanita yang sangat ia cintai itu dengan tidak percaya.


"Bagaimana Yumi bisa sekasar itu?" Lirih Satria.


"Apa karena dia juga tau bahwa semua orang mengetahui pernikahan itu?" Tanya Satria lagi kepada dirinya sendiri.


Setelah lama terdiam, Satria pun mengikuti langkah Yumi yang menuju ruangan kepala sekolah.

__ADS_1


Di ruangan kepala sekolah.


Terlihat Yumi duduk dengan saling berhadapan dengan Kepala sekolah.


"Maaf pak. Saya tau saya salah, tapi ini tidak seperti yang bapak pikirkan. Kami menikah karena sebuah ke salah pahaman saja. Saya harap bapak dapat mempertimbangkan semuanya!" Ucap Yumi yang mencoba menjelaskan kepada Kepala sekolah.


Kepala sekolah itu terlihat menghela nafas berat, "Maaf buk Yumi, peraturan tetaplah peraturan. Saya tidak bisa mempertahankan agar ibu tetap disini, guru-guru yang ada disini pasti tidak akan terima dan akan menganggap saya tidak kompeten dalam bertugas. Tidak hanya itu saja, citra sekolahan ini juga akan tercoreng jika sekolahan lain mendengar kabar ini"


"Dengan berat hati, saya tetap akan mengeluarkan ibu sebagai guru disini" Lanjut Kepala sekolah, dengan sangat berat ia harus mengatakan semuanya.


"Tidak ada yang berhak mengeluarkan Yumi dari sekolahan ini!" Pekik Satria lantang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk like dan komennya ya! Mohon dukungannya.


__ADS_2