Mendadak Dinikahi Bocah

Mendadak Dinikahi Bocah
Bab 49


__ADS_3

Beberapa hari setelah kematian ayah mertuanya. Satria kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. Yaitu pergi ke kantor milik ayahnya.


Disana, Satria sudah di temani oleh beberapa bawahannya. Bukan untuk urusan bisnis, melainkan karena penyelidikan pembunuhan Papa mertuanya serta kasus Ayunda yang juga belum kunjung selesai. Satria juag mengerahkan seluruh Gang Leader untuk menelusuri pembunuhan ayahnya Yumi. Bukan tidak ingin menyewa detektif, hanya saja Satria lebih mempercayai kasus ini kepada bawahannya dengan keahlian yang sudah tidak di ragukan lagi.


"Bagaimana perkembangan kasus Ayunda Ihsan?" tanya Satria serius.


"Setelah saya selidiki, Winda bukanlah pembunuh Ayunda tuan. Saya merasa ada orang lain yang memang memiliki dendam kepada tuan" Jelas Ihsan.


Satria sedikit diam mendengar penjelasan Ihsan. Awalnya mereka begitu yakin kalau Winda lah pelaku pembunuh itu. Namun nyatanya, setelah mendengar penjelasan dari Ihsan pun Satria mulai mengerti. Bahwa ini juga semacam jebakan untuk menghilangkan jejak, dan mengorbankan orang lain sebagai tumbal dari kejahatannya.


"Kalau kasus Papa mertua ku itu bagaimana? Apa ada perkembangan?" Tanya Satria lagi. Wajahnya kini nampak begitu serius, seakan tidak ingin melewatkan berita terkini masalah papa mertuanya itu yang tiba-tiba meninggal dunia.


"Maaf tuan. Melihat dari hasil otopsi Pak Hasan, Itu sama persis seperti kematian Ayunda. Luka-luka yang terdapat di tubuh mereka hampir sama. Hanya saja, Ayunda meninggal karena terjatuh dari gedung, sedangkan Pak Hasan meninggal di kamar mandi seperti seorang yang sedang melakukan aksi bunuh diri" Jelas Alex. Orang yang bertugas langsung dalam memeriksa kasus Pak Hasan.


"Apa ada kemungkinan, pembunuh mereka adalah orang yang sama?" Satria bertanya dengan menerka-nerka. Namun ucapan Satria pun mendapatkan respon positif dari kedua bawahannya. Menurut mereka pernyataan itu cukup masuk akal. Bagaimana mungkin dua orang yang berbeda bisa memiliki luka yang sama di saat meninggal? itulah yang ada di benak mereka masing-masing.


"Tuan!" Seru Ihsan. Satria dan beberapa orang di sana sontak mengalihkan pandangan mereka menuju Ihsan secara bersamaan.


"Saya baru mendapat laporan dari polisi, bahwa Nyonya Meida kabur dari penjara. Keberadaannya masih tidak di ketahui" Jelas Ihsan.

__ADS_1


Satria merasakan kepalanya mulai pening. Belum selesai masalah satu, kini muncul masalah baru.


"Tuan! Bukankah Nyonya Meida membenci nona Yumi? Apa jangan-jangan pembunuh itu Nyonya Meida?" Ujar Alex seketika mengalihkan Atensi semua orang.


Satria sedikit menggeleng tidak percaya, "Pembunuh ini sudah seperti seorang pembunuh profesional. Aku tidak yakin jika pembunuhnya wanita itu" Ujar Satria.


"Tapi tuan. Itu mungkin saja terjadi. Secara tidak langsung, hanya dialah yang sangat membenci tuan dan nona Yumi saat ini" Ucap Alex menimpali.


Satria Sejenak nampak terdiam mendengar penuturan Alex. Perkataan itu cukup masuk akal baginya. Tidak butuh waktu lama, Satria bergegas pergi dari sana tanpa meninggalkan satu kata pun kepada bawahannya. Hal itu membuat Ihsan dan Alex masih di landa kebingungan, Namun tidak berani untuk sekedar bertanya kemana tuannya itu akan pergi.


Satria melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah. Ia sangat menghawatirkan Yumi, jika saja dugaan mereka benar. Maka Yumi berada di dalam bahaya. Apalagi, Meida begitu hapal bagaimana keadaan rumah mereka.


Yumi seketika terperanjat kaget, disaat sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya.


"Kamu pulang? Kenapa?" Tanya Yumi penasaran. Karena tidak biasanya Satria akan pulang secepat ini.


"Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi. Tetaplah di samping ku Yumi"


Yumi semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan suaminya itu. Ia benar-benar tidak bisa mencerna dengan jelas maksud dari perkataan Satria.

__ADS_1


"Maksud kamu apa? Aku akan selalu ada disini menemani mu" Jawab Yumi.


Satria melepaskan pelukannya, lalu memegang kedua bahu istrinya itu dan mengalihkan posisi Yumi yang semulanya membelakangi dirinya menjadi saling berhadapan.


"Meida sudah kembali. Dia kabur dari penjara. Aku sangat takut, jika wanita itu datang untuk menyakiti kamu" Jelas Satria. Spontan membuat Yumi terbelalak karenanya.


"Kamu serius?" tanya Yumi memastikan.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2